Hadiri Indonesia Comic Con 2026, Irene Umar Soroti Cosplay dan IP Lokal

Bagi Wamenekraf Irene Umar, Indonesia Comic Con 2026 dapat menjadi panggung untuk anak muda dan pelaku ekonomi kreatif menampilkan passion, termasuk cosplayer dan komikus.
Irene menilai cosplay bukan hanya soal pakai kostum karena melibatkan berbagai pihak seperti penjahit, pembuat material, dan desainer, sehingga menggerakkan ekonomi kreatif.
Sesi B2B dan kehadiran komikus Hong Kong serta Malaysia di ICC diharapkan mempertemukan kreator Indonesia dengan pasar internasional dan meningkatkan sorotan terhadap IP lokal.
Jakarta, IDN Times – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mengaku senang dapat mendatangi acara Indonesia Comic Con (ICC) 2026 yang digelar di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (3/10/2026).
Irene mengatakan, Kementerian Ekonomi Kreatif hadir dalam acara seperti ICC dengan tujuan memastikan para pelaku ekonomi kreatif memiliki wadah untuk mengembangkan passion-nya. Selain itu, ia pun menyoroti soal cosplay hingga IP lokal Tanah Air.
1. Bagi Irene, cosplayers gak hanya soal pakai kostum

Potret Wamenekraf Irene Umar saat menghadiri Indonesia Comic Con 2026 di Jakarta, Sabtu (3/10/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Menurut Irene, gelaran ICC 2026 merupakan salah satu panggung yang bisa dimanfaatkan oleh kalangan anak muda maupun pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan passion yang mereka miliki, termasuk cosplayer hingga komikus.
Irene pun memandang aktivitas cosplay tidak sekadar soal mengenakan kostum karakter. Ia menyebut, ada berbagai pihak yang ikut terlibat di balik proses pembuatan kostum, mulai dari penjahit, pembuat material, sampai desainer. Keterlibatan banyak pihak inilah yang mendorong perputaran ekonomi kreatif.
"Mungkin orang bingung, ya, 'Ini ngapain nih pake kostum doang?' Padahal di belakang itu, mereka ada penjahit yang terlibat, ada yang buat materinya, ada yang ngedesain-nya. Mereka juga bisa menerima order untuk cosplayers dari luar negeri juga. Itu hanya cosplayer," ucapnya.
2. Irene soroti IP lokal Indonesia yang sudah mulai dikenal dunia

Potret Wamenekraf Irene Umar hadiri Indonesia Comic Con 2026 di Jakarta, Sabtu (3/10/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Selain cosplayer, Irene turut menyoroti komikus dan IP lokal. Menurutnya, kehadiran sesi B2B meetings di ICC 2026 dapat mempertemukan kreator dengan pihak yang sedang mencari ilustrator dan IP lokal. Terlebih lagi, ia pun menilai IP Indonesia kini sudah mulai dikenal sampai ke kancah global.
"Belum lagi dengan komikus. Di sini diadakan B2B meetings, kenapa? Karena di luar sana banyak banget yang mencari ilustrator-ilustrator dan IP-IP lokal Indonesia, dan IP lokal Indonesia sudah mulai dikenal dari regional sama dunia," tambahnya.
Lebih lanjut, Irene berharap ICC di masa mendatang dapat lebih banyak menghadirkan peserta cosplay yang bukan hanya menampilkan karakter dari IP luar, tapi juga IP lokal yang diharapkan dapat mendunia.
"Harapan saya ke depannya akan lebih banyak lagi peserta cosplays yang ada di hadapan kita, bukan hanya dari IP luar, tapi juga akan hadir 'Spider-Man-Spider-Man' lokal yang bisa mendunia. Toh yang dari luar, Hong Kong sama Jepang, sudah ada di sini, kenapa gak kita menunjukkan (IP lokal) ada apa saja," ujar Irene.
3. Hadirnya komikus luar diharapkan dapat buka kesempatan karya lokal dikenal

Potret opening Indonesia Comic Con 2026 di Jakarta, Sabtu (3/10/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Sementara itu, Andita Tirtawisata selaku Director Panorama Media menjelaskan, ICC 2026 juga melakukan kolaborasi secara internasional. Tahun ini, ia menyebut ICC bekerja sama dengan negara lain seperti Hong Kong dan Malaysia lewat kehadiran para komikus dari dua negara tersebut.
Menurut Andita, kedatangan komikus luar negeri diharapkan dapat membuka kesempatan untuk mengenalkan karya buatan kreator Indonesia di mata internasional. Hal tersebut sejalan dengan harapan mereka agar IP lokal bisa dikenal luas.
"Tahun depan sebenarnya visi-misinya tetap sama, memajukan IP lokal Indonesia. Jadi, penginnya dengan adanya kita mengajak dari luar ke Indonesia supaya bisa kreator-kreator Indonesia dilihat dari Hong Kong maupun Jepang, Malaysia. Dengan harapannya, IP lokal juga tetap naik karena namanya 'Indonesia Comic Con', (IP) Indonesia tetap harus ke-highlight," pungkasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















