Tumbuh menjadi seorang laki-laki tentu memiliki pemahaman yang berbeda terkait bagaimana bersikap. Banyak ekspektasi sosial yang tanpa disadari melekat pada laki-laki, seperti tidak boleh menangis, menahan kerentanan, dan menjadi sosok dominan. Alhasil, banyak laki-laki yang kesulitan mengekspresikan emosinya.
Kalau belum tahu, pola pikir tersebut dinamakan toxic masculinity, yakni pandangan tentang maskulinitas yang mendorong perilaku merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bukan berarti menjadi laki-laki itu salah, melainkan penting untuk memahami bahwa setiap orang, termasuk laki-laki, berhak menunjukkan perasaannya dan meminta bantuan.
Untungnya, kini banyak sineas yang menyadari buruknya toxic masculinity yang merugikan laki-laki. Alhasil, hadirlah kelima film berikut ini. Tonton lima film ini untuk sembuhkan toxic masculinity-mu!
