Kenapa Jim dan Spike Bisa Selamat di 28 Years Later: The Bone Temple?

- Kemauan untuk beradaptasi dengan keadaanJim dan Spike bertahan karena mereka fleksibel, belajar dari pengalaman, dan mampu menyesuaikan diri dengan realitas baru.
- Menjaga harapan di tengah keputusasaanMereka tetap memiliki harapan yang membuat mereka bergerak meski masa depan tidak pasti, seperti saat Jim melihat pesawat di langit.
- Keberanian mengambil risiko di saat yang tepatJim melepaskan tentara terinfeksi demi menyelamatkan orang lain, sementara Spike nekat mencari obat untuk ibunya dan berbohong demi bertahan hidup.
Artikel ini mengandung spoiler bagi yang belum menonton 28 Years Later: The Bone Temple!
Dunia yang hancur karena Rage Virus bukanlah tempat yang ramah bagi siapa pun. Di film terbaru, 28 Years Later: The Bone Temple, kita dikejutkan dengan kemunculan Jim di akhir cerita yang menandakan bahwa ia masih hidup setelah sekian lama.
Kehadiran Jim (Cillian Murphy) seolah menjadi cermin bagi Spike (Alfie Williams), karakter baru yang juga harus melewati situasi sulit. Meskipun berasal dari generasi berbeda, keduanya memiliki pola bertahan hidup yang serupa. Mereka bukan digambarkan sebagai tentara super yang tak terkalahkan, melainkan penyintas yang sangat "manusiawi".
Apakah ini hanya soal keberuntungan atau ada strategi tertentu yang mereka gunakan? Setidaknya beberapa alasan ini menjadi jawaban mengapa Jim dan Spike bisa lolos dari maut berkali-kali di tengah kekacauan ini.
1. Kemauan untuk beradaptasi dengan keadaan

Alih-alih digambarkan sebagai sosok tangguh yang dominan sejak awal, Jim dan Spike bertahan karena mereka fleksibel. Jim, yang kita kenal sejak film 28 Days Later (2002) bertahan bukan karena ia ahli bertarung, melainkan karena ia cepat belajar. Dari Selena (Naomie Harris), ia belajar bahwa kekerasan terkadang diperlukan untuk bertahan hidup dan dari Frank (Brendan Gleeson), ia belajar pentingnya menjaga harapan serta kebutuhan dasar, seperti air bersih.
Sikap serupa ditunjukkan oleh Spike di 28 Years Later: The Bone Temple. Ia seolah tidak punya pilihan selain mengikuti aturan kelompok Jimmy Crystal (Jack O'Connell) yang brutal. Meski takut dan ragu, Spike bersedia melakukan hal-hal di luar kenyamanannya hanya agar bisa diterima dan bertahan hidup. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan realitas baru adalah kunci utama mereka tetap hidup.
2. Menjaga harapan di tengah keputusasaan

Mungkin banyak yang mengira fleksibilitas Jim dan Spike adalah bentuk kepasrahan. Namun, di balik sikap mereka yang mengikuti arus, sebenarnya ada harapan yang tetap dijaga diam-diam. Hal inilah yang membuat mereka tetap bergerak meski masa depan tidak pasti.
Contohnya bisa dilihat saat Jim ditelantarkan di hutan, harapannya muncul kembali ketika melihat pesawat di langit, yang membuatnya nekat untuk menyelamatkan Selena dan Hannah (Megan Burns). Begitu juga dengan Spike, saat diminta Jimmy untuk menangkap seorang tawanan ibu hamil, ia justru mengajak ibu tersebut untuk kabur bersama.
3. Keberanian mengambil risiko di saat yang tepat

Keduanya juga memiliki keberanian yang muncul di momen-momen krusial. Jim mengambil risiko gila dengan melepaskan tentara yang terinfeksi untuk menciptakan kekacauan demi menyelamatkan Selena dan Hannah, meski taruhannya adalah nyawanya sendiri.
Spike pun menunjukkan nyali yang serupa. Sejak awal, ia sudah terlihat nekat saat mencari Dr. Kelson (Ralph Fiennes) demi mengobati ibunya. Di film terbaru ini, ia bahkan berani membohongi Jimmy soal tawanan yang hilang. Momen saat ia berusaha kabur diam-diam ketika kelompok Jimmy tertidur juga sangat menegangkan. Tanpa keberanian untuk mengambil risiko seperti ini, mereka berdua mungkin sudah lama tewas di tengah perjalanan.
4. Membangun koneksi lewat kepercayaan dan kejujuran

Di tengah runtuhnya peradaban yang memicu manusia untuk mementingkan diri sendiri, Jim dan Spike memilih strategi yang berbeda. Mereka membangun kekuatan lewat kepercayaan. Jim mengandalkan Selena, dan Spike menaruh kepercayaannya pada salah satu Finger, Jimmy Ink (Erin Kellyman).
Keterbukaan mereka tentang ketakutan, menciptakan ikatan emosional yang membuat mereka rela saling membantu. Hasilnya pun terlihat saat Jim, Selena, dan Hannah berhasil selamat di akhir film pertama dan di 28 Years Later: The Bone Temple, Spike bersama Jimmy Ink juga berhasil bertahan.
Strategi bertahan hidup mereka memberikan pelajaran bahwa dalam kekacauan ekstrem sekalipun, adaptasi, harapan, dan koneksi antarmanusia adalah kunci utama. Sifat-sifat ini juga bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, lho.
Gimana menurutmu? Apa ada momen lain dari Jim atau Spike yang jadi kunci keselamatan mereka? Yuk, tulis pendapatmu di kolom komentar!


















