Film Resident Evil mempunyai sejarah yang tak kalah panjang dengan gamenya. Resident Evil (2026) karya Zach Cregger—sutradara di balik film horor Barbarian (2022) dan Weapons (2025)—menjadi film adaptasi terbaru yang mendapat sambutan positif dari fans maupun kritikus. Bagaimana tidak, film ini berhasil menghadirkan sensasi seolah-olah sedang bermain game tanpa mengorbankan kualitas penceritaannya.
Tahukah kamu bahwa Resident Evil versi 2026 menjadi film live action ke-8 dalam franchise? Yap, franchise game horor sekaligus yang paling ikonik sepanjang masa ini sebetulnya sudah berkali-kali diadaptasi menjadi film, baik dalam format live action maupun animasi. Alih-alih menerima sambutan positif seperti sejumlah film animasinya, adaptasi live action Resident Evil justru kerap mendapat respons negatif, bahkan beberapa di antaranya menuai kekecewaan dari fans setianya.
Situasi ini cukup kontradiktif, karena enam film live action pertama Resident Evil ternyata meraih kesuksesan komersial yang sangat besar dengan mengantongi pendapatan box office sekitar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp21,4 triliun. Lalu, apa yang membuat film-film adaptasi live action Resident Evil sebelum 2026 sulit diterima oleh kritikus dan fans setianya?
