Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Kemenangan One Battle After Another di Golden Globes 2026

Leonardo DiCaprio dalam One Battle After Another
Leonardo DiCaprio dalam One Battle After Another (dok. Warner Bros. Pictures/One Battle After Another)
Intinya sih...
  • One Battle After Another dinobatkan sebagai Film Terbaik Musikal atau Komedi
  • Teyana Taylor menyabet trofi Aktris Pendukung Terbaik di Golden Globes 2026
  • Paul Thomas Anderson unggul di kategori Sutradara Terbaik dan Naskah Terbaik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dikenal lewat Boogie Nights (1997) dan There Will Be Blood (2007), Paul Thomas Anderson kembali merilis One Battle After Another (2025). Film ini menjadi karya teranyarnya setelah menyutradarai Licorize Pizza (2021). Empat tahun berselang, Anderson kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam meramu karakter yang solid serta cerita yang kuat.

One Battle After Another mengikuti kisah Bob Ferguson (Leonardo DiCaprio), mantan revolusioner yang hidup terasing bersama putrinya, Willa (Chase Infiniti). Kedamaian mereka terusik ketika musuh lamanya, Kolonel Lockjaw (Sean Penn), kembali muncul dan mengancam keselamatan Willa. Ancaman tersebut memaksa Bob menghadapi masa lalunya serta menyatukan kembali rekan-rekan lamanya.

Tak hanya banjir pujian, One Battle After Another juga bersinar di ajang Golden Globes 2026 yang diumumkan pada Senin (12/1/2026) waktu Indonesia. Dari sembilan nominasi, film ini berhasil membawa pulang empat penghargaan. Ini beberapa kemenangan One Battle After Another di Golden Globes 2026 yang membanggakan.

1. One Battle After Another dinobatkan sebagai Film Terbaik Musikal atau Komedi

Leonardo DiCaprio dalam One Battle After Another
Leonardo DiCaprio dalam One Battle After Another (dok. Warner Bros. Pictures/One Battle After Another)

One Battle After Another berhasil memenangkan kategori paling bergengsi di Golden Globes 2026, yaitu Film Terbaik Musikal atau Komedi (Best Motion Picture - Musical or Comedy). Ia mengungguli Blue Moon, Bugonia, Marty Supreme, No Other Choice, dan Nouvelle Vague. Pencapaian tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu film paling menonjol tahun ini.

One Battle After Another bukan sekadar film komedi. Ia memadukan satir tajam dan humor gelap yang relevan dengan kondisi sosial-politik terkini, lalu membalutnya dengan narasi yang menyinggung isu kekuasaan dan moralitas. Hasilnya, One Battle After Another tak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton berpikir kritis tentang dinamika masyarakat modern.

2. Teyana Taylor menyabet trofi Aktris Pendukung Terbaik di Golden Globes 2026

Teyana Taylor dalam One Battle After Another
Teyana Taylor dalam One Battle After Another (dok. Warner Bros. Pictures/One Battle After Another)

Seluruh pemeran One Battle After Another tampil meyakinkan dalam membawakan karakternya masing-masing, tak terkecuali Teyana Taylor. Lewat perannya sebagai Perfidia, dirinya meraih penghargaan Penampilan Terbaik oleh Aktris Pendukung (Best Performance by a Female Actor in a Supporting Role in any Motion Picture) di Golden Globes 2026. Dalam kategori tersebut, Taylor mengalahkan Emily Blunt (The Smashing Machine), Amy Madigan (Weapons), Ariana Grande (Wicked: For Good), serta Elle Fanning dan Inga Ibsdotter Lilleaas (Sentimental Value).

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan akting tidak selalu ditentukan oleh durasi kemunculan di layar (screen time). Meski hanya tampil sekitar 19 menit dan menghilang di pertengahan film, Taylor meninggalkan kesan mendalam melalui emosi yang tajam dan interaksi kuat dengan para tokoh utama. Ia sukses membawakan Perfidia sebagai sosok ibu yang kompleks dan penuh dilema, tetapi tetap menyimpan cinta tulus kepada putrinya yang terpisah darinya.

3. Paul Thomas Anderson unggul di kategori Sutradara Terbaik

One Battle After Another
cuplikan film Paul Thomas Anderson terbaru (dok. Warner Bros. Pictures/One Battle After Another)

Paul Thomas Anderson bukanlah nama asing di dunia perfilman Hollywood. Melalui One Battle After Another, ia sekali lagi menegaskan kejeniusannya sebagai sutradara. Anderson berhasil mengalahkan Chloé Zhao (Hamnet), Guillermo del Toro (Frankenstein), Jafar Panahi (It Was Just an Accident), Joachim Trier (Sentimental Value), dan Ryan Coogler (Sinners) dalam nominasi Sutradara Terbaik (Best Director - Motion Picture) di Golden Globes 2026.

Hal ini tak terlepas dari kemampuannya memimpin proses produksi yang nyaris sempurna. Anderson piawai mengarahkan aktor untuk membangun karakter yang solid sekaligus menjaga alur cerita tetap fokus pada tema utama. Tanpa arahannya, sentuhan humor gelap dan satir tajam dalam One Battle After Another mungkin tidak akan seefektif dan setajam ini.

4. Anderson juga sukses mengamankan piala Naskah Terbaik

Chase Infiniti dalam One Battle After Another
Chase Infiniti dalam One Battle After Another (dok. Warner Bros. Pictures/One Battle After Another)

Tanpa naskah yang kuat, sebuah film sulit berkembang secara maksimal. Beruntung, berkat tangan dingin Anderson, One Battle After Another mampu menghadirkan seluruh aspeknya dengan matang dan solid. Selain Best Director - Motion Picture, ia juga memenangkan Naskah Terbaik (Best Screenplay - Motion Picture) dan menyingkirkan Chloé Zhao, Maggie O’Farrell (Hamnet), Jafar Panahi (It Was Just an Accident), Joachim Trier, Eskil Vogt (Sentimental Value), Ronald Bronstein, Josh Safdie (Marty Supreme), serta Ryan Coogler (Sinners).

Salah satu keunggulan utama One Battle After Another terletak pada kemampuannya meracik tema-tema kompleks secara seimbang. Isu politik, relasi keluarga, dan humor berpadu tanpa saling mendominasi. Pendekatan yang realistis dan relevan dengan dunia nyata ini bisa menjadi cermin refleksi sosial bagi para penonton.

Empat penghargaan yang disabet One Battle After Another menunjukkan posisinya sebagai karya sinematik yang tak hanya menghibur, tetapi juga artistik dan relate dengan kehidupan nyata. Prestasi ini membuka peluang bagi Anderson untuk melangkah ke panggung Oscar 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

Profil dan Biodata Ryan Hurst, Pemeran Kratis di Serial God of War

15 Jan 2026, 19:28 WIBHype