Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Duet Sama Isyana, Jason Ranti: Kayak Mariah Carey x Pengamen Jalanan

4 min read
Duet Sama Isyana, Jason Ranti: Kayak Mariah Carey x Pengamen Jalanan
listening session “Dogs Are Always True” di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Produser Lafa Pratomo mempertemukan Isyana Sarasvati dan Jason Ranti dalam “Dogs Are Always True”, salah satu dari enam lagu EP kolaboratif Garis Tegak.
  • Jason sempat meragukan duet karena perbedaan karakter, tetapi Lafa melihat kesamaan cara berpikir keduanya; Isyana menilai proses dan hasil kolaborasi terasa alamiah.
  • Pada pertemuan pertama, Jason menulis bahan lirik setelah 10–15 menit. Lagu dikembangkan bersama melalui beat, melodi Isyana, dan piano, lalu siap rilis 3 November 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Produser musik sekaligus komposer Lafa Pratomo mempertemukan Isyana Sarasvati dan Jason Ranti dalam lagu “Dogs Are Always True”. Karya tersebut menjadi bagian dari EP kolaboratif Garis Tegak, proyek yang digarap Lafa bersama 12 musisi Indonesia dalam enam lagu.

Di balik kolaborasinya sama Isyana, Jason Ranti ternyata sempat merasa ragu. Hal tersebut diungkap oleh Lafa dalam listening session “Dogs Are Always True” di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026). Mendengar cerita tersebut, Jason pun hanya merespons dengan senyuman. Lantas, apa yang membuat Jason sempat meragukan kolaborasinya dengan Isyana?

  1. 1. Lafa Pratomo ungkap Jason Ranti sempat ragu duet sama Isyana Sarasvati, berasa kayak Mariah Carey x pengamen jalanan

    Suasana listening session “Dogs Are Always True” di Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu, 28 Oktober 2026.
    listening session “Dogs Are Always True” di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Dalam listening session yang berlangsung sekitar 50 menit, Lafa Pratomo bercerita bahwa awalnya, Jason Ranti sempat merasa ragu saat akan dipasangkan dengan Isyana Sarasvati karena merasa memiliki karakter yang sangat berbeda. Bahkan, menurut Lafa, saat itu Jason sampai mengibaratkan kolaborasi tersebut seperti menyatukan Mariah Carey dengan pengamen jalanan.

    “Jadi, sehari sebelum workshop, Jason nelpon aku panjang sekali sampai dua jam kita ngobrol, dia bilang, ‘Kamu yakin mau menyatukan aku dengan Isyana? Apa yang ada di pikiran kamu?’ Dia butuh assurance dari aku bahwa ini memang kolaborasi yang aku inginkan. Terus dia bilang, ‘Kamu tuh seperti menyatukan Mariah Carey dan pengamen jalanan,’” kata Lafa Pratomo, Rabu (28/10/2026).

    Jason Ranti yang turut hadir dalam listening session tersebut hanya tersenyum mendengar cerita sang produser. Lafa kemudian melanjutkan bahwa ia terus berusaha meyakinkan Jason hingga kolaborasi mereka terwujud.

    Sesuai ekspektasi Lafa, keraguan Jason Ranti itu tidak menghalangi proses kolaborasi mereka. Di sisi lain, setelah bertemu dan mulai bekerja bersama, Isyana justru merasa senang dengan hasilnya. Ia pun berterima kasih kepada Lafa karena telah mempertemukannya dengan Jason.

    “Aku mau berterima kasih juga buat Lafa kayak bisa kepikiran nyatuin aku sama Jeje, ternyata seru banget hasilnya. Bener-bener yang menurut aku alamiah banget. Lagunya benar-benar gak pakai rumus, rasanya merdeka, bebas aja. Jadi menarik menarik banget,” kata Isyana.

  2. 2. Alasan Lafa Pratomo satukan Isyana Sarasvati dan Jason Ranti

    Suasana listening session “Dogs Are Always True” di Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu, 28 Oktober 2026.
    listening session “Dogs Are Always True” di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Keputusan Lafa Pratomo untuk mempertemukan Isyana Sarasvati dan Jason Ranti bukan tanpa alasan. Kepada IDN Times, Lava sebagai produser mengaku melihat adanya kesamaan dalam cara berpikir keduanya, meskipun mereka memiliki karakter musikal yang berbeda.

    “Pertimbangan utamanya karena aku merasa mereka punya keunikan dan keanehan yang sama. Jadi, bakal seru banget. Mereka punya keunikan yang sama dari cara mereka berpikir,” lanjut Lafa.

    Lafa menjelaskan lebih lanjut bahwa sebelumnya, ia sudah pernah bekerja sama dengan Isyana dan cukup sering menghabiskan waktu bersama Jason. Dari pengalaman tersebutlah, ia meyakini bahwa kolaborasi mereka dapat menghasilkan karya yang menarik.

  3. 3. Pertemuan pertama langsung hasilkan lagu “Dogs Are Always True”

    Suasana listening session “Dogs Are Always True” di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Oktober 2026.
    listening session “Dogs Are Always True” di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Menariknya, meski sempat merasa ragu, Jason justru langsung menuangkan idenya saat pertemuan pertama mereka bertiga. Menurut Lafa, setelah mengobrol sekitar 10–15 menit, Jason tiba-tiba meminta kertas dan pulpen, lalu menuliskan pemikirannya yang kemudian menjadi bahan lirik lagu “Dogs Are Always True”.

    “Saat workshop, mereka bertemu dan mulai mengobrol untuk saling mengenal. Setelah sekitar 10–15 menit, Jason tiba-tiba meminta kertas dan pulpen, lalu mulai menulis. Aku melihat tulisannya seperti esai panjang banget dan tulisan itu yang kemudian menjadi lirik lagu ini,” ungkap Lafa.

    Sebagai respons, Lafa menerjemahkan tulisan Jason tersebut ke dalam musik dengan membuat beat. Mereka mengembangkan lirik menggunakan pendekatan seperti rap atau berceloteh, melakukan beberapa penyesuaian, dan mencari bagian chorus yang cocok. Isyana pun turut berkontribusi dengan menawarkan melodi, sementara bagian bridge terbentuk setelah Lafa memintanya untuk memainkan piano dengan pendekatan yang sedikit berbeda.

    “Jadi, pada hari itu, satu bagian lagu langsung terbentuk. Di tengah prosesnya, kami merasa perlu menambahkan bagian lain. Aku meminta Isyana memainkan piano dengan pendekatan yang sedikit berbeda, agak seperti jampi-jampi. Dari situ, terbentuk bagian bridge yang kemudian ditutup dengan dua bagian speech.”

    Menurut Lafa, proses kreatif “Dogs Are Always True” tersebut hanya memerlukan dua kali workshop dan siap dirilis pada 3 November 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More