6 Film tentang Perjalanan Waktu yang Bisa Bikin Bingung

- Enam film perjalanan waktu ini menonjol karena paradoks, timeline alternatif, dan peristiwa yang saling bertabrakan, sehingga penonton perlu menyusun ulang kronologi cerita.
- Donnie Darko, Planet of the Apes, dan Back to the Future menghadirkan kebingungan lewat dunia tangent, perubahan sejarah, serta paradoks identitas dan alur waktu.
- Looper, X-Men: Days of Future Past, dan Avengers: Endgame menyoroti dampak mengubah masa lalu, hubungan sebab-akibat, serta munculnya timeline bercabang.
Film tentang perjalanan waktu biasanya menawarkan konsep yang menarik karena memungkinkan karakter berpindah ke masa lalu atau masa depan. Namun, semakin sering waktu diutak-atik, semakin besar pula kemungkinan munculnya paradoks, timeline alternatif, dan kejadian yang saling bertabrakan. Akibatnya, ada film yang justru membuat penonton sibuk menyusun kembali kronologi ceritanya setelah film selesai.
Beberapa film bahkan sengaja membuat konsep perjalanan waktunya tidak sepenuhnya mudah dipahami. Ada yang menghadirkan dunia paralel, perubahan sejarah, hingga karakter yang harus berhadapan dengan versi dirinya sendiri di masa berbeda. Kalau suka film yang membuat penasaran sekaligus bikin mikir keras, enam judul berikut bisa menjadi tontonan yang menarik.
1. Donnie Darko (2001)

film Donnie Darko (dok. Newmarket Films/Donnie Darko) Donnie Darko mengikuti Donnie, seorang remaja yang dihantui atau justru ditemani sosok misterius bernama Frank yang mengenakan kostum kelinci. Frank memberi tahu Donnie bahwa dunia akan berakhir dalam 28 hari. Setelah itu, berbagai kejadian aneh mulai muncul dan membuat Donnie semakin sulit membedakan antara kenyataan, mimpi, dan sesuatu yang berkaitan dengan perjalanan waktu.
Salah satu gambaran paling aneh adalah semacam tabung energi yang muncul dari dada Donnie dan membawanya menuju arah tertentu. Film ini sebenarnya memberikan beberapa petunjuk mengenai apa yang sedang terjadi melalui buku fiksi berjudul The Philosophy of Time Travel.
Di dalamnya terdapat konsep seperti “tangent universe”, “living receiver”, “manipulated dead”, dan “artifact” yang menjadi kunci untuk memahami peristiwa dalam film. Masalahnya, penjelasan tersebut justru membuat cerita terasa semakin rumit karena penonton harus menghubungkan berbagai kejadian yang awalnya tampak tidak berkaitan.
2. Planet of the Apes (2001)

Planet of the Apes (Dok. 20th Century Fox/Planet of the Apes) Konsep perjalanan waktu sebenarnya sudah menjadi bagian penting dari waralaba Planet of the Apes. Namun, versi yang disutradarai Tim Burton pada 2001 membawa konsep tersebut ke arah yang cukup membingungkan. Ceritanya mengikuti astronaut bernama Leo Davidson yang terlempar ke masa depan dan menemukan Bumi yang dikuasai oleh kera cerdas. Sampai tahap ini, penonton masih bisa mengikuti pola dasar ceritanya dengan cukup mudah.
Kebingungan muncul ketika Leo berhasil melarikan diri dan kembali ke Bumi pada zamannya. Ia kemudian menemukan bahwa keadaan dunia ternyata sudah berubah dan bahkan monumen Abraham Lincoln di Washington D.C. kini menampilkan wajah kera. Akhir seperti ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana perjalanan Leo memengaruhi sejarah dan apakah ia sebenarnya kembali ke timeline yang sama.
3. Back to the Future (1985)

film Back to the Future (dok. Universal Pictures/Back to the Future) Marty McFly pergi dari 1985 ke 1955 menggunakan DeLorean milik Doc Brown dan tanpa sengaja mengubah sejumlah kejadian dalam kehidupan orangtuanya. Film ini memang menjelaskan aturan perjalanan waktunya dengan cara yang cukup menyenangkan, tetapi jika diperhatikan lebih detail, terdapat sejumlah paradoks yang sulit dijelaskan secara logis.
Salah satu contohnya adalah bagaimana orangtua Marty tidak mengenali sosok yang pernah mereka kenal sebagai “Calvin Klein” ketika kembali ke tahun 1985. Ada pula persoalan mengenai DeLorean yang disembunyikan Doc pada 1885 dan bagaimana kendaraan tersebut bisa tetap berada di sana dalam alur waktu yang berbeda. Belum lagi berbagai persoalan yang muncul dalam hubungan antara Doc versi 1955, 1985, dan 1885.
4. Looper (2012)

film Looper (dok. TriStar Pictures/Looper) Dalam film ini, organisasi kriminal mengirim orang-orang dari masa depan ke masa lalu untuk dibunuh oleh pembunuh bayaran yang disebut “looper”. Suatu saat, seorang looper harus menghadapi versi dirinya sendiri yang sudah tua dan dikirim kembali ke masa lalu untuk dibunuh. Joe muda diperankan Joseph Gordon-Levitt, sedangkan versi tuanya dimainkan Bruce Willis.
Masalahnya muncul ketika Joe tua menolak mati dan berusaha mengubah masa depan dengan memengaruhi dirinya yang lebih muda. Jika Joe muda mengubah keputusan yang seharusnya membentuk kehidupan Joe tua, bagaimana mungkin Joe tua bisa kembali ke masa lalu untuk mengubah keputusan tersebut sejak awal? Di sinilah Looper memainkan konsep paradoks yang membuat hubungan sebab-akibat semakin sulit diikuti.
5. X-Men: Days of Future Past (2014)

film X-Men: Days of Future Past (dok.20th Century Fox/X-Men: Days of Future Past) Film ini menggunakan kemampuan Kitty Pryde untuk mengirim kesadaran Logan ke tahun 1973. Tujuannya adalah mencegah rangkaian peristiwa yang pada akhirnya menyebabkan kehancuran besar bagi para mutan pada masa depan. Secara garis besar, misinya terdengar sederhana yakni mengubah masa lalu agar masa depan menjadi berbeda.
Namun, perubahan tersebut otomatis menimbulkan pertanyaan mengenai timeline yang sudah ada sebelumnya. Jika Logan berhasil mengubah peristiwa pada 1973, bagaimana mungkin masa depan yang mengirimnya kembali ke masa lalu tetap terjadi dengan cara yang sama? Film ini kemudian memperlihatkan masa depan yang berbeda setelah sejarah diubah, tetapi sejumlah karakter dan peristiwa masih memiliki hubungan dengan timeline sebelumnya.
6. Avengers: Endgame (2019)

film Avengers: Endgame (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame) Avengers: Endgame sebenarnya berusaha menjelaskan aturan perjalanan waktunya dengan cukup jelas. Hulk menerangkan bahwa mengubah masa lalu tidak serta-merta mengubah masa depan dari timeline asal. Sebaliknya, perubahan tersebut akan menciptakan timeline alternatif yang bercabang dari timeline sebelumnya. Aturan ini membuat perjalanan waktu dalam film terasa lebih masuk akal.
Kebingungan terbesar muncul ketika Captain America kembali ke masa lalu untuk mengembalikan Infinity Stones dan kemudian memilih menjalani hidup bersama Peggy Carter. Jika tindakannya menciptakan timeline baru, bagaimana Steve versi tua akhirnya bisa muncul kembali di timeline utama untuk memberikan perisainya kepada Sam Wilson?
Pertanyaan lain juga muncul mengenai keberadaan Steve Rogers yang masih membeku di masa lalu pada timeline tempat Steve tua memilih tinggal.
Film perjalanan waktu memang punya daya tarik tersendiri karena ceritanya memungkinkan masa lalu, masa kini, dan masa depan saling memengaruhi. Namun, ketika aturan waktunya semakin rumit, penonton bisa saja membutuhkan catatan kronologi sendiri agar tidak kehilangan arah. Nah, film mana yang menurutmu paling bikin otak bekerja keras?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















