Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film tentang Male Complicity yang Harus Jadi Bahan Refleksi

5 min read
5 Film tentang Male Complicity yang Harus Jadi Bahan Refleksi
Compliance (dok. Magnolia Pictures/Compliance)
  • Artikel membahas male complicity, konsep R.W. Connell tentang pria yang diuntungkan dominasi gender serta pembiaran kekerasan dan pelanggaran terhadap perempuan.
  • Promising Young Woman dan The Assistant menggambarkan pengabaian laporan kekerasan seksual, oportunisme, serta budaya kerja yang menormalisasi pelecehan.
  • Compliance, Snowtown, dan The Accused menyorot ketaatan pada otoritas, manipulasi maskulinitas, serta saksi yang bungkam dalam kasus-kasus terinspirasi kejadian nyata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah kamu berpikir rasa-rasanya cancel culture itu tidak berlaku buat pria? Sebut saja aktor Kim Soo Hyun yang tersandung kasus grooming, tapi baru-baru ini diundang ke acara ulang tahun sebuah stasiun televisi nasional. Sampai atlet Conor McGregor yang justru diundang ke acara talkshow Jimmy Fallon walau pernah didakwa atas kasus pemerkosaan. Mereka hanya dua dari banyak nama publik figur pria lain yang harusnya kariernya berakhir, tetapi “dimaafkan”.

Dari fenomena ini, kita seolah disadarkan soal yang namanya male complicity atau complicit masculinities. Ia merujuk pada fenomena yang dipopulerkan sosiolog R.W. Connell dalam buku Masculinities (1995). Yakni, kecenderungan pria mengambil keuntungan dari sistem yang berlaku, yakni dominasi gender mereka dan subordinasi perempuan (serta gender lain). Contohnya paling mudah adalah pembiaran terhadap tindak kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan pria, bahkan yang terjadi di depan mata dan tempat umum. Konsep itu kemudian dipakai banyak peneliti lain untuk membedah berbagai fenomena sosial yang ada, termasuk kultur perkosaan sampai pola kepemimpinan.

Tak percaya atau masih susah melihat kenyataan ini? Coba tonton 5 film yang membahas male complicity berikut. Beberapa terinspirasi kisah nyata, lho!

  1. 1. Promising Young Woman (2020)

    Promising Young Woman (dok. Focus Features/Promising Young Woman)
    Promising Young Woman (dok. Focus Features/Promising Young Woman)

    Promising Young Woman menyorot male complicity lewat tokoh Cassandra, perempuan yang memutuskan berhenti kuliah untuk alasan yang susah diterima orang-orang di sekitarnya. Perlahan, motif Cassandra mulai tersingkap. Dengan cara gak biasa, tetapi bikin trauma, ia mencoba memberi pelajaran berharga untuk orang-orang yang sudah menyakiti sahabat baiknya bertahun-tahun lalu. Diperkosa saat tak sadar, saat itu tak ada yang memercayai cerita sahabat Cassandra.

    Ia pun membuktikan sendiri betapa oportunisnya pria-pria yang belagak baik kepada perempuan. Bahkan ketika ia menemukan pria yang tampaknya ideal, Cassandra harus menelan kecewa karena berekspektasi terlalu tinggi. Film ini memang sarat dramatisasi, tetapi beberapa adegannya familier dengan banyak kasus pemerkosaan di dunia nyata, terutama di lingkungan kampus dan tempat hiburan malam.

    • Genre: drama, thriller
    • Pemain: Carey Mulligan, Bo Burnham
    • Sutradara: Emerald Fennell

  2. 2. The Assistant (2019)

    The Assistant (dok. Bleecker Street/The Assistant)
    The Assistant (dok. Bleecker Street/The Assistant)

    Jane adalah pegawai administrasi baru di sebuah rumah produksi. Paling muda dan mungkin perempuan satu-satunya di divisinya, Jane sudah mengalami ketidaknyamanan sejak awal. Sering mendengar rekan-rekannya berkelakar tak pantas, Jane memutuskan untuk tak banyak bicara dan fokus bekerja. Sampai satu hari, rutinitasnya yang monoton terusik dengan sebuah kejadian yang menurutnya mengarah kepada pelecehan seksual atau pemerasaan. Korbannya siapa lagi kalau bukan aktris-aktris pendatang baru yang mengikuti audisi. Melihat gelagat tak beres, Jane berusaha untuk melapor ke personalia. Namun, respons yang ia dapat justru di luar dugaan. Ada indikasi, fenomena ini sudah jadi tradisi yang dinormalisasi.

    • Genre: drama, thriller-psikologi
    • Pemain: Julia Garner
    • Sutradara: Kitty Green

  3. 3. Compliance (2012)

    Compliance
    Compliance (dok. Dogfish Pictures/Compliance)

    Sesuai judulnya, Compliance adalah film yang membahas ketaatan buta terhadap otoritas yang berujung fatal. Cerita bermula dari sebuah telepon yang diterima sebuah restoran cepat saji di Ohio, Amerika Serikat. Mengaku dari kepolisian, penelepon menyebut salah satu nama pegawai sebagai terduga kasus pencurian dan kepemilikan narkoba. Entah apa yang merasuki si manajer, bisa pula didorong oleh rasa paniknya karena restoran yang sedang ramai, ia memercayai si penelepon. Secara perlahan, si penelepon memintanya melakukan perintah dan permintaan yang tampak menyakinkan, tetapi lama kelamaan mengganggu dan patut dipertanyakan.

    Puncaknya, penelepon menghasut atau menyakinkan pihak restoran untuk melakukan hal di luar batas wajar. Parahnya, film ini terinspirasi kasus nyata yang pernah meneror Amerika Serikat sepanjang akhir 1990-an sampai awal 2000-an. Saat menonton, kita dibikin bertanya-tanya motif dari para penerima perintah. Selain kepatuhan tak bersyarat, bisa saja penelepon berhasil membangkitkan sifat korup manusia yang akan mengabaikan moral ketika diberi kesempatan.

    • Genre: thriller, kriminal
    • Pemain: Ann Dowd, Dreama Walker
    • Sutradara: Craig Zobel

  4. 4. Snowtown (2011)

    Snowtown
    Snowtown (dok. Screen Australia/Snowtown)

    Jadi penyintas kekerasan seksual orang terdekatnya sendiri, Jamie menemukan sosok John, rekan baru ibu tunggalnya sebagai sosok pelindung yang bisa dipercaya. Awalnya, Jamie diajari untuk bisa melawan orang-orang yang hendak menyakitinya. Namun, lama kelamaan, John mengajak Jamie untuk melakukan hal-hal yang dilabelinya maskulin dan bermartabat, tetapi tak lebih baik dari apa yang pernah dilakukan pemerkosa Jamie. Snowtown terinspirasi kasus pembunuhan berantai yang pernah melanda Australia pada 1990-an.

    • Genre: thriller, kriminal
    • Pemain: Lucas Pittaway, Daniel Henshall
    • Sutradara: Justin Kruzel

  5. 5. The Accused (1988)

    The Accused
    The Accused (dok. Paramount Pictures/The Accused)

    Coba tonton The Accused juga untuk memahami male complicity atau complicit masculinity. Film ini mengikuti proses persidangan kasus pemerkosaan Sarah Tobias. Pada satu malam, saat sedang berada di sebuah bar, ia diperkosa beberapa pria. Tempat itu tidak kosong, Sarah yakin ada saksi yang bisa mengonfirmasi kejadian tersebut. Namun, lewat sejarah masa lalu Sarah yang dikenal genit, juri memutuskan untuk hanya menghukum ringan para pelaku. Sampai satu hari, jaksa yang menangani kasusnya dihantui rasa bersalah dan mengusahakan sidang ulang untuk kasus tersebut. Di situlah, fakta-fakta baru dibongkar, termasuk penghadiran saksi kunci yang awalnya memilih bungkam. Film ini juga terinspirasi kasus nyata.

    • Genre: legal-thriller
    • Pemain: Jodie Foster, Kelly McGillis
    • Sutradara: Jonathan Kaplan

    Presentase film tentang male complicity yang terinspirasi kasus nyata seharusnya bikin kita resah. Sayangnya, saking wajarnya, kita kerap tak ambil pusing sampai insiden serupa terjadi pada orang terdekat atau diri sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More