Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ICE Dukung Kreator Hyperlocal Lewat Yogyakarta Creator Conference 2026 Bersama Ambarrukmo
Yogyakarta Creator Conference (dok. Ambarrukmo)

  • ICE dan Ambarrukmo menggelar Yogyakarta Creator Conference 2026 untuk mempertemukan kreator hyperlocal dengan peluang industri, jejaring, dan pengembangan talenta.

  • Diskusi menekankan creator economy kini berorientasi pada dampak ekonomi, budaya, sosial, kolaborasi berkelanjutan, serta ekosistem.

  • Kreator lokal didorong mengangkat budaya dan pariwisata Yogyakarta, sementara workshop CapCut memberi praktik editing serta challenge video untuk mengasah kemampuan produksi konten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan creator economy membuka peluang bagi kreator untuk menghasilkan konten yang mampu menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis, budaya, dan komunitas di daerah. Melihat peluang tersebut, ICE (Indonesia Creative Economy), sebagai salah satu unit bisnis dari IDN, terus mendorong pengembangan ekosistem kreator melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi.

Salah satunya diwujudkan melalui Yogyakarta Creator Conference 2026, kolaborasi ICE bersama Ambarrukmo yang digelar di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Sabtu (22/08/2026). Mengusung tema “Creator Economy 3.0: From Influence to Impact – Where The Creator Drive Business, Culture and Community”, acara ini menjadi ruang bagi kreator untuk mendapatkan insight, membangun koneksi, serta melihat lebih jauh peluang creator economy di tingkat lokal.

1. ICE dorong kreator hyperlocal untuk tumbuh dan berdampak

pengisi Yogyakarta Creator Conference (dok. Ambarrukmo)

Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif, ICE berperan dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif melalui kolaborasi, pengembangan talenta, serta menciptakan ruang bagi pelaku kreatif untuk terhubung dengan berbagai peluang di industri. Melalui inisiatifnya, ICE mencoba mendukung kreator mengembangkan karya, membangun jejaring, dan menciptakan dampak lebih luas.

ICE melihat kreator lokal memiliki peran penting dalam mengangkat kekayaan cerita, budaya, dan karakter daerah. Berkat kedekatannya dengan komunitas setempat, kreator hyperlocal mampu menghadirkan konten yang relevan dan lebih dekat dengan audiens.

Melalui Yogya Creator Conference 2026, ICE bersama Ambarrukmo menghadirkan ruang yang mempertemukan kreator dengan berbagai kebutuhan industri. Tidak hanya membahas bagaimana membangun audiens, acara ini juga mengajak peserta memahami bagaimana kreativitas dapat berkembang menjadi peluang bisnis sekaligus memberikan dampak bagi komunitas maupun lingkungan sekitar.

2. Creator economy tak lagi mengejar views, tapi juga punya pengaruh bagi sekitar

peserta Yogyakarta Creator Conference (dok. Ambarrukmo)

Sesi talkshow dalam rangkaian Yogyakarta Creative Conference 2026 bertajuk “Creator Economy 3.0: From Influence to Impact” menghadirkan Hana Novitriani, Vice President (VP) ICE; GKR Bendara, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY; dan Agung Karmalogy, Content Creator, dengan Agnes Marhilo sebagai MC.

Diskusi membahas bagaimana kreator dapat berkembang dari sekadar pembuat konten menjadi bagian dari ekosistem yang mampu menciptakan nilai ekonomi, budaya, dan sosial. Beberapa perubahan yang menjadi sorotan meliputi from audience to community, from influence to impact, from creators to economic catalysts, from campaigns to ecosystems, serta from virality to sustainability.

Dengan perubahan tersebut, keberhasilan kreator tidak hanya dilihat dari jumlah followers, views, atau viralitas sebuah konten. Kemampuan membangun komunitas yang loyal, menciptakan kolaborasi jangka panjang, serta memberikan dampak nyata menjadi bagian penting dari perkembangan creator economy.

3. Peran kreator dalam mengangkat cerita dan budaya lokal

talkshow Yogyakarta Creator Conference (dok. Ambarrukmo)

Dalam sesi talkshow, GKR Bendara turut membahas peran kreator lokal dalam mengenalkan budaya dan pariwisata Yogyakarta. Kreator dapat mengemas kekayaan lokal sesuai dengan gaya storytelling mereka sehingga audiens mudah memahami dan mengapresiasi nilai di baliknya.

Salah satu topik yang disinggung adalah Wonderful Indonesia Gastronomy yang akan hadir di Yogyakarta pada September 2026. Gastronomi bukan hanya soal makanan, tetapi juga mencakup cerita tentang budaya, sejarah, tradisi, dan masyarakat yang ada di baliknya.

Hal ini menunjukkan bahwa kreator bisa mengangkat potensi daerah melalui cerita menarik. Dengan begitu, konten yang dibuat tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mengajak audiens untuk lebih mengenal dan menghargai budaya serta kekayaan Yogyakarta.

4. Asah kemampuan content creation lewat workshop CapCut

workshop CapCut di Yogyakarta Creator Conference (dok. Ambarrukmo)

Tak berhenti pada diskusi, Yogyakarta Creator Conference 2026 juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan produksi konten melalui workshop “Free the Feed: How CapCut Empowers Creators to Level Up Their Content”. Workshop tersebut menghadirkan Erniati, Creator CapCut, dan Indira Naratisa selaku Content Operations Manager CapCut yang dikemas secara interaktif melalui sesi berbagi insight, praktik editing, dan challenge membuat video.

Dalam sesi praktik “Edit Like a Pro”, peserta berkesempatan mencoba berbagai fitur dan tools CapCut untuk mengolah ide menjadi konten menarik. Peserta juga mengikuti challenge membuat satu video pendek sehingga dapat langsung menerapkan materi yang disampaikan sekaligus mengasah kreativitasnya.

5. Kreator siap berkarya lebih jauh melalui Yogyakarta Creator Conference

Agung Karmalogy di Yogyakarta Creator Conference (dok. Ambarrukmo)

Yogyakarta Creator Conference 2026 menjadi salah satu ruang kolaborasi yang mempertemukan kreator, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk melihat peluang creator economy dari perspektif lebih luas. Melalui talkshow dan workshop yang telah digelar, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga kesempatan mengembangkan keterampilan dan membangun koneksi. Bagi ICE, kolaborasi seperti ini menjadi bagian dari upaya untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem kreator, termasuk kreator hyperlocal yang memiliki kedekatan dengan cerita serta budaya daerahnya.

Meski Yogyakarta Creator Conference 2026 telah berakhir, tetapi perjalanan para kreator untuk terus berkarya dan menciptakan impact masih berlanjut. Nantikan kolaborasi dan keseruan berikutnya dari Yogyakarta Creator Conference, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article