Kenapa Artis yang Tampil di Halftime Super Bowl Dianggap Prestisius?

- Super Bowl Halftime Show disaksikan oleh minimal 100 juta penonton lewat televisi dan banyak diunggah di media sosial.
- Daftar penampil di Super Bowl Halftime Show mencakup ikon musik dunia, meski beberapa artis menolak tawaran karena alasan tertentu.
- Artis yang tampil di Super Bowl Halftime Show tidak menerima bayaran honor, namun mendapat keuntungan dari promosi musik dan peluang kerja sama dengan merek ternama.
Familier dengan Halftime Show Super Bowl? Bukan panggung biasa, pertunjukan tersebut merupakan salah satu acara paling bergengsi di dunia yang selalu dinantikan jutaan pasang mata. Di sela waktu istirahat pertandingan football Amerika, sejumlah musisi papan atas, seperti Rihanna, Beyoncé, hingga Usher pernah mencuri perhatian lewat penampilan mereka.
Pemenang Grammy, Bad Bunny, akan tampil dalam event tahun ini. Lantas, apa yang membuat tampil di Super Bowl Halftime Show dianggap begitu prestisius bagi seorang artis?
1. Super Bowl jadi salah satu acara televisi paling banyak ditonton setiap tahunnya

Bukan tanpa alasan acara di sela waktu ini menjadi sorotan utama dunia. Setidaknya, minimal 100 juta orang menonton Halftime Show Super Bowl lewat televisi. Belum lagu ditambah banyaknya unggahan ulang di media sosial. Selain itu, acara olahrgaa ini juga kerap dihadiri oleh tokoh-tokoh dunia.
Halftime atau jeda paruh waktu Super Bowl biasanya berlangsung antara 25-30 menit. Waktu istirahat yang lebih lama ini digunakan khusus untuk mendirikan panggung dan membersihkannya kembali. Penampilan musisi itu sendiri biasanya berdurasi sekitar 12-15 menit. Meski singkat, bagian ini jadi yang dinantikan penonton.
Kendrick Lamar memecahkan rekor sebagai Halftime Show Super Bowl yang paling banyak ditonton dalam sejarah. Penampilannya di Super Bowl LIX (2025) berhasil menarik 133,5 juta penonton. Dengan basis penonton yang berkuantitas besar, tak heran Halftime Show Super Bowl menjadi ajang promosi sekaligus tempat untuk tampil secara totalitas. Gak jarang para solois dan musisi yang tampil dalam waktu belasan menit ini membawa ratusan kru dan konsep panggung yang meriah untuk menghibur penonton.
2. Daftar penampil di Super Bowl Halftime Show merupakan artis besar

Halftime Show Super Bowl sejatinya sudah digelar sejak pertandingan pertama pada 15 Januari 1967 silam. Awalnya, pertunjukan ini menampilkan marching band universitas dan grup musik lokal. Penampilan Michael Jackson di tahun 1993 menjadi penanda dimulainya panggung megah tersebut.
Hingga kini, sejumlah ikon musik dunia telah menghiasi panggung Super Bowl. Mulai dari Prince, Madonna, Bruce Springsteen, Lady Gaga, hingga Beyonce pernah menggemparkan area lapangan. Daftar panjang bersejarah ini membuat acara musik tahunan tersebut menjadi sangat bergengsi.
Kendati demikian, ada beberapa bintang lain secara terbuka membagikan alasan mereka menolak tawaran tersebut. Rihanna sempat mengatakan kepada Vogue pada tahun 2019 bahwa ia pernah menolak tawaran untuk tampil di acara tersebut sebagai bentuk solidaritas pada Colin Kaepernick. Penyanyi Pink dan Cardi B juga sebelumnya mengatakan bahwa mereka menolak undangan tersebut, sebagian untuk mendukung Kaepernick.
3. Sejumlah artis tak mementingkan bayaran untuk Super Bowl Halftime Show

Sudah menjadi rahasia umum bahwa artis yang tampil di Super Bowl Halftime Show umumnya tidak menerima bayaran honor seperti konser biasa. Brian McCarthy, Wakil Presiden Komunikasi National Football League (NFL), pernah mengungkap kepada Newsweek pada 2022 bahwa NFL menanggung seluruh biaya produksi pertunjukan serta membayar para penampil sesuai standar serikat pekerja. Jadi, tidak ada biaya penampilan khusus untuk para artis.
Meski tanpa honor besar, keuntungan yang didapat para artis melampaui nominal yang ada di gaji mereka. Panggung megah yang dibongkar pasang dalam waktu singkat tersebut telah lama menjadi lapak promosi musik dan budaya pop. Misalnya, penampilan Rihanna pada 2023 tercatat sebagai salah satu yang paling bersejarah dan mampu mendongkrak penjualan lagu digitalnya hingga 390 persen.
Tak hanya itu, sorotan global dari panggung Super Bowl juga kerap membuka peluang kerja sama dengan berbagai merek ternama. Bahkan, momen Halftime Show kerap dimanfaatkan untuk pemutaran perdana cuplikan film-film besar yang sudah lama dinantikan publik.
Halftime Show Super Bowl 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026.



















