7 Karakter Marvel yang Perannya Lebih Penting di MCU daripada di Komik

- Nakia di film Black Panther menjadi sosok penting bagi T’Challa, bahkan terungkap bahwa ia melahirkan anak T’Challa.
- Korg versi live-action jauh lebih berkesan daripada versi komiknya, dengan kontribusi besar dalam tiga film MCU.
- Mantis versi live-action menjadi salah satu karakter favorit penggemar Guardians of the Galaxy, memberikan keseimbangan antara humor, emosi, dan aksi.
Dalam proses adaptasi dari komik ke film atau serial, para pembuat film memiliki kebebasan untuk membentuk ulang karakter sesuai kebutuhan cerita. Salah satu yang paling berhasil melakukannya adalah James Gunn. Ia mampu mengambil karakter yang nyaris terlupakan di Marvel Comics dan mengubahnya menjadi sosok yang lebih menarik, relevan, bahkan krusial di MCU.
Banyak karakter yang sebelumnya tidak punya peran berarti kini justru berkembang jauh lebih baik dalam versi live action, beberapa bahkan menjadi elemen penting waralaba. Pendekatan ini memungkinkan karakter sampingan berubah menjadi bagian penting dalam cerita, bahkan bisa bersinar lebih terang dibanding versi komiknya.
Kadang mereka hanya muncul sebagai pelengkap, tetapi ada juga karakter besar yang perannya semakin penting di MCU. Berikut beberapa contoh karakter yang justru lebih bersinar di MCU daripada di komiknya.
1. Nakia

Nakia di komik sebenarnya cukup penting, tetapi versi live action-nya terasa lebih berpengaruh. Di film Black Panther (2018), ia menjadi sosok penting bagi T’Challa. Bukan hanya pendukung, tetapi kekasih sekaligus tokoh yang memiliki keyakinan kuat terhadap masa depan Wakanda. Di sekuelnya, peran Nakia semakin besar hingga akhirnya terungkap bahwa ia melahirkan anak T’Challa, menjadikannya bagian penting dari masa depan Wakanda.
2. Korg

Banyak penonton tidak menyadari bahwa Korg berasal dari komik, padahal ia sudah ada sejak Journey Into Mystery #83 (1962). Meski muncul sangat awal, Korg hampir tidak memiliki peran penting selama bertahun-tahun. Ia hanya sempat berinteraksi dengan Thor, tetapi tidak memberikan dampak besar hingga debutnya di Thor: Ragnarok (2017).
Versi live-action Korg jauh lebih berkesan. Di MCU, ia langsung menjadi karakter sampingan utama dalam Thor: Ragnarok (2017) dan Thor: Love and Thunder (2022), serta turut hadir di Avengers: Endgame (2019). Ia membantu menyelamatkan Asgard dan ikut bertarung melawan Hela, yang berarti dalam tiga film saja ia sudah memiliki kontribusi lebih besar dibandingkan di komik.
3. Mantis

Meskipun kekuatannya di MCU tidak sekuat versi komiknya, Mantis versi live-action justru menjadi salah satu karakter favorit penggemar Guardians of the Galaxy. Ia berperan penting dalam mengalahkan Ego the Living Planet dan The High Evolutionary, serta ikut bertarung melawan Thanos di Avengers: Infinity War (2018). Karakternya memberikan keseimbangan antara humor, emosi, dan aksi.
Di komik, Mantis sebenarnya punya riwayat panjang sejak debut di Avengers #112 (1973) dan terlibat dalam banyak peristiwa besar Marvel. Namun, ia hampir selalu berada di posisi karakter pendukung. Popularitas dan pengaruhnya justru meningkat tajam setelah adaptasi live action dan sebagian besar berkat interpretasi unik Pom Klementieff yang membuatnya begitu ikonik.
4. Talos

Salah satu twist terbesar di Captain Marvel (2019) adalah kenyataan bahwa Skrull versi MCU tidak sejahat yang digambarkan di komik. Talos, yang diperankan Ben Mendelsohn, justru menjadi sekutu Nick Fury dan bagian penting dari Captain Marvel, Spider-Man: Far From Home (2019), hingga Secret Invasion (2023). Ia berubah dari sosok asing menjadi karakter yang punya hubungan emosional dengan para tokoh utama.
Sebaliknya, di komik, Talos adalah penjahat sejati dari bangsa Skrull dan bahkan pernah bertarung melawan Hulk. Meski memiliki latar belakang lebih garang, ia tidak memiliki dampak sebesar versi MCU. Adaptasi live action justru memberinya peran lebih dalam dan relevan, sehingga membuat Talos menjadi sosok penting dalam perkembangan MCU modern.
5. Okoye

Baik di komik maupun MCU, Okoye digambarkan sebagai petarung tangguh dari Dora Milaje. Namun, di komik ia jarang digunakan dan hanya tampil dalam sedikit cerita, meski potensinya sangat besar. Bahkan, ketika ia sempat memimpin Agents of Wakanda, perannya masih terbatas.
Versi live action Okoye jauh lebih menonjol. Okoye menjadi salah satu karakter paling berpengaruh dalam Black Panther (2018) dan sekuelnya, serta ikut bertarung di Avengers: Infinity War (2018). Ia tidak hanya menghadapi Erik Killmonger, tetapi juga tetap setia pada Wakanda meskipun suaminya sendiri berbalik melawannya. Di Black Panther: Wakanda Forever (2022), ia bahkan menjadi bagian dari Midnight Angels dan menunjukkan perkembangan karakter yang jauh lebih kaya dibanding versi komik.
6. Kraglin Obfonteri

Kraglin adalah contoh transformasi karakter yang paling drastis dari komik ke MCU. James Gunn dikenal suka memberikan peran penting kepada orang-orang terdekatnya, dan Kraglin adalah bukti nyata keberhasilannya. Di MCU, ia berkembang menjadi bagian inti Guardians of the Galaxy dan akhirnya mewarisi sirip serta panah Yondu, simbol penting bagi warisan Ravagers.
Sayangnya, versi komiknya tidak seimpresif itu. Kraglin hanya muncul sebentar sebagai musuh Ant-Man dan Wasp, lalu mati tanpa pernah kembali, sesuatu yang jarang terjadi di komik Marvel. Tidak banyak yang bisa dibahas tentang sosoknya di komik, karena memang perannya hampir tidak berarti. Sebaliknya, MCU berhasil menghidupkan kembali karakter ini hingga terasa benar-benar penting bagi tim Guardians.
7. Nebula

Nebula yang diperankan oleh Karen Gillan adalah contoh menarik saat membandingkan versi komik dan versi MCU. Di komik, ia memang hadir dalam banyak cerita, tetapi perannya sebenarnya tidak terlalu berpengaruh dan cenderung tenggelam sebagai karakter sampingan. Sebaliknya di MCU, Nebula justru berkembang menjadi salah satu karakter paling kompleks dan kuat secara emosional.
Perjalanan karakternya dari Guardians of the Galaxy (2014) hingga Guardians of the Galaxy Vol. 3 (2023) terasa menyentuh, ditulis dengan cermat, dan dibawakan sangat baik oleh Gillan. Nebula bukan hanya pendukung cerita, tetapi menjadi tokoh penting sepanjang Infinity Saga dan mendapatkan sorotan besar dari para pembuat film.
Beberapa karakter MCU justru bersinar lebih terang di layar dibandingkan versi komiknya, sehingga menjadikan mereka jauh lebih berarti dalam jagat sinematik. Melalui penulisan yang kuat dan akting yang mendalam, karakter-karakter di atas mendapatkan ruang perkembangan emosional yang tak pernah sepenuhnya dieksplorasi di komik. Hal ini menunjukkan bahwa MCU bukan hanya mengadaptasi, tetapi juga tempat bagi karakter untuk berevolusi dan menemukan makna baru dalam cerita yang lebih manusiawi.



















