Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Girl Group Era 60-an yang Lagunya Masih Enak Didengar

4 min read
5 Girl Group Era 60-an yang Lagunya Masih Enak Didengar
The Supremes (facebook.com/The Supremes)
  • The Supremes menjadi salah satu bintang terbesar Motown dengan 12 lagu nomor satu Billboard Hot 100, termasuk “Where Did Our Love Go” dan “Baby Love”.
  • The Ronettes, Martha and the Vandellas, serta The Dixie Cups dikenang lewat lagu khas seperti “Be My Baby”, “Dancing in the Street”, “Chapel of Love”, dan “Iko Iko”.
  • The Shangri-Las mencuri perhatian melalui “Leader of the Pack”, lagu bernuansa drama remaja yang memadukan dialog, efek suara motor, dan cerita cinta tragis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Era 1960-an menjadi salah satu periode paling penting dalam perkembangan musik pop dan rock. Di tengah kemunculan berbagai band besar, sejumlah girl group juga berhasil mencuri perhatian lewat penampilan khas dan lagu-lagu yang mudah diingat. Beberapa di antaranya bahkan berhasil mencetak sejarah dan meninggalkan pengaruh yang masih terasa hingga sekarang.

Menariknya, setiap grup memiliki karakter yang berbeda. Ada yang tampil glamor dengan lagu-lagu pop romantis, ada yang membawa energi Motown yang kuat, sementara lainnya dikenal lewat gaya yang lebih berani dan cerita dramatis dalam lagunya. Meski sebagian besar sudah tidak aktif, karya mereka tetap terdengar segar dan sering muncul dalam berbagai playlist musik klasik. Siapa saja girl group era 60-an yang lagunya masih enak didengar?

  1. 1. The Supremes

    The Supremes.
    The Supremes (facebook.com/The Supremes)

    Grup yang beranggotakan Diana Ross, Mary Wilson, dan Florence Ballard ini bergabung dengan Motown Records pada 1961 dan kemudian berkembang menjadi salah satu artis terbesar di label tersebut. Lagu seperti “Where Did Our Love Go” dan “Baby Love” menjadi bagian penting dari sejarah musik pop. Mereka juga mencatat 12 lagu yang berhasil mencapai posisi No. 1 di Billboard Hot 100.

    Popularitas The Supremes tidak hanya berasal dari musiknya. Mereka tampil dengan gaya yang glamor, elegan, dan sangat terkonsep, sehingga mampu menarik perhatian pendengar dari berbagai latar belakang. Setelah Diana Ross meninggalkan grup pada 1970 untuk mengejar karier solo, The Supremes tetap melanjutkan perjalanan musiknya hingga akhir dekade tersebut.

  2. 2. The Ronettes

    The Ronettes.
    The Ronettes (facebook.com/The Ronettes)

    The Ronettes punya salah satu lagu yang paling mudah dikenali dari era 1960-an, yaitu “Be My Baby”. Dirilis pada 1963, lagu yang dipimpin oleh vokal Ronnie Spector tersebut memiliki pembukaan drum yang sangat khas dan produksi musik yang megah. Lagu ini bahkan begitu berpengaruh hingga menarik perhatian musisi seperti Brian Wilson dari The Beach Boys dan John Lennon.

    Selain musiknya, penampilan The Ronettes juga menjadi bagian penting dari identitas mereka. Rambut tinggi bergaya beehive, eyeliner tebal, dan gaya busana yang glamor membuat mereka terlihat berbeda dari banyak girl group lain pada zamannya. Grup ini memang hanya aktif sekitar tujuh tahun dan tidak memiliki banyak lagu yang masuk tangga lagu, tetapi “Be My Baby” sudah cukup untuk membuat nama mereka bertahan.

  3. 3. Martha and the Vandellas

    Martha and the Vandellas.
    Martha and the Vandellas (facebook.com/Martha and the Vandellas)

    Sebelum menjadi penyanyi utama, Martha Reeves justru bekerja sebagai sekretaris di Motown. Kesempatannya muncul ketika ia diminta membantu mengisi vokal latar untuk rekaman Marvin Gaye. Penampilan Reeves ternyata menarik perhatian pihak label, hingga akhirnya ia mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan grupnya dan merekam musik untuk Motown.

    Martha and the Vandellas memang harus berbagi sorotan dengan The Supremes, tetapi mereka memiliki energi yang tidak kalah kuat. Lagu seperti “(Love Is Like a) Heat Wave” dan “Dancing in the Street” menunjukkan karakter musik mereka yang lebih bersemangat dan penuh tenaga. Setelah mengalami beberapa pergantian personel, grup ini akhirnya bubar pada 1972.

  4. 4. The Dixie Cups

    The Dixie Cups.
    The Dixie Cups (sunrecords.com)

    Grup asal New Orleans ini terdiri dari dua saudara perempuan dan sepupu mereka. Pada 1964, mereka meraih kesuksesan besar lewat “Chapel of Love”, yang menduduki posisi No. 1 Billboard Hot 100 selama tiga minggu. Lagu tersebut bahkan sempat bertahan di posisi puncak ketika The Beatles juga sedang mendominasi tangga lagu. Namun, warisan The Dixie Cups tidak berhenti pada “Chapel of Love”.

    Lagu “Iko Iko” justru memiliki hubungan yang sangat kuat dengan budaya New Orleans. Lagu tersebut berkembang dari permainan musik spontan para anggota grup di sela-sela sesi rekaman, menggunakan ritme yang terinspirasi dari chant Mardi Gras Indian yang mereka kenal sejak kecil. Berbagai musisi lain juga ikut merekam versi mereka, membuat “Iko Iko” semakin dikenal lintas generasi.

  5. 5. The Shangri-Las

    The Shangri-Las.
    The Shangri-Las (Facebook.com/The Shangri-Las)

    Grup asal New York ini dikenal dengan penampilan yang lebih berani, gaya rambut besar, dan citra yang dekat dengan kisah cinta remaja penuh drama. Mereka mulai mendapatkan perhatian lewat “Remember (Walking in the Sand)”, tetapi benar-benar melejit ketika merilis “Leader of the Pack” pada 1964. Lagu tersebut menceritakan kisah cinta tragis seorang gadis dengan pengendara motor dan diakhiri dengan kecelakaan yang fatal.

    “Leader of the Pack” terasa seperti drama mini dalam bentuk lagu. Ada dialog, suara latar, efek suara motor, hingga vokal yang membuat pendengar seolah mengikuti jalan ceritanya dari awal sampai akhir. Pendekatan seperti ini membuat The Shangri-Las terlihat lebih rebel dibandingkan dengan banyak girl group sezamannya.

    Girl group era 60-an yang lagunya masih enak didengar bukan sekadar kelompok penyanyi dengan harmoni vokal yang indah. Mereka berhasil membuktikan bahwa karya mereka memiliki kualitas yang mampu melampaui berbagai era. Dari kelima grup legendaris era 60-an ini, mana yang paling ingin mereka dengarkan kembali?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More