listening session “Dogs Are Always True” di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Menariknya, meski sempat merasa ragu, Jason justru langsung menuangkan idenya saat pertemuan pertama mereka bertiga. Menurut Lafa, setelah mengobrol sekitar 10–15 menit, Jason tiba-tiba meminta kertas dan pulpen, lalu menuliskan pemikirannya yang kemudian menjadi bahan lirik lagu “Dogs Are Always True”.
“Saat workshop, mereka bertemu dan mulai mengobrol untuk saling mengenal. Setelah sekitar 10–15 menit, Jason tiba-tiba meminta kertas dan pulpen, lalu mulai menulis. Aku melihat tulisannya seperti esai panjang banget dan tulisan itu yang kemudian menjadi lirik lagu ini,” ungkap Lafa.
Sebagai respons, Lafa menerjemahkan tulisan Jason tersebut ke dalam musik dengan membuat beat. Mereka mengembangkan lirik menggunakan pendekatan seperti rap atau berceloteh, melakukan beberapa penyesuaian, dan mencari bagian chorus yang cocok. Isyana pun turut berkontribusi dengan menawarkan melodi, sementara bagian bridge terbentuk setelah Lafa memintanya untuk memainkan piano dengan pendekatan yang sedikit berbeda.
“Jadi, pada hari itu, satu bagian lagu langsung terbentuk. Di tengah prosesnya, kami merasa perlu menambahkan bagian lain. Aku meminta Isyana memainkan piano dengan pendekatan yang sedikit berbeda, agak seperti jampi-jampi. Dari situ, terbentuk bagian bridge yang kemudian ditutup dengan dua bagian speech.”
Menurut Lafa, proses kreatif “Dogs Are Always True” tersebut hanya memerlukan dua kali workshop dan siap dirilis pada 3 November 2026.