Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Film Virginie Efira buat Kamu yang Nungguin All of a Sudden

6 Film Virginie Efira buat Kamu yang Nungguin All of a Sudden
Virginie Efira dalam film All of a Sudden (dok. Cinefrance Studios/All of a Sudden)
Intinya Sih
  • Film terbaru Ryusuke Hamaguchi berjudul All of a Sudden mencuri perhatian di Cannes 2026 dengan standing ovation 11 menit dan akting memukau Virginie Efira sebagai Marie-Lou Fontaine.
  • Virginie Efira dikenal lewat peran beragam di berbagai genre, mulai dari komedi romantis It Boy hingga thriller psikologis Elle dan drama kontroversial Benedetta.
  • Artikel merekomendasikan enam film terbaik Efira seperti In Bed with Victoria, Paris Memories, dan Other People's Children untuk menantikan perilisan All of a Sudden di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Gelaran Cannes Film Festival 2026 tengah tersihir oleh film terbaru garapan Ryusuke Hamaguchi (Drive My Car) berjudul All of a Sudden. Mengangkat kisah emosional seorang direktur panti jompo yang berusaha mendobrak batas demi merawat para penghuninya, film berdurasi 3 jam ini sukses menyabet standing ovation selama 11 menit.

Di tengah banjir pujian tersebut, penampilan Virginie Efira sebagai sang pemeran utama, Marie-Lou Fontaine, ikut mencuri perhatian lewat aktingnya yang hidup dan memukau. Aktris Belgia/Prancis ini sendiri punya reputasi mentereng di perfilman Prancis berkat jangkauan karakternya yang luar biasa luas. Jauh sebelum All of a Sudden, Efira dikenal berani melibas berbagai genre, mulai dari komedi romantis yang manis hingga thriller psikologis yang provokatif.

Nah, sembari menunggu All of a Sudden resmi diboyong ke bioskop tanah air, gak ada salahnya kamu mengintip kualitas akting sang aktris lewat karya-karyanya terdahulu. Berikut enam rekomendasi film terbaik Virginie Efira selain All of a Sudden yang wajib masuk ke watchlist-mu!

1. It Boy (2013)

Virginie Efira (kanan) dalam film It Boy
Virginie Efira (kanan) dalam film It Boy (dok. EuropaCorp/It Boy)

Lewat film komedi romantis inilah nama Virginie Efira mulai diperhitungkan di kancah perfilman Prancis. Berjudul It Boy, film ini menghadirkan kisah cinta beda usia yang ringan, kocak, sekaligus manis untuk diikuti dari awal hingga akhir. Berlatar industri majalah fesyen Paris yang glamor, It Boy kerap disebut sebagai versi Prancis dari The Devil Wears Prada karena sama-sama menampilkan persaingan karier yang kompetitif dan penuh drama.

Di sini, Efira berperan sebagai Alice Lantins, editor majalah fesyen berusia 38 tahun yang dikenal perfeksionis dan terlalu kaku di mata rekan kerjanya. Demi mendapatkan promosi jabatan penting, Alice mencoba mengubah citranya menjadi lebih modern dan “nakal” setelah tanpa sengaja bertemu dengan mahasiswa 20 tahun bernama Balthazar (Pierre Niney). Namun, hubungan palsu yang awalnya hanya strategi pencitraan itu malah berubah jadi romansa sungguhan yang membuat hidup Alice semakin rumit sekaligus penuh warna.

2. In Bed with Victoria (2016)

Virginie Efira (kiri) dalam film In Bed with Victoria
Virginie Efira (kiri) dalam film In Bed with Victoria (dok. Le Pacte/In Bed with Victoria)

Tiga tahun setelah It Boy, Virginie Efira kembali ke ranah romcom lewat In Bed with Victoria. Film ini disutradarai oleh Justine Triet, yang beberapa tahun kemudian makin mendunia berkat Anatomy of a Fall (2023). Lewat In Bed with Victoria, kolaborasi keduanya menghadirkan tontonan yang gak cuma membahas percintaan, tetapi juga rasa penat menghadapi hidup dewasa yang berantakan.

Ceritanya menyoroti Victoria Spick (Efira), pengacara yang hidupnya jungkir-balik setelah membela sahabatnya yang dituduh menusuk sang kekasih, sementara mantan suaminya sibuk membongkar aib lewat blog pribadi. Di tengah situasi yang kacau itu, hadir Sam (Vincent Lacoste), mantan klien yang kemudian menjadi pengasuh anak-anak Victoria sekaligus sosok yang mengisi hari-harinya. Kompleksitas karakter Victoria ini sukses diterjemahkan dengan sangat meyakinkan oleh Efira, yang membawanya meraih penghargaan Best Actress di ajang Magritte Awards.

3. Elle (2016)

Virginie Efira dalam film Elle
Virginie Efira dalam film Elle (dok. France 2 Cinéma/Elle)

Di tahun yang sama dengan In Bed with Victoria, Virginie Efira juga unjuk gigi dalam film thriller arahan sutradara kawakan Paul Verhoeven bertajuk Elle. Film ini berfokus pada sosok Michèle Leblanc (Isabelle Huppert), CEO perusahaan video game yang menolak menjadi korban setelah mengalami penyerangan seksual di rumahnya sendiri. Bukannya melapor ke polisi, Michèle justru memilih menyelidiki dan memburu pelakunya secara mandiri hingga memicu permainan psikologis yang sangat berbahaya.

​Meskipun Isabelle Huppert menjadi sorotan utama berkat nominasi Oscar-nya, kehadiran Virginie Efira di film ini sama sekali gak bisa dipandang sebelah mata. Ia memerankan karakter pendukung bernama Rebecca, seorang perempuan Katolik taat tetangga Michèle yang religius, anggun, dan cenderung naif. Lewat perannya sebagai Rebecca, Efira berhasil menjadi penyeimbang yang menarik di tengah kekacauan moral para tokohnya.

4. Benedetta (2021)

Virginie Efira (kanan) dalam film Benedetta
Virginie Efira (kanan) dalam film Benedetta (dok. Pathé/Benedetta)

Gak melulu mengambil peran yang aman, Virginie Efira juga pernah tampil sangat berani lewat Benedetta. Kerja samanya dengan Paul Verhoeven setelah Elle ini diadaptasi dari buku nonfiksi karya Judith C. Brown yang mengangkat kisah nyata biarawati bernama Benedetta Carlini di Italia abad ke-17. Sejak penayangannya di Cannes 2021, Benedetta langsung menuai kontroversi karena berani memadukan tema religius, politik kekuasaan, hingga seksualitas dalam satu cerita yang provokatif.

Cerita dalam film ini bermula ketika Benedetta (Efira) mengaku mengalami penglihatan religius tentang Yesus di tengah wabah pes yang melanda Tuscany. Klaim mukjizat yang ia tunjukkan membuat Benedetta mendapat pengaruh besar di biara, tapi situasi berubah rumit saat ia menjalin hubungan terlarang dengan sesama biarawati bernama Bartolomea (Daphné Patakia). Dari titik ini, Benedetta berubah jadi kisah penuh intrik yang membuat penonton terus bertanya-tanya apakah semua yang dialami sang protagonis benar-benar mukjizat atau hanya halusinasi semata.

5. Paris Memories (2022)

Virginie Efira dalam film Paris Memories
Virginie Efira dalam film Paris Memories (dok. Pathé/Paris Memories)

Selanjutnya ada Paris Memories, drama soal trauma yang bakal mengaduk-aduk emosi sekaligus rasa empatimu sepanjang film. Diarahkan oleh Alice Winocour, film Prancis ini berfokus pada perjuangan Mia (Virginie Efira) yang terjebak dalam serangan teroris brutal di sebuah bistro Paris. Berbulan-bulan setelah kejadian mengerikan tersebut, Mia yang mengalami amnesia memutuskan kembali ke lokasi kejadian demi menyusun kembali ingatan yang hilang dan menyembuhkan luka batinnya.

​Akting Virginie Efira di film ini benar-benar berada di level yang berbeda sampai sukses membawanya meraih piala César Award untuk kategori Best Actress. Alih-alih tampil meledak-ledak dengan tangisan melodramatis, Efira memilih pendekatan akting yang subtil, tenang, tapi terasa sangat menyayat hati. Kerennya, hanya lewat tatapan mata yang kosong dan gestur tubuh yang rapuh, ia berhasil menyalurkan rasa mati rasa seorang penyintas trauma kepada para penonton.

6. Other People's Children (2022)

Virginie Efira (kiri) dalam film Other People's Children
Virginie Efira (kiri) dalam film Other People's Children (dok. France 3 Cinéma/Other People's Children)

Bagi penggemar film slice-of-life, Other People's Children jadi penutup sempurna daftar ini yang sangat direkomendasikan untuk kamu tambahkan ke watchlist. Film yang dibintangi Virginie Efira ini mengangkat dinamika rumit seorang perempuan tanpa anak yang mendadak harus berperan sebagai ibu tiri. Namun, ketimbang berubah jadi drama keluarga penuh air mata yang klise, Other People's Children justru tampil sebagai sebuah studi karakter yang sangat dewasa, hangat, dan realistis.

​Efira didapuk sebagai Rachel, seorang guru SMA yang hidupnya berubah setelah jatuh cinta pada seorang ayah tunggal bernama Ali (Roschdy Zem). Hubungan tersebut membuat Rachel semakin dekat dengan putri kecil Ali, Leïla (Callie Ferreira-Goncalves), hingga ia mulai merasakan kebahagiaan seperti memiliki keluarga sendiri. Sayangnya, kedekatan itu juga yang memunculkan kegelisahan baru Rachel tentang peran sebagai ibu sambung dan keinginan untuk memiliki anak kandung sebelum masa menopause tiba.

Sebenarnya masih banyak judul terbaik lain dari Virginie Efira, tapi enam film di atas sudah lebih dari cukup buat membuktikan kualitas aktingnya yang gak kaleng-kaleng. Jadi, sambil menunggu All of a Sudden tayang di Indonesia, yuk langsung mulai maraton film-film terbaiknya tadi dari sekarang!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More