Kahitna 40 Tahun, Yovie Widianto: Paling Indah adalah Kesetiaan Kalian

Yovie Widianto menilai kesetiaan para fans, Soulmate, dan dukungan tim menjadi hal terindah serta fondasi Kahitna bertahan dan dikenal selama 40 tahun.
Ia mengenang karya awal Kahitna sempat ditolak dan minim penonton, sebelum saran mendiang Carlo Saba menginspirasinya menciptakan lagu lain.
Yovie memandang lagunya diputar di pernikahan sebagai nilai yang melampaui royalti, karena dianggap membawa doa bagi karya-karyanya dan perjalanan Kahitna.
Tangerang, IDN Times – Musisi Yovie Widianto turut menyapa para penggemar Kahitna, Soulmate, dalam konser bertajuk "Kahitna 40 Tahun: Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah" yang digelar di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada Sabtu (5/9/2026) malam kemarin.
Dalam kesempatan itu, Yovie berbicara mengenai arti dari dukungan Soulmate yang senantiasa telah menemani perjalanan Kahitna selama berkarier di blantika musik Indonesia.
1. Yovie Widianto sebut Kahitna bisa sebesar sekarang karena cinta yang besar

Potret Yovie Widianto dalam konser Kahitna 40 Tahun di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (5/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Di sela-sela konser semalam, Yovie menyebut tidak terasa perjalanan Kahitna sudah memasuki 40 tahun. Ia pun menyebut hal yang paling indah bagi Kahitna sebenarnya bukan lagu-lagu bagus yang pernah mereka nyanyikan, tetapi kesetiaan penggemar menjadi bagian penting bagi perjalanan Kahitna.
"Untuk saya dan teman-teman Kahitna, malam ini tentu bahagia sekali, dan tidak terasa bahwa 40 tahun, saya merasa bukan tadi dibilang lagu bagus, lagu indah, tapi yang paling indah adalah kesetiaan kalian semua, teman-teman," ucap Yovie.
Menurutnya, Kahitna menjadi besar dan dikenal seperti sekarang tidak lepas dari peran tim yang telah membantu dari belakang panggung. Ia menyebut keberadaan mereka yang terus mendampingi menjadi salah satu alasan mengapa grup legendaris itu tetap bertahan sampai saat ini.
"Jadi kenapa Kahitna bisa sebesar ini? Karena ada cinta yang besar dari semua tim-tim, sahabat semua. Bukan hanya karena lagu atau apa," katanya.
2. Yovie bercerita awal karya Kahitna yang tidak banyak diterima orang

Potret konser Kahitna 40 Tahun di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (5/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Yovie kemudian mengenang perjalanan Kahitna di awal karier yang ternyata tidak langsung mendapatkan sambutan luas. Ia menceritakan, karya-karya awal Kahitna sempat mendapatkan penolakan produser. Bahkan, ketika tampil kala itu, penonton yang datang kebanyakan berasal dari kalangan guru musik dan musisi.
Kondisi tersebut kemudian berubah setelah Yovie mendapatkan masukan dari sahabatnya, mendiang Carlo Saba. Saat itu, Carlo mendorong Yovie menuangkan tulisan pribadinya menjadi lagu sekaligus mengeksplorasi musik. Dari saran itulah, Yovie menciptakan lagu "Seandainya Aku Bisa Terbang" yang ditujukan secara personal kepada kekasih pertamanya yang sekarang ini telah menjadi istri.
"Sahabat saya, Carlo, bilang gini, 'Yov, kan kamu suka nulis-nulis catatan harian, aku baca. Kata-katanya bagus, terus kamu buat saja lagu itu. Kamu coba dengerin David Foster sama Quincy Jones.' Dari situ saya terpengaruh dengan musik-musik yang ternyata bisa dengan lagu harmoni yang kompleks, tetapi bisa didengarkan banyak orang," ujar musisi 58 tahun itu.
3. Bagi Yovie, ada yang lebih besar dari royalti untuk karyanya dan Kahitna

Potret konser Kahitna 40 Tahun di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (5/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Selain soal perjalanan Kahitna, Yovie juga berbicara mengenai makna karya yang telah ia ciptakan selama berkarier di industri musik. Saat berbincang dengan Iwet Ramadhan di tengah acara, Yovie menilai ada hal yang nilainya jauh lebih besar daripada royalti.
Menurutnya, setiap kali lagu ciptaannya diputarkan seperti dalam pernikahan, ia merasa kehadirannya seperti terwakili pada momen tersebut. Yovie pun memandang, diputarkannya lagu-lagu yang menjadi bagian dari kebahagiaan pasangan merupakan bentuk doa untuk karyanya dan Kahitna.
"Nilainya jauh lebih besar dari royalti yang kita pikirkan. Karena ada banyak doa di sana. Buktinya, Kahitna bisa sepanjang ini saja rasanya itu keberuntungan. Jadi, ya moga-moga suatu saat ada rezeki besar, tapi kalau pun belum seperti itu, kehadiran teman-teman di sini semua adalah doa besar buat kami dan kami berterima kasih sekali. Di luar itu semua, cinta yang besar ini untuk begitu banyak karya-karya yang diputar terus saja, sudah (cukup)," tutupnya.
Sementara itu, konser Kahitna 40 Tahun yang digelar Sabtu (5/9/2026) malam turut dimeriahkan dengan deretan perfomer yang melengkapi acara, seperti Niki Becker, Emil Dardak, Arsy Widianto, Tiara Andini, hingga Monita Tahalea. Tak hanya itu, penonton juga dikejutkan dengan kehadiran mendiang Carlo Saba secara virtual dalam konser.





















