5 Karakter Anime yang Mengalami Dilema Landak, Kenapa?

Shinji Ikari menjaga jarak dari orang lain karena takut disakiti.
Guts menjauh karena kutukan Brand of Sacrifice dapat membahayakan orang lain.
Rei Kiriyama menarik diri karena merasa dirinya membawa kesialan bagi orang terdekat.
Dilema landak pertama kali disebut oleh Arthur Schopenhauer, salah satu filsuf terkenal di dunia. Istilah ini kemudian dipopulerkan oleh Sigmund Freud. Disebut dilema landak karena pada musim dingin, para landak ingin berdekatan, tetapi mereka harus menjaga batas aman. Bukan tanpa alasan, jika para landak terlalu dekat, mereka mungkin akan saling menyakiti karena duri mereka.
Nah, seseorang dengan dilema landak biasanya memiliki kecenderungan untuk mengasingkan diri. Mereka sengaja menjaga jarak dengan orang sekitar karena takut tersakiti atau dikecewakan. Berikut deretan karakter anime yang cukup mempresentasikan dilema landak. Siapa saja? Yuk, simak ulasannya!
1. Shinji Ikari (Neon Genesis Evangelion)

Shinji Ikari (dok. Gainax/Neon Genesis Evangelion) Dilema landak memang sudah menjadi salah satu topik utama dalam seri Neon Genesis Evangelion. Hal ini diperlihatkan melalui sang protagonis, Shinji Ikari. Ia ditinggalkan sejak kecil oleh ayahnya, Gendo Ikari. Sang ayah tidak pernah memberikan apa-apa pada putranya, selain trauma.
Hal tersebut yang akhirnya membentuk Shinji menjadi sosok yang rapuh. Sebelum menjadi pilot Eva-01, Shinji tidak pernah memiliki teman. Shinji menolak berbaur dengan orang sekitar karena ia memiliki ketakutan akan disakiti.
Setelah menjadi pilot Eva-01, Shinji memang mulai memiliki banyak teman. Namun, hal tersebut tetap tidak mengubah apa-apa. Shinji tetap berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan siapa saja karena dirinya takut akan dikecewakan.
2. Guts (Berserk)

Guts (dok. Millepensee/Berserk) Guts memang sudah memiliki kehidupan yang tragis bahkan sejak dirinya dilahirkan. Setelah berhasil selamat dari Eclipse, Guts mendapatkan kutukan yang disebut dengan Brand of Sacrifice. Kutukan ini yang akhirnya membuat Guts kecenderungan memiliki dilema landak.
Brand of Sacrifice membuat Guts memiliki aroma yang berbeda. Ke mana pun dirinya pergi, Apostle selalu mengikutinya. Karena itu, Guts tidak bisa terlalu dekat dengan siapa saja karena kutukan Guts mungkin bisa melukai orang lain.
3. Rei Kiriyama (March Comes in Like a Lion)

Rei Kiriyama (dok. Shaft/March Comes in Like a Lion) Rei Kiriyama memang memiliki masalah serius dalam hubungan berkeluarga. Rei mengalami trauma berat setelah kehilangan kedua orangtua kandungnya karena kecelakaan. Lebih buruk lagi, Rei kemudian diadopsi oleh keluarga yang disfungsional.
Hal ini yang membuat Rei akhirnya punya kecenderungan mengalami dilema landak. Meski mendapatkan kehangatan dari keluarga Kawamoto, tetapi Rei tetap memberikan jarak pada orang sekitarnya. Rei sering sengaja menarik diri karena ia menganggap bahwa dirinya hanya pembawa sial bagi keluarga Kawamoto.
4. Ken Kaneki (Tokyo Ghoul)

Kaneki berubah menjadi manusia setengah Ghoul. (dok. Pierrot/Tokyo Ghoul) Pada awalnya, Ken Kaneki sebenarnya merupakan tipe orang yang bisa bergaul dengan siapa saja. Namun, semua berubah setelah Kaneki berubah menjadi manusia setengah Ghoul. Kaneki punya kecenderungan mengalami dilema landak karena dirinya tidak bisa hidup dalam dua dunia sekaligus.
Kaneki memang tidak ingin menjadi Ghoul sepenuhnya. Meski begitu, Kaneki harus membatasi interaksi sosial dengan manusia. Bukan tanpa sebab, sisi Ghoul Kaneki mungkin dapat menyakiti orang di sekitarnya.
5. Levi Ackerman (Attack on Titan)

Levi mengamuk. (dok. WIT STUDIO/Attack on Titan: No Regrets) Levi Ackerman sudah menjalani kehidupan yang tragis sejak dirinya kecil. Levi tumbuh sebagai pencuri di Kota Bawah Tanah. Berkat kemampuan Levi, Erwin Smith kemudian merekrut Levi untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengintai.
Namun, selama bekerja di bawah Erwin, Levi terus kehilangan semua orang yang ia cintai. Bahkan, Levi juga harus kehilangan Komandan yang sangat ia hormati. Hal ini yang akhirnya membuat Levi tidak ingin terlalu dekat dengan siapa saja karena semua orang yang ia cintai selalu meninggalkannya.
Kelima karakter di atas sebenarnya bukan tidak ingin memiliki ikatan emosional dengan orang lain. Namun, trauma yang mereka alami membuat mereka memilih menjaga jarak karena takut hanya akan membawa hal buruk bagi orang di sekitarnya. Jadi, bagaimana pendapatmu tentang kelima karakter di atas?






















