Geng GJLS Beneran Syuting Bareng Ular Asli di GJLS: Berapi-Api

Rigen, Hifdzi, dan Rispo menghadapi ular asli yang dilepaskan di dalam rumah saat syuting GJLS: Berapi-Api, sementara kamera dan kru berada di luar.
Hifdzi mengaku paling takut ular, sempat menghindari workshop penyelamatan hewan, tetapi justru mendapat posisi paling dekat dengan ular saat adegan.
Film garapan Monty Tiwa mengisahkan tiga sahabat yang bercita-cita menjadi damkar dan tayang perdana pada 5 November 2026.
Jakarta, IDN Times - Beda dari film pertama, geng GJLS harus menghadapi tantangan yang gak biasa saat menjalani proses syuting film GJLS: Berapi-Api. Ketiganya harus berhadapan langsung dengan ular asli dalam salah satu adegan. Bukan sekadar properti atau ular buatan, hewan tersebut benar-benar dilepaskan di dalam rumah tempat mereka syuting, lho.
Pengalaman itu rupanya cukup membuat para personel GJLS ketakutan. Hifdzi, Rigen, dan Rispo pun membagikan cerita masing-masing saat konferensi pers film GJLS: Berapi-Api yang berkaitan dengan hewan melata tersebut. Apa saja ceritanya?
1. Ular asli dilepaskan di dalam rumah saat syuting

tim produksi dan jajaran pemain GJLS: Berapi-Api (IDN Times/Elizabeth Chiquita) Para member GJLS mengaku sama-sama takut dengan ular. Ketakutan tersebut semakin terasa ketika mereka mengetahui bahwa ular yang digunakan dalam adegan bukan properti belaka, melainkan hewan asli yang benar-benar dilepaskan di dalam rumah. Rigen lalu mengatakan, situasi saat pengambilan gambar berlangsung cukup menegangkan.
"Sebenernya kita bertiga takut banget sama ular. Jadi di adegan itu tuh, kita beneran takut apalagi yang, ketika yang di dalam rumah itu, ular itu beneran dilepas di rumah itu. Jadi kita bertiga, kameranya juga dari luar, tim juga semua di luar, jadi itu kalau misalkan ular tiba-tiba turun dan ngejar-ngejar kita, itu kita ancur sih," ujar Rigen dalam konferensi pers pada Kamis (29/10/2026).
2. Hifdzi paling takut ular, tetapi justru harus berada paling dekat

tim produksi dan jajaran pemain GJLS: Berapi-Api (IDN Times/Elizabeth Chiquita) Di antara personel GJLS, Hifdzi menegaskan dirinya menjadi salah satu yang paling takut dengan ular. Menariknya, ia justru harus berada paling dekat dengan hewan tersebut saat menjalani adegan. Bahkan sebelum syuting, Hifdzi memilih kabur terlebih dahulu karena sudah ketakutan untuk ikut workshop rescue hewan bersama damkar.
"Ini kan kita ada workshop kan. Salah satunya tuh workshop-nya tuh rescue binatang-binatang. Pas workshop yang itu aku gak berani beneran, kayak kabur bener-bener takut banget. Sementara pas adegan ada beneran, dan aku kan yang bener-bener yang paling deket tuh sama uler, jadi kalau liat itu takutnya gak akting, beneran takut," ujar Hifdzi.
3. Rispo lebih takut saat workshop penyelamatan hewan

tim produksi dan jajaran pemain GJLS: Berapi-Api (IDN Times/Elizabeth Chiquita) Bukan hanya Hifdzi dan Rigen, Rispo juga punya pengalaman tersendiri selama mengikuti persiapan film. Berlatih jadi damkar, ia sempat menghadapi api sambil dibantu oleh petugas pemadam kebakaran., Namun, ketika harus berhadapan dengan hewan seperti buaya dan ular, ia tetap merasa takut meski ada pendamping.
Sambil cengengesan, Rispo menuturkan, "Kalau api kita ada yang jagain. Nah, ini saya kalau workshop itu berhadapan dengan buaya, sama uler, saya gak percaya dijagain itu, karena tetap ada naluri kehewanan, ya. Walaupun dijagain sama abang-abang damkar asli, kita tetap takut aja gitu."
Bukan tanpa alasan ketiganya berlatih menjadi damkar. Film garapan sutradara Monty Tiwa ini mengikuti kisah tiga sahabat Rigen, Hifdzi, dan Rispo yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran. Setelah gagal saat pelatihan di akademi bersama tim Algojo Api, mereka justru ditempatkan di divisi pelayanan non-kebakaran. Alih-alih memadamkan kebakaran besar, mereka harus menangani berbagai masalah unik dan kocak di tengah warga.
Kamu bisa menyaksikan adegan ular di film GJLS: Berapi-Api tayang yang tayang perdana pada 5 November 2026 mendatang.



















