- Genre: drama
- Pemain: Steven Yeun, Youn Yuh Jung
- Sutradara: Lee Isaac Chung
6 Film yang Buktikan Jadi Petani Gak Seindah Ekspektasi

- Enam film dari berbagai negara menggambarkan realita keras kehidupan petani dan peternak, jauh dari citra romantis hidup tenang di pedesaan yang sering dibayangkan banyak orang.
- Tiap film menyoroti tantangan berbeda, mulai dari konflik sosial, tekanan ekonomi, hingga perubahan sistem agraria yang memengaruhi nasib keluarga dan komunitas desa.
- Kumpulan film ini menunjukkan bahwa bertani bukan sekadar soal kemandirian pangan, tetapi juga perjuangan menghadapi struktur sosial dan ekonomi yang kompleks.
Pernah terpikir untuk bisa hidup lambat di pedesaan sambil bertani dan beternak layaknya game Harvest Moon? Gak salah memang, dari luar, kehidupan itu terlihat begitu menenangkan dan menjanjikan. Namun, siapa sangka, banyak hal yang ternyata harus kamu hadapi dan sering kali itu tak pernah masuk pertimbangan.
Apa saja suka dukanya jadi petani? Beberapa film berikut bisa jadi gambaran awal yang membuka pikiranmu. Jadikan pertimbangan sebelum meromantisasinya secara ugal-ugalan.
1. Minari (2020)

Minari bisa jadi film pertama yang kamu tonton untuk tahu suka dukanya jadi petani. Film ini berlatarkan Arkansas tahun 1980-an. Seorang pria asal Korea Selatan nekat membawa keluarganya merantau ke Amerika Serikat dengan harapan bisa memperbaiki nasib. Ia beraspirasi jadi petani sukses di negara bagian itu.
Berbekal tabungan, ia membeli lahan dan membangun saluran irigasi secara mandiri. Sembari berproses, ia dan istrinya bekerja di peternakan ayam untuk bertahan hidup. Namun, ternyata kehidupan dan cita-citanya tak semulus harapan. Banyak tantangan dan kerugian yang luput dari perhitungannya.
2. The Beasts (2022)

Seorang pria asal Prancis memutuskan untuk meninggalkan kehidupan modern di negaranya dan pindah ke Spanyol bersama sang istri untuk menjadi petani di sebuah desa. Seperti banyak orang kota, mereka berharap bisa hidup tenang dan nyaman dari profesi baru mereka.
Semua berjalan lancar sampai sebuah konflik hebat menggoyahkan itu semua. Muncul perbedaan kepentingan antara dirinya dan sebagian penduduk desa yang membuat posisinya tak lagi aman. Di sini, kita dipaksa untuk melihat konflik dari dua sisi, sekaligus memikirkan ulang tren slow-living.
- Genre: thriller, drama
- Pemain: Denis Menochet, Diego Anido
- Sutradara: Rodrigo Sorogoyen
3. Alcarras (2022)

Menempati sebuah tanah selama beberapa generasi, satu keluarga di Katalonia, Spanyol, tiba-tiba mendapat surat cinta dari pewaris tanah tersebut. Mereka diminta angkat kaki dari tanah itu karena sang pewaris hendak mengalihfungsikannya menjadi ladang panel surya.
Masalahnya, lahan itu tak hanya rumah, tetapi juga kebun yang menjadi sumber mata pencaharian utama keluarga tersebut. Kepelikan pun tercipta dan ada satu adegan yang cukup menohok. Yakni, ketika salah satu anggota keluarga tersebut meminta anak sulungnya untuk tidak jadi petani seperti dirinya. Alasannya bakal disingkap perlahan tapi pasti di sini.
- Genre: drama
- Pemain: Jordi Pujol Dolcet, Xenia Roset
- Sutradara: Carla Simon
4. Living the Land (2025)

Bisa masuk kategori etnofiksi, Living the Land mengekor kehidupan penduduk di sebuah desa di China pada 1990-an. Dinamika kehidupan mereka yang sebagian besar adalah buruh tani dipotret lewat Xu Chuang, bocah 10 tahunan yang dibesarkan sang nenek karena orangtuanya bekerja di luar kota. Xu menyaksikan berbagai hal di sana, duka, suka, dan yang paling mencolok adalah transformasi ekonomi besar-besaran yang mengubah desa itu. Salah satunya adalah fenomena eksodus anak muda ke kota untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak.
- Genre: drama, etnofiksi
- Pemain: Yao Chen, Wang Shang
- Sutradara: Meng Huo
5. Happy as Lazzaro (2018)

Lazzaro adalah remaja yang lahir dan besar di sebuah desa terpencil di Italia. Sejak kecil, ia bekerja di ladang seperti penduduk desa lain dan tiap panen, mereka akan menyetornya pada pemilik lahan. Mereka tak pernah mengeluh, meski tak pernah digaji secara layak, lebih tepatnya diperbudak.
Sampai satu ketika aparat datang menyelamatkan mereka. Sayangnya, Lazzaro tertinggal karena pingsan di satu tempat saat diminta melaksanakan satu tugas. Film ini mungkin bergenre magical realismarnya isunya masih relevan. Mirisnya, perbudakan di sektor pertanian masih banyak terjadi, bahkan di negara-negara maju yang jadi magnet untuk pekerja migran.
- Genre: drama, magical realism
- Pemain: Adriano Tardiolo, Alba Rohrwacher
- Sutradara: Alice Rohrwacher
6. Shepherds (2024)

Sesuai judulnya, Shepherds memang tak menyoal petani, tetapi penggembala. Kesulitannya tak kalah dengan petani, kok. Film bermula dari Mathyas, pemuda yang muak dengan hidup dan pekerjaannya di kota. Ia tertarik untuk menjalani slow living di desa dengan menjadi peternak.
Namun, sebelum itu, ia sadar ia harus mencari pengalaman dulu. Salah satunya adalah bekerja sebagai penggembala. Keputusannya ditertawakan warga lokal, tetapi kegigihannya meluluhkan salah satu peternak. Ia pun direkrut, tetapi di sinilah titik baliknya. Mathyas akhirnya terekspos terhadap kenyataan yang selama ini tak pernah ia bayangkan.
- Genre: drama,
- Pemain: Felix-Antoine Duval, Solene Rigot
- Sutradara: Sophie Deraspe
Kelihatan mudah, ternyata kembali ke desa untuk bertani dan beternak tidak untuk semua orang. Ada banyak hal di luar kuasa kita dan kerap luput dari kalkulasi risiko. Pada akhirnya, ini bukan tentang self-sufficiency dan kemandirian pangan belaka, tetapi soal komunitas dan sistem yang saling bertautan. Film-film tadi, meski gak berlatar Indonesia, kurang lebih berhasil mengekspos isu universal di sektor ini.


















