Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lastri: Arwah Kembang Desa dari Kisah Nyata? Sutradara Beri Penjelasan

Lastri: Arwah Kembang Desa dari Kisah Nyata? Sutradara Beri Penjelasan
Konferensi pers film "Lastri: Arwah Kembang Desa" di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Intinya Sih
  • Film horor-drama Lastri: Arwah Kembang Desa menjadi debut Abelle Pictures dan karya terakhir Gary Iskak, disutradarai Hendry Tivo dengan naskah Puji Lestari.
  • Hendry Tivo menegaskan film ini terinspirasi dari urban legend Pati, bukan kisah nyata, dengan proses naskah mencapai 30 draft dan syuting di kaki Gunung Semeru.
  • Cerita berpusat pada Atmi yang diteror arwah Lastri, kembang desa yang tewas tragis akibat fitnah masa lalu; film dijadwalkan tayang 16 Juli 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Abelle Pictures meluncurkan debut film berjudul Lastri: Arwah Kembang Desa (2026). Disutradarai oleh Hendry Tivo dengan naskah karya Puji Lestari, serta dibintangi oleh Hana Saraswati sebagai Lastri, film ini juga menjadi karya terakhir mendiang Gary Iskak sebelum berpulang pada 2025.

Terinspirasi dari legenda urban yang berkembang di Pati, Jawa Tengah, Lastri: Arwah Kembang Desa mengangkat kisah horor dengan sentuhan drama emosional. Dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026), Hendry Tivo pun menjelaskan asal-usul cerita hingga menepis anggapan bahwa film ini diangkat dari kisah nyata.

1. Hendry Tivo ungkap naskah Lastri: Arwah Kembang Desa mengalami banyak perubahan

Hendry Tivo ungkap naskah Lastri Arwah Kembang Desa mengalami banyak perubahan.jpg
Hendry Tivo di konferensi pers film "Lastri: Arwah Kembang Desa" di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Hendry Tivo mengungkapkan, proses pengembangan naskah berlangsung cukup panjang. Awalnya, cerita hanya melewati belasan draft sebelum akhirnya terus berkembang mengikuti masukan dari tim produksi.

"Tadinya sih gak banyak, kita sampai 12 draft. Kenapa? Karena dari eksekutif produser kita, 'Tolong masukin dong, pemain-pemain sitkom kita'," ujar Hendry.

Masukan tersebut membuat tim kembali mengembangkan sejumlah karakter baru, termasuk karakter Indah yang sebelumnya belum ada dalam cerita.

"Akhirnya, kita yang tadinya gak ada peran Indah, kita bikin, kita develop lagi skripnya. Jadi nambah lagi, nambah lagi. Jadi ya sampai 30 (draft)," imbuhnya.

2. Tegaskan Lastri: Arwah Kembang Desa diangkat dari urban legend, bukan kisah nyata

Tegaskan Lastri Arwah Kembang Desa diangkat dari urban legend, bukan kisah nyata.jpg
Hendry Tivo di konferensi pers film "Lastri: Arwah Kembang Desa" di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (9/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Hendry menjelaskan sejak awal dirinya ingin menghadirkan horor klasik yang mengandalkan atmosfer mencekam alih-alih kemunculan sosok hantu secara berlebihan.

"Emang saya desainnya gitu. Jadi kita cuma ambience-ambience aja. Ya ada sih jumpscare. Cuman kita gak bermain-main dengan setan-setan, pocong, kuntilanak, dan lebih ke ambience saja," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa film ini memang terinspirasi dari legenda urban yang berkembang di Pati, Jawa Tengah. Namun, cerita yang diangkat telah mengalami banyak perubahan sehingga tidak bisa disebut sebagai kisah nyata.

"Ini adalah urban legend, tapi bukan berdasarkan kisah nyata, ya. Kita terinspirasi, karena udah banyak yang kita rombak," tegas Hendry.

Meski terinspirasi dari cerita rakyat di Pati, proses syuting justru dilakukan di kawasan kaki Gunung Semeru, Lumajang, demi mendapatkan lanskap yang sesuai dengan kebutuhan visual film.

3. Lastri: Arwah Kembang Desa mengisahkan apa?

Sinopsis Lastri Arwah Kembang Desa, Karya Terakhir Gary Iskak.jpeg
Gary Iskak dan Hana Sarawasti di set Lastri: Arwah Kembang Desa (dok. Abelle Pictures/Lastri: Arwah Kembang Desa)

Film ini mengikuti kisah Atmi (Audy Bella), seorang perempuan lanjut usia yang diteror arwah misterius akibat tragedi 30 tahun silam. Arwah tersebut adalah Lastri (Hana Saraswati), sosok kembang desa yang semasa hidupnya menikah dengan juragan tambang pasir bernama Turenggo (Gary Iskak).

Kehidupan Lastri berubah tragis setelah Darman (Yama Carlos) diliputi rasa iri, sementara Atmi muda ikut menyebarkan fitnah yang menghancurkan rumah tangga Lastri dan Turenggo. Fitnah tersebut membuat Lastri kehilangan harapan hingga mengakhiri hidupnya.

Sejak saat itu, arwahnya dipercaya menghuni makam yang dikenal masyarakat sekitar. Sebagian warga meyakini Lastri kerap membantu orang yang membutuhkan, tetapi siapa pun yang memiliki keterkaitan dengan masa lalunya akan diteror tanpa ampun.

Selain Hana Saraswati, Audy Bella, Gary Iskak, dan Yama Carlos, film ini juga dibintangi Joe Richard, Debby Sahertian, Ingrid Widjanarko, Ratu Meta, Rizal Jibran, serta Nando Hilmi. Lastri: Arwah Kembang Desa dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah

Related Articles

See More