Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jalan 30 Tahun Bersama, Enda UNGU: Berantem Harus, tapi Jangan Bubar!

3 min read
Jalan 30 Tahun Bersama, Enda UNGU: Berantem Harus, tapi Jangan Bubar!
UNGU pada Selasa (6/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Jakarta, IDN Times - Memasuki tiga dekade perjalanan berkarier, band Ungu masih mempertahankan formasi dan kebersamaan mereka. Kekompakan itu tetap terjaga walau setiap personel memiliki kesibukan dan aktivitas lain di luar musik. Mulai dari Pasha yang menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2024–2029 hingga Oncy yang berbisnis properti.

Punya jalan karier solo, Enda lalu mengungkapkan bagaimana setiap anggota mampu menjaga kebersamaan mereka. Apalagi, aktif di bidang yang berbeda-beda. Rahasia dapur untuk bisa kompak dibagikan dalam konferensi pers konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang diadakan di kawasan Sudirman, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026). Simak selengkapnya!

  1. 1. Enda ungkap para personel Ungu prioritaskan band terlebih dahulu

    Enda Ungu pada Selasa (6/10/2026)
    Enda Ungu pada Selasa (6/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Enda mengatakan, para personel Ungu gak pernah merasa khawatir dengan berbagai aktivitas yang mereka jalani di luar band. Mulai dari terjun ke politik hingga menjalani bisnis, masing-masing anggota memang memiliki kesibukan lain. Namun, pembahasan mengenai profesi atau pekerjaan di luar Ungu lebih banyak ditangani oleh manajemen.

    “Kita tidak pernah khawatir kita punya side (kerja). Kita benar-benar menyakini bahwa kita berlima percaya bahwa Ungu itu tetap menjadi yang utama di dalam kehidupan karier kita berlima. Itu aja sih sebenarnya. Untuk yang lain-lain kita gak terlalu banyak ngomongin,” ujar Enda.

    Menurut sang gitaris, mereka secara tidak langsung membentuk sistem yang membuat setiap personel memiliki sense of belonging terhadap Ungu seiring berjalannya waktu. Hal tersebut menjadi salah satu prinsip yang terus mereka pegang selama berkarier.

    "Kita berlima punya cita-cita yang sama, pengin bermain musik, bekerja di hobi yang sama. Hobi yang akhirnya jadi pekerjaan dan insya Allah jadi rezeki buat kita, bisa merubah hidup kita berlima. Dan pada akhirnya kita patuh pada peraturan dan secara tidak sengaja akhirnya kita menciptakan sistem, dan sistem itu yang kita anut sampai sekarang. Bahwa band punya harus sense of belonging terhadap band-nya," jelas Enda.

  2. 2. Enda ungkap masa-masa bertengkar harus ada, tetapi tidak boleh bubar

    Enda Ungu pada Selasa (6/10/2026)
    Enda Ungu pada Selasa (6/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Pemilik nama lengkap Franco Wellyjat Medjaya Kusumah ini juga mengganggap selisih paham antarpersonel merupakan hal yang wajar. Namun, satu hal yang menurutnya gak boleh terjadi adalah keputusan untuk membubarkan Ungu. Apalagi, mereka sudah jalan 30 tahun bersama-sama.

    “Mungkin memaknai 30 tahun ini ya satu hal di dalam dan pribadi aku berpikir bahwa insya Allah Allah ngasih kita umur panjang terus. Mungkin kita masih bisa bersama berlima. Bisa bertemu terus-menerus itu udah lebih dari cukup. Kita tidak pernah memikirkan sistemnya seperti apa. Insya Allah band ini ada terus. Berantem harus, tapi jangan bubar,” ujar Enda.

  3. 3. Pasha sebut Ungu jadi tempat para personel menjadi diri sendiri

    Pasha UNGU pada Selasa (6/10/2026)
    Pasha UNGU pada Selasa (6/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Sementara itu, Pasha Ungu melihat perjalanan 30 tahun tersebut sebagai ruang bagi kelima personel untuk tetap menjadi diri sendiri. Para personel memang sudah memiliki kesibukan masing-masing di luar band. Meski begitu, mereka menjadikan Ungu sebagai tempat ternyamannya.

    “Ungu hari ini tentu masing-masing punya punya cara berpikir sendiri-sendiri. Menjalankan hidupnya masing-masing. Tapi as a group, secara kolektif, kita selalu membangun aura-aura yang bahagia aja di tengah-tengah band kita. Justru di band inilah kita bisa menjadi diri sendiri. Kita meletakkan semua kesibukan kita di luar,” tegas Pasha Ungu.

    Merayakan tiga dekade berkarier, mereka pun akan menggelar konser bertajuk "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" pada tanggal 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Hingga kini, tersisa dua kategori lagi yang tiketnya masih tersedia di situs resmi TipTip. Mereka pun akan tampil bersama Rossa, Lesti Kejora, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More