Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hanung Bramantyo Spill Konsep Negeri Dongeng di Film Oki & Nirmala
Hanung Bramantyo setelah konferensi pers project & cast announcement "Oki & Nirmala" di Bajawa Kemang, Jakarta, Sabtu (22/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Jakarta, IDN Times - Setelah menemani imajinasi anak-anak Indonesia melalui Majalah Bobo sejak tahun 1973, Oki dan Nirmala akhirnya hadir dalam bentuk film layar lebar. Oki & Nirmala (2027) dipercayakan kepada sutradara Hanung Bramantyo, yang membawa tantangan besar untuk menerjemahkan Negeri Dongeng ke dalam bahasa visual.

Menariknya, Hanung tidak ingin Negeri Dongeng dalam film ini sekadar mengikuti gambaran dunia fantasi yang selama ini identik dengan kehidupan Eropa. Ia justru ingin menghadirkan dunia dongeng yang terasa lebih dekat dengan budaya dan alam Indonesia.

1. Hanung ungkap tantangan adaptasi Negeri Dongeng ke layar lebar

Hanung Bramantyo setelah konferensi pers project & cast announcement "Oki & Nirmala" di Bajawa Kemang, Jakarta, Sabtu (22/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Hanung Bramantyo menyadari bahwa mengadaptasi Oki & Nirmala bukan pekerjaan mudah. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menerjemahkan Negeri Dongeng yang selama ini hanya dikenal melalui ilustrasi Majalah Bobo ke dalam bentuk dunia yang hidup di layar lebar.

Menurut Hanung, film fantasi membutuhkan pendekatan yang berbeda karena seluruh dunia di dalamnya harus dibangun dengan detail. Mulai dari lingkungan, desain visual, hingga bagaimana karakter-karakternya hidup di dalam Negeri Dongeng.

"Emang sebenarnya yang paling sulit adalah bagaimana kita menerjemahkan Negeri Dongeng di sini. Tapi yang paling penting, yang harus saya katakan ke teman-teman semuanya, tidak banyak film yang seperti ini," ujar Hanung saat konferensi pers di Bajawa Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Dari situ, Hanung tidak ingin sekadar memindahkan Negeri Dongeng dari halaman Majalah Bobo ke layar lebar. Ia ingin mencari interpretasi baru yang tetap menghormati identitas Oki dan Nirmala, tetapi juga bisa terasa relevan bagi penonton Indonesia.

2. Hanung melihat desain Negeri Dongeng di Majalah Bobo sangat Eropa

Hanung Bramantyo setelah konferensi pers project & cast announcement "Oki & Nirmala" di Bajawa Kemang, Jakarta, Sabtu (22/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Sutradara 50 tahun itu kemudian menyoroti bagaimana Negeri Dongeng dalam ilustrasi Majalah Bobo memiliki nuansa Eropa yang cukup kental. Gambaran tersebut menurutnya secara tidak langsung membentuk persepsi tentang seperti apa sebuah negeri dongeng.

Padahal, bagi Hanung, konsep tersebut bisa dikembangkan lebih jauh. Ia tidak ingin anak-anak Indonesia justru menganggap bahwa dunia dongeng harus selalu memiliki bentuk seperti negeri-negeri di Eropa.

"Nah, tantangan ini adalah bagaimana kita menerjemahkan sebuah Negeri Dongeng, bagaimana Negeri Dongeng yang ada di Majalah Bobo itu Negeri Dongeng yang sangat Eropa. Itu pada saat saya baca waktu itu, saya pikir Negeri Dongeng adalah Eropa," ucapnya.

Hanung bahkan bercanda bahwa dirinya tidak ingin konsep tersebut membuat anak-anak menganggap Eropa sebagai satu-satunya tempat yang memiliki dunia penuh keajaiban. Baginya, Indonesia juga pantas disebut Negeri Dongeng.

"Saya tidak mau anak saya melihat Negeri Dongeng adalah Eropa. Takutnya ngajak plesirnya (liburan) ke Eropa gitu, lho," katanya sembari tertawa.

3. Ingin buat Negeri Dongeng yang "lebih" Indonesia

Hanung Bramantyo setelah konferensi pers project & cast announcement "Oki & Nirmala" di Bajawa Kemang, Jakarta, Sabtu (22/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Konsep tersebut kemudian membawa Hanung pada gagasan untuk menciptakan Negeri Dongeng yang memiliki identitas Indonesia. Ia membayangkan dunia Oki dan Nirmala sebagai tempat yang tidak harus jauh dan asing, tetapi justru bisa terasa familiar bagi penonton Tanah Air.

"Makanya saya ubah, 'Oh, Negeri Dongeng-nya, itu negeri yang kita punya. Kadang-kadang kan, kalau kita ke Raja Ampat gitu, kita selalu melihat, 'Ya ampun, ini ex-surga ya'," tuturnya.

Hanung mengaku banyak terinspirasi oleh kondisi alam dan destinasi wisata Indonesia yang menurutnya sudah memiliki karakter fantastis. Lanskap pegunungan, perbukitan, hingga wilayah yang berada di atas awan bisa menjadi bagian dari imajinasi Negeri Dongeng versi film.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak tempat dengan pemandangan yang begitu eksotis hingga terasa seperti tidak nyata. Karena itu, ia ingin menjadikan keindahan tersebut sebagai bagian dari identitas dunia Oki dan Nirmala.

"Indonesia itu emang indah sekali, ketika dirawat dengan baik," pungkas Hanung.

Film Oki & Nirmala sendiri dibintangi oleh Tissa Biani sebagai Nirmala, Azamy Syauqi sebagai Oki, Rey Bong sebagai Azka, Titi Kamal sebagai Ratu Bidadari, Dea Panendra sebagai Pipiyot, Anjasmara sebagai Peri Putih, serta sejumlah pemain lainnya. Film produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment bersama Grid Network-KG Media ini baru akan mulai syuting, dengan target tayang di bioskop pada 2027.

Editorial Team

Related Article