- Aghniny Haque sebagai Hesti
- Fatmah Nahdi sebagai Fatimah
- Surya Saputra
- Kiki Narendra
- Iskak Khivano
- Hesti Putri
- Nina Tamam
- Iyang Darmawan
- Akun Gege
- Mian Tiara
Sinopsis Bisikan Desa Gringsing, Rilis Cuplikan di Cannes Film Market

- Film horor Bisikan Desa Gringsing karya Ivander Tedjasukmana debut internasional di Cannes Film Market 2026 lewat perilisan lima foto adegan oleh Mandela Pictures dan OMG Studios.
- Cerita berfokus pada Hesti yang mencari ayahnya di Desa Gringsing, namun justru terjebak dalam kutukan dan teror roh penasaran bernama Fatima.
- Menjadi kolaborasi Indonesia, Singapura, dan Malaysia, film ini mencatat sejarah sebagai horor Indonesia pertama dengan teknologi virtual production dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026.
Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) untuk pertama kalinya mempublikasikan lima foto adegan Bisikan Desa Gringsing di Cannes Film Market pada Selasa (19/5/2026). Momen tersebut pun menjadi debut internasional dari film horor garapan Ivander Tedjasukmana.
Selain itu, Bisikan Desa Gringsing juga ramai disebut-sebut sebagai salah satu film horor Indonesia pertama yang difilmkan menggunakan teknologi produksi virtual. Dengan teknis yang gak biasa, film ini menceritakan tentang apa, ya?
1. Sinopsis Bisikan Desa Gringsing

Film ini mengikuti kisah Hesti, seorang perempuan yang berusaha mencari ayahnya yang hilang. Pencarian tersebut membawanya ke sebuah desa bernama Desa Gringsing. Tak disangka, desa tersebut ternyata memiliki kutukan.
Alih-alih menemukan jawaban, Hesti justru terjerat dalam teror roh penasaran bernama Fatima. Film ini juga memiliki judul internasional Whispers of Fatimah dalam bahasa Inggris.
2. Daftar pemain Bisikan Desa Gringsing

Kembali di genre horor, Aghniny Haque berperan sebagai Hesti yang sudah menunjukkan wajah hampa di tengah tumpukan mayat dalam first cut yang dibagikan. Selain itu, ada juga sejumlah aktor dan aktris lain yang turut ditampilkan dalam cuplikan perdananya. Berikut daftar pemerannya.
3. Bisikan Desa Gringsing gunakan teknologi produksi virtual

Film garapan Ivander Tedjasukmana ini menjadi hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Bisikan Desa Gringsing juga mencatat sejarah sebagai film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP). Melalui teknologi virtual production, suasana mencekam Desa Gringsing dihadirkan dengan detail sinematik yang lebih imersif. Mulai dari jalanan berkabut, struktur desa yang terasa mengancam, hingga kemunculan visi supernatural.
Film ini juga menjadi film panjang Indonesia pertama yang memanfaatkan LED volumetric stage berstandar internasional, memungkinkan para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi dengan lingkungan digital fotorealistik secara real time. Proses syuting dilakukan di studio virtual production milik OMG Studios yang berlokasi di Iskandar Malaysia Studios.
Kini Bisikan Desa Gringsing tengah memasuki tahap akhir pascaproduksi dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026. Nantinya, film horor ini juga akan dirilis di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan.





![[QUIZ] Berdasar Zodiak, Kamu Kurban Apa Tahun Ini?](https://image.idntimes.com/post/20230628/title-f7ce0f4ade2420f4aebea6a4aa386be7.jpg)













