Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kelakuan Buruk Murid Tadika Mesra yang Muncul di Upin & Ipin
daftar kelakuan buruk murid Tadika Mesra di serial Upin & Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
  • Murid Tadika Mesra beberapa kali membawa mainan ke sekolah, termasuk Ehsan, Jarjit, dan Mei Mei, meski tindakan ini berpotensi mengganggu kegiatan belajar.
  • Mail kerap berjualan di kelas, sementara Fizi melontarkan lelucon menyinggung teman dan Cikgu Besar, memperlihatkan pelanggaran terhadap ketertiban serta etika sekolah.
  • Upin, Ipin, dan Jarjit ditampilkan mengabaikan kebersihan, seperti sepatu kotor, kuku panjang, serta tidak mencuci tangan sebelum makan hingga Jarjit sakit perut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat ada adegan Upin & Ipin yang memperlihatkan momen murid Tadika Mesra asyik belajar atau bermain di kelas, kita pasti sering dibuat gemas sekaligus nostalgia dengan aktivitas yang mereka lalui di sekolah. Sebab, lucu sekali menyaksikan kepolosan dan beberapa hal tak terduga yang perlu mereka hadapi selama menjadi murid di salah satu institusi pendidikan Kampung Durian Runtuh tersebut.

Meski di sebagian besar cuma ada momen-momen menyenangkan, aslinya pihak animator sekaligus storyline di balik serial ini tetap menyelipkan beberapa adegan realistis, seperti ketika murid Tadika Mesra melanggar peraturan atau berbuat kenakalan khas anak-anak di sekolahnya. Berikut daftar kelakuan buruk yang pernah diperbuat murid Tadika Mesra di Upin & Ipin. Apa kamu masih ingat semua adegan ini?

1. Membawa mainan ke sekolah

Jarjit ketahuan membawa mainan ke sekolah (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Sudah sering sekali terlihat banyak murid Tadika Mesra yang membawa mainan ke sekolah. Paling banyak, Ehsan yang sering memamerkan banyak mainan keren miliknya. Tapi, murid lainnya pun juga sama, contohnya seperti Jarjit di episode "Garang ke Sayang?", ia terlihat membawa topeng dan beberapa mainan miniatur tentara kecil. Mei Mei yang tampak seperti murid taat aturan pun juga pernah kedapatan membawa mainan masak-masakan berupa frying pan ungu di episode "Beli, Pakai, Suka".

Mungkin kalau dipikirkan sekilas, membawa mainan ke sekolah tampak tak berdampak buruk sama sekali, meski aturan sekolah seringnya melarang. Toh, mainan yang dibawa anak ke sekolah biasanya jenis mainan aman, bukan tipe mainan berbahaya macam mercon atau petasan. Tapi, untuk konteks kegiatan sekolah, jauh lebih disarankan untuk tidak membawanya. Sebab, membawa mainan, apalagi cuma sekadar dipamerkan, bisa menimbulkan rasa iri atau bahkan perundungan bagi anak lain yang tak memilikinya. Selain itu, mainan juga hanya memenuhi isi tas saja dan berpotensi disita guru.

2. Nekat berjualan di area sekolah

Mail terang-terangan berjualan di area sekolah (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Sekolah memang dikhususkan hanya sebagai tempat belajar dan mengemban ilmu. Karena itulah, pihak institusi sekolah umumnya dengan tegas melarang seorang siswa yang berjualan kecil-kecilan di sekolah. Tapi, Mail yang merupakan bocah dengan keahlian berbisnis ini seringnya nekat berjualan di kelasnya, mulai dari menjajakan buah-buahan lokal, bahkan pernah kepergok kepala sekolah membawa beberapa paket mainan untuk dijual.

Memang benar kalau perihal satu ini masih menimbulkan pro-kontra. Di samping ada banyak yang berpandangan positif pada pelajar yang sedari dini sudah bisa mandiri secara finansial karena berani berjualan sesuatu. Ada pula pendapat lain yang kurang setuju, karena merasa kegiatan jual-beli di lingkungan sekolah bisa mengganggu konsentrasi sang siswa itu sendiri, mengacaukan ketertiban, atau bahkan membuat siswa lain ikut terdorong berjualan, di mana seharusnya mereka mengutamakan urusan sekolah.

3. Membuat lelucon kurang etis yang menyinggung sosok penting di sekolah

Fizi sempat membuat lelucon kurang etis yang menyinggung Cikgu Besar (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Meski murid-murid di Tadika Mesra ini semuanya tampak lucu dan menggemaskan, beberapa dari mereka punya mulut yang kurang terkontrol. Paling jelas, kata-kata bernada kurang mengenakkan sering dilontarkan oleh Fizi, murid yang duduk sebangku dengan Ehsan si Intan Payung. Fizi beberapa kali kerap meledek temannya, seperti Ehsan yang disindirnya bertubuh gempal, meledek Upin dan Ipin yang yatim piatu, bahkan sempat blak-blakan mengira Jarjit bercita-cita jadi pencuri.

Paling kurang ajar, Fizi pernah membuat jokes kurang etis soal Cikgu Besar alias kepala sekolah sekaligus pengajar di Tadika Mesra. Ada momen di episode "Terima Kasih Cikgu", saat Cikgu Jasmin berujar ia ingin melanjutkan kuliah karena ingin menjadi Cikgu Besar. Fizi yang mendengar impian gurunya itu kemudian berimajinasi tentang sosok Cikgu Besar di kepalanya. Ia berceloteh bahwa mudah saja bila Cikgu Jasmin ingin menggapai impiannya itu, yakni dengan makan banyak-banyak agar bisa berubah menjadi berbadan subur macam sosok kepala sekolah mereka.

4. Mengabaikan kebersihan diri sekaligus perlengkapan sekolah

Upin dan Ipin teledor karena mengabaikan kebersihan kuku tangan dan sepatu sekolah mereka (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Kebersihan diri seorang pelajar bukan cuma soal sudah mandi pagi atau belum saja, tapi juga mesti memerhatikan tingkat kepanjangan rambut agar terkesan rapi dan tak terlalu menutupi mata. Selain itu, kita juga perlu rutin menjaga kebersihan kuku jari dan berbagai perlengkapan sekolah yang kita pakai sehari-hari, macam sepatu, kaus kaki, hingga seragam sekolah.

Jangan sampai jadi macam Upin dan Ipin yang pernah datang ke sekolah dengan keadaan sepatu mereka yang masih kotor serta kuku yang belum dipotong dan tampak jorok sekali. Ini termasuk kesalahan fatal bagi seorang pelajar. Sebab, selain kurang enak dipandang, datang dalam keadaan kotor ke sekolah juga berpotensi diledek murid lain dan jadi bahan gosip. Ingat ya, ini bukan berarti kita harus pakai barang atau perlengkapan sekolah baru. Melainkan, sebagai pelajar kita perlu aware soal kebersihan segala hal yang kita pakai, termasuk juga kebersihan diri sendiri.

5. Makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu

Jarjit dinilai jorok oleh teman-temannya karena enggan mencuci tangan sebelum makan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Pada episode "Diri Bersih Badan Sihat", terdapat momen menarik yang memperlihatkan periode waktu istirahat yang berlangsung di Tadika Mesra. Rupanya, di waktu ini para muridnya bukan pergi ke kantin untuk jajan, melainkan memilih makan di kelas dengan mengandalkan bekal makan yang disiapkan orangtua dari rumah. Tapi, sebelum makan, Upin dan teman kelasnya pergi mencuci tangan dulu. Hanya Jarjit saja yang menolak melakukannya, karena ia sudah bawa sendok dan merasa tangannya bersih-bersih saja. Eh, tak disangka, keesokannya ia absen dari sekolah karena sakit perut.

Perihal membasuh tangan ini walau termasuk hal sepele, aslinya tetap perlu digalakkan agar meminimalisir risiko penyebaran kuman dan penyakit pada siswa sekolah. Tapi, ini memang juga sekaligus jadi PR bagi pihak sekolah, karena di beberapa institusi pendidikan, sanitasi dan pengelolaan air masih belum sepenuhnya baik. Ada saja masalah seperti keran air macet, WC bau, atau kurangnya sosialisasi dari pihak sekolah mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum makan.

Nah, walau daftar kelakuan buruk yang diperbuat murid-murid Tadika Mesra di atas mungkin masih tergolong kesalahan ringan buatmu, tetap saja berbagai hal tersebut tak semestinya dilakukan. Karena bagaimanapun, kita sebagai manusia selalu belajar dari kesalahan kecil. Kalau kesalahan kecil saja masih rutin diperbuat, bukan tidak mungkin di masa depan kita bakal terdorong untuk berbuat kesalahan yang lebih fatal dan berisiko, karena sudah terbiasa melakukan kesalahan dan berpikiran seolah tak ada risiko dari melakukannya. Pokoknya, bagi kamu yang punya anak atau adik kecil di rumah, ingatkan mereka untuk tidak meniru semua kelakuan buruk murid Tadika Mesra tadi, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article