Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penjelasan Ending 28 Years Later: The Bone Temple, Jim Balik Lagi?

Penjelasan-Ending-28-Years-Later-The-Bone-Temple_-Jim-Balik-Lagi.jpg
28 Years Later: The Bone Temple (dok. Sony Pictures Releasing/28 Years Later: The Bone Temple)
Intinya sih...
  • Alegori Old Nick dan kemenangan umat manusia
  • Siapa yang muncul kembali di akhir film?
  • Apakah 28 Years Later: The Bone Temple akan berlanjut ke sekuel?
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

28 Years Later: The Bone Temple tayang di bioskop Indonesia sejak 14 Januari 2026. Sebagai film kedua dalam trilogi sekuel 28 Days Later, karya ini melanjutkan kisah Spike (Alfie Williams) dan Dr. Kelson (Ralph Fiennes) ketika mereka berhadapan dengan pemimpin sekte berbahaya yang menyebut dirinya Sir Jimmy Crystal (Jack O'Connell).

Disutradarai Nia DaCosta dengan naskah dari Alex Garland, The Bone Temple secara cerdas menggunakan simbolisme "Old Nick" sebagai inti cerita. Fokus film bergeser ke Dr. Kelson, dokter nyentrik yang perlahan terungkap sebagai sosok penuh empati. Di sisi lain, Jimmy Crystal muncul sebagai antagonis ekstrem: penganut vokal Old Nick, manipulatif, dan mungkin karakter paling kejam sepanjang waralaba ini.

Akhir film pun membuka lapisan makna yang jauh lebih besar dari sekadar teror. Jika kamu masih memikirkan akhir film ini setelah menonton, penjelasan berikut mungkin bisa membantumu merangkainya. Yuk, simak!

Awas, artikel ini mengandung spoiler!

1. Alegori Old Nick dan kemenangan umat manusia

28 Years Later The Bone Temple 5.jpg
28 Years Later: The Bone Temple (dok. Sony Pictures Releasing/28 Years Later: The Bone Temple)

Motif "Old Nick" atau Setan menjadi inti The Bone Temple. Bagi Sir Jimmy Crystal, Old Nick adalah pembenaran untuk kekuasaannya. Terpengaruh ocehan ayahnya, Jimmy percaya Rage Virus adalah iblis yang dilepaskan ke dunia. Ia meyakini Setan bekerja melalui ayahnya, lalu melalui dirinya sendiri, menjadikannya "putra Old Nick" yang merasa berhak menguasai, menghukum, dan menghancurkan.

Keyakinan ini memberi Jimmy legitimasi palsu. Ia memadukan kekerasan dengan bahasa religius, menciptakan apa yang tampak seperti "amal" dalam bentuk pembantaian. Menurutnya, dunia sudah rusak total dan layak dihancurkan. Di sinilah, Jimmy menjadi lebih menakutkan daripada para Terinfeksi. Ia membunuh bukan karena naluri, melainkan karena keyakinan.

Di sisi lain, Dr. Kelson adalah "antitesis" dari Jimmy, seorang ateis yang sadar diri. Kelson melihat dunia apa adanya: brutal, rusak, tapi masih layak diperbaiki. Ia tidak melihat yang terinfeksi sebagai monster dan bahkan tidak melihat Jimmy sebagai antikristus. Selayaknya penonton, ia hanya melihat manusia yang tersesat dan terluka.

Di titik ini, film bersinggungan dengan pemikiran Friedrich Nietzsche dalam Beyond Good and Evil. Nietzsche menolak moral absolut baik-buruk yang dibangun lewat dogma. Jimmy adalah representasi moral absolut itu: dunia dibagi antara yang suci dan yang harus dimusnahkan. Sedangkan Kelson melampaui dikotomi tersebut. Ia tidak bertindak demi "kebaikan ilahi," melainkan demi empati manusiawi.

The Bone Temple menegaskan pesan utamanya bahwa kemenangan umat manusia tak terletak pada blind faith, melainkan empati. Bahkan di dunia yang terbakar, belas kasih masih bisa bertahan. Empati menyelamatkan Spike, dan bahkan mampu menjangkau Samson.

2. Siapa yang muncul kembali di akhir film?

Cillian Murphy di film 28 Days Later (2002) (dok. Searchlight Pictures/28 Days Later)
28 Days Later (dok. Searchlight Pictures/28 Days Later)

Adegan terakhir The Bone Temple secara mengejutkan mengalihkan fokus dari konflik Kelson dan Jimmy, lalu berpindah ke sebuah rumah terpencil. Di sanalah kita melihat Jim (Cillian Murphy), protagonis dari 28 Days Later, bersama seorang anak perempuan. Akhir film secara implisit mengonfirmasi bahwa hubungan Jim dan Selena berlanjut, dan mereka memiliki seorang anak bersama.

Namun, absennya Selena memunculkan pertanyaan besar. Ada kemungkinan ia berada di tempat lain, sedang menjalankan tugas, atau sengaja tidak diperlihatkan. Tapi ada pula kemungkinan yang lebih gelap: sesuatu telah terjadi padanya, menjadikan Jim figur yang jauh lebih tragis. Yang jelas, akhir film memperlihatkan Jim dan putrinya bersiap bergerak untuk menyelamatkan Spike dan mantan anggota sekte, Jimmy Ink.

3. Apakah 28 Years Later: The Bone Temple akan berlanjut ke sekuel?

28 Years Later The Bone Temple 4.jpeg
28 Years Later: The Bone Temple (dok. Sony Pictures Releasing/28 Years Later: The Bone Temple)

Sejak awal, 28 Years Later memang dirancang sebagai trilogi, dan konfirmasi film ketiga membuat akhir The Bone Temple terasa seperti papan catur yang baru saja ditata. Kembalinya Jim, yang mengingat dunia sebelum wabah, akan membuka dinamika baru dengan Spike, generasi yang tumbuh sepenuhnya di dunia pasca-Rage.

Selain itu, ada banyak benang cerita yang belum terurai. Masih ada pula karakter-karakter yang menggantung. Bahkan, potensi konflik antara karakter lama seperti Jim dengan protagonis generasi baru terbuka lebar. Kita tunggu saja kabar terbarunya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More

Diangkat Jadi Film, Begini Kisah Viral Fanny Kondoh dan Papa Udon

21 Jan 2026, 05:08 WIBHype