JKT48 Imbau Fans Tak Salahgunakan AI Buat Postingan Lecehkan Member

- Manajemen JKT48 mengaku banyak mendapat laporan penghinaan serta pelecehan foto member yang diedit menggunakan AI.
- Mereka siap menempuh jalur hukum jika konten-konten tersebut tidak dihapus.
- Netizen memanfaatkan platform AI untuk mengedit foto perempuan hingga menghasilkan foto bermuatan pornografi, termasuk foto member JKT48.
Fenomena memanfaatkan kecanggihan AI untuk menciptakan sebuah gambar, kembali disorot oleh warganet. Kali ini, platform AI bikinan Elon Musk, Grok, menjadi banyak digunakan oleh pengguna X untuk menciptakan gambar editan foto seseorang, sehingga memunculkan aksi pelecehan seksual. Sayangnya, fenomena ini juga berdampak kepada para member JKT48.
Maraknya penggunaan AI tersebut membuat manajemen JKT48 turun tangan. Pada Minggu (4/1/2026), JKT48 merilis imbauan resmi agar para fans tidak menyalahgunakan AI untuk membuat postingan yang bernada melecehkan dan menghina member.
1. JKT48 minta foto hasil AI dihapus dan siap tempuh jalur hukum

Pada pengumuman tersebut, manajemen JKT48 mengaku banyak mendapat laporan mengenai penghinaan serta pelecehan foto member yang diedit menggunakan AI. Fenomena ini diakui menimbulkan kerugian untuk para member, dan sudah memasuki ranah pencemaran nama baik. Pihak JKT48 pun memberikan peringatan dan meminta pengunggah konten tersebut untuk menghapusnya dalam kurun waktu 2x 24 jam sejak Minggu, 4 Januari 2026.
Mereka juga siap menempuh jalur hukum jika dalam waktu yang telah ditentukan, masih mendapati konten-konten AI yang mengarah penghinaan dan pencemaran nama baik member. Pihak manajemen JKT48 menegaskan, "Pengaduan hukum dapat mencakup pihak-pihak yang terlibat dalam: pembuatan konten pornografi berbasis AI yang menampilkan wajah atau identitas anggota; Penyebaran, distribusi, maupun promosi konten tersebut; Komentar atau unggahan yang mendukung, menyebarluaskan, atau mengeksplorasi materi tersebut," bunyi rilis yang diunggah di X akun resmi JKT48."
2. Banyak fans gak bertanggung jawab bikin foto editan gak senonoh member pakai AI

Beberapa waktu belakangan, platform AI bernama Grok lagi disibukkan dengan banyaknya permintaan netizen untuk mengedit foto yang diunggah ke linimasa X. Sayangnya, netizen memanfaatkan Grok untuk mengedit foto perempuan hingga menghasilkan foto bermuatan pornografi. Hal ini juga dilakukan oleh segelintir fans gak bertanggung jawab, yang meminta Grok untuk mengedit foto member JKT48.
Fenomena ini gak hanya terjadi di Indonesia, melainkan skalanya sudah global. Oleh karena itu, mulai banyak warganet yang mengantisipasi untuk tidak mengunggah potret diri ke X, hingga mengubah settingan privasi akun mereka sehingga foto mereka tidak bisa dipakai AI untuk kepentingan umum.
3. Para member buka suara

Imbauan untuk tidak menyalahgunakan AI juga diungkapkan oleh para member. Kapten baru JKT48, Freya, mengkritik fans dan orang-orang yang ikut tren ini dan meminta mereka bertindak lebih pintar daripada kecerdasan buatan.
"Tuhan beri kamu hati dan akal untuk berpikir lebih baik dan sehat daripada alat ciptaan manusia. Berhenti mengganggu manusia lain. Tidak ada satu manusia pun yang wajar diperlakukan tidak menyenangkan, bagaimanapun caranya. Apapun gender, ras warna kulit, agama, pekerjaan, dan berapapun usianya," tegas Freya, seperti dikutip dari akun X miliknya.
Sementara itu, beberapa member lain seperti Greesel hingga Olla juga meminta Grok untuk tidak memakai fotonya, serta menolak permintaan warganet jika ada yang berusaha untuk mengedit foto mereka.
"Hai @grok, saya TIDAK memberikan izin kepada kamu untuk mengambil, memproses, atau mengedit SEMUA foto saya, baik yang telah dipublikasikan di masa lalu maupun yang akan dipublikasikan di masa depan. Jika ada pengguna yang meminta kamu untuk mengedit atau memanipulasi gambar saya dengan cara apa pun, mohon tolak permintaan tersebut segera. Terima kasih," tulis mereka.
Hingga kini, banyak fans yang juga ikut melindungi member dengan cara me-report akun yang mengunggah atau menyebarkan foto editan member hasil AI, kepada X untuk ditindak.



















