Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Steven Spielberg Paling Underrated yang Wajib Ditonton
West Side Story (Dok 20th Century Fox/West Side Story)
  • Artikel menyoroti lima film Steven Spielberg yang dianggap underrated meski memiliki kualitas sinematografi, emosi, dan akting yang kuat namun kurang mendapat perhatian publik.
  • Film seperti A.I. Artificial Intelligence, West Side Story, The Fabelmans, War Horse, dan Munich menampilkan sisi berbeda dari kepiawaian Spielberg dalam menggabungkan drama manusia dengan visual memukau.
  • Kelima film tersebut menunjukkan keberanian Spielberg mengeksplorasi tema kemanusiaan, moralitas, serta hubungan emosional tanpa bergantung pada popularitas blockbuster-nya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Steven Spielberg dikenal sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh dalam sejarah perfilman. Nama besarnya identik dengan film-film legendaris seperti Jaws, E.T., Jurassic Park, hingga Schindler's List. Namun di balik deretan karya fenomenal tersebut, ternyata masih ada beberapa film Spielberg yang kurang mendapat perhatian, meski kualitasnya tidak kalah luar biasa.

Sebagian film ini kurang sukses di box office, sementara yang lain tertutupi oleh popularitas karya Spielberg yang lebih terkenal. Padahal, semuanya menawarkan cerita yang emosional, sinematografi memukau, hingga penampilan akting yang mengesankan. Jika ingin melihat sisi lain dari kepiawaian Steven Spielberg sebagai sutradara, lima film berikut layak masuk daftar tontonan.

1. A.I. Artificial Intelligence (2001)

film A.I. Artificial Intelligence (dok. Warner Bros/A.I. Artificial Intelligence)

Berlatar masa depan ketika robot humanoid hidup berdampingan dengan manusia, A.I. Artificial Intelligence mengikuti David, seorang anak robot yang dirancang untuk mampu mencintai. Setelah ditinggalkan oleh keluarga angkatnya, David memulai perjalanan panjang demi mencari cara agar bisa menjadi manusia sungguhan dan memperoleh kasih sayang yang selama ini ia dambakan.

Film ini memadukan fiksi ilmiah dengan drama emosional yang menyentuh. Penampilan Haley Joel Osment sebagai David juga menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini. Dulu sempat menuai respons yang beragam karena dibanding-bandingkan dengan visi Stanley Kubrick, tetapi kini A.I. Artificial Intelligence justru diakui sebagai salah satu karya Spielberg yang paling berani dan emosional.

2. West Side Story (2021)

Ariana DeBose in West Side Story (dok. Twentieth Century Fox/West Side Story)

Mengadaptasi musikal klasik yang sudah melegenda, West Side Story mengisahkan dua insan muda dari kelompok yang saling bermusuhan di Kota New York. Di tengah konflik antar geng, Tony dan Maria berusaha mempertahankan cinta mereka meski harus menghadapi kebencian dan prasangka dari lingkungan sekitar.

Spielberg berhasil menghadirkan versi baru yang terasa segar tanpa menghilangkan pesona film aslinya. Koreografi yang dinamis, sinematografi yang memukau, serta penampilan memikat Rachel Zegler dan Ariana DeBose membuat setiap adegan musikal terasa hidup. Sayangnya, film ini kurang mendapat perhatian di bioskop karena dirilis pada masa pemulihan industri film pascapandemi.

3. The Fabelmans (2022)

The Fabelmans (Dok. Universal Pictures/The Fabelmans)

The Fabelmans merupakan film semi-autobiografi yang terinspirasi dari masa kecil Steven Spielberg sendiri. Ceritanya mengikuti Sammy Fabelman, remaja yang jatuh cinta pada dunia perfilman sambil menghadapi dinamika keluarganya yang perlahan mulai retak. Kecintaannya terhadap kamera justru membawanya menemukan kenyataan pahit yang mengubah hidupnya.

Film ini bukan sekadar kisah tentang proses menjadi seorang sutradara, melainkan juga potret keluarga, impian, dan pencarian jati diri. Spielberg mengemas setiap adegan dengan visual yang indah serta emosi yang terasa sangat personal. Meski kurang berhasil secara komersial, The Fabelmans adalah salah satu karya paling dewasa dalam sepanjang kariernya.

4. War Horse (2011)

War Horse (Dok. Amblin Ent./War Horse)

Berlatar Perang Dunia I, War Horse menceritakan perjalanan seekor kuda bernama Joey yang terpisah dari pemilik mudanya, Albert. Sepanjang perang, Joey berpindah tangan dari satu orang ke orang lain, menyaksikan berbagai sisi kemanusiaan di tengah konflik yang menghancurkan. Meski minim dialog di beberapa bagian, kisahnya tetap mampu menyentuh emosi penonton.

Film ini menunjukkan kemampuan Spielberg dalam bercerita lewat visual. Banyak adegan yang mengandalkan ekspresi, musik, dan gambar tanpa perlu penjelasan panjang. Skor musik karya John Williams juga memperkuat nuansa haru di setiap momen penting. Walaupun sempat dianggap terlalu sentimental saat dirilis, War Horse kini semakin dihargai sebagai drama perang yang hangat dan penuh harapan.

5. Munich (2005)

Munich (Dok. Amblin Ent./Munich)

Munich terinspirasi dari tragedi penyanderaan atlet Israel pada Olimpiade Munich 1972. Film ini mengikuti Avner Kaufman, seorang agen Mossad yang ditugaskan memimpin operasi rahasia untuk memburu orang-orang yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Misi yang awalnya tampak sederhana perlahan berubah menjadi perjalanan yang penuh dilema moral dan tekanan psikologis.

Spielberg tidak menyajikan kisah balas dendam sebagai sesuatu yang memuaskan. Sebaliknya, ia memperlihatkan bagaimana kekerasan justru melahirkan trauma baru dan mengikis kemanusiaan para pelakunya. Ditambah penyuntingan yang sangat rapi serta adegan-adegan menegangkan, Munich menjadi thriller politik yang cerdas sekaligus emosional.

Film-film di atas membuktikan bahwa tidak semua karya hebat selalu mendapat sorotan sebesar blockbuster lainnya. Dari kelima film underrated Steven Spielberg tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran untuk ditonton terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article