Kenapa M'Baku Menjadi Raja Wakanda di Avengers: Doomsday?

- Teaser keempat Avengers: Doomsday (2026) menampilkan M’Baku sebagai Raja Wakanda, sementara Shuri tampil sebagai Black Panther yang mendampinginya dalam pertemuan dengan Ben Grimm dari Fantastic Four.
- M’Baku naik takhta karena absennya Shuri di upacara pengukuhan, ditambah rekam jejak kepemimpinannya yang sudah diakui rakyat dan para tetua Wakanda sejak era T’Challa.
- Kepergian T’Challa dan Ramonda membuat MCU mengubah arah cerita, menjadikan M’Baku pemimpin tertinggi Wakanda dan Shuri pelindung utama menghadapi ancaman baru di Avengers: Doomsday.
Rilis pada 13 Januari 2026, teaser keempat Avengers: Doomsday (2026) menampilkan M'Baku yang kini menjadi raja baru Wakanda. Sementara Shuri, adik T'Challa, berjalan di sampingnya dengan mengenakan kostum Black Panther.
Dikawal oleh Dora Milaje, M'Baku dan Shuri terlihat berjalan menemui Ben Grimm, anggota Fantastic Four. Bakal menjalin aliansi, M'Baku kemudian mengenalkan diri di hadapan Ben Grimm sebagai "King M'Baku of Wakanda".
Bukan berasal dari keluarga kerajaan, kenapa M'Baku bisa menjadi pemimpin tertinggi di Wakanda dalam Avengers: Doomsday, ya? Ini beberapa teori dan kemungkinannya!
1. Absennya Shuri di upacara pengukuhan membuat Wakanda mengalami kekosongan kekuasaan

Jika kamu skip atau lupa, ending film Black Panther: Wakanda Forever (2022) sempat memperlihatkan adanya kekosongan kekuasaan di Wakanda. Pasalnya, Shuri, satu-satunya penerus takhta, tidak hadir di upacara pengukuhannya sebagai Ratu.
Shuri memilih pergi ke Haiti, menemui kakak iparnya, Nakia, untuk memulihkan perasaan duka yang ia rasakan usai kehilangan seluruh anggota keluarganya. Namun, di saat yang bersamaan, para tetua dan rakyat Wakanda semakin khawatir karena upacara pengukuhan tak kunjung dimulai.
M'Baku kemudian datang, mengajukan diri sebagai penantang dalam ritual pertarungan yang menjadi tradisi di Wakanda. Ia juga turut menyampaikan pesan dengan menyebut "the Black Panther sends her regards, but she will not be joining us today".
Pesan tersebut mengkonfirmasi absennya Shuri di upacara pengukuhan sekaligus "restu" tak tertulis dari Shuri kepada M'Baku. Sebagai satu-satunya penantang dan kandidat tunggal pemimpin tertinggi Wakanda yang hadir di upacara pengukuhan, M'Baku akhirnya dinobatkan sebagai Raja Wakanda yang baru, tanpa saingan.
2. Sepak terjang kepemimpinan dan kontribusi M'Baku sudah diakui rakyat Wakanda

Perdana muncul di film Black Panther (2018), M'Baku sudah dikenal sebagai pemimpin Jabari, suku terkuat di Wakanda. Ia juga pernah hadir sebagai penantang di upacara pengukuhan T'Challa, meski akhirnya kalah dan tak berhak atas takhta.
Namun, M'Baku tetap menjadi sekutu yang dapat diandalkan dan setia pada Wakanda. Terbukti, ia pernah berkontribusi membantu keluarga T'Challa saat Killmonger merebut takhta hingga membantu Avengers dalam pertempuran melawan Thanos di film Avengers: Infinity War (2018) dan Avengers: Endgame (2019).
Tak hanya itu, M'Baku juga memberikan wejangan dan pesan penting kepada Shuri usai pemakaman Ratu Ramonda hingga turut membantu Shuri dalam perang melawan Namor dan bangsa Talokan di film Black Panther: Wakanda Forever (2022).
Saat M'Baku datang di upacara pengukuhan, para tetua yang hadir sebagian besar tampak tidak merasa keberatan. Sebab, kepemimpinan dan kontribusi M'Baku sudah diakui pihak kerajaan dan seluruh rakyat Wakanda.
3. Meski bukan keluarga kerajaan, M'Baku masih berstatus bangsawan

Meski bukan bagian dari keluarga kerajaan seperti T'Challa dan Shuri, M'Baku bukanlah orang sembarangan. Ia masih berstatus bangsawan dan bagian dari struktur pemerintahan Wakanda yang dipercaya sebagai kepala suku Jabari. Setiap kepala suku hingga pemimpin tertinggi Wakanda memang wajib memiliki "darah biru".
Status bangsawan M'Baku ini sudah terbukti saat ia memenuhi syarat secara garis keturunan maupun kedudukan politis untuk menantang T'Challa dalam ritual pertarungan merebut takhta Raja Wakanda di film Black Panther (2018). Selain itu, perkembangan karakter M'Baku juga terlihat di sekuel kedua Black Panther.
Selamat dari snap Thanos membuat M'Baku "turun gunung" membantu pemerintahan Wakanda. Ia juga mulai terbuka dalam menerima modernisasi teknologi hingga bersedia menjadi penasihat kerajaan usai tergabung dalam jajaran Dewan Suku (Tribal Council).
4. Kepergian T'Challa membuat MCU harus mengubah plot dan masa depan Wakanda

Setelah pemeran T'Challa, Chadwick Boseman, meninggal dunia pada 2020, Marvel Cinematic Universe (MCU) harus merombak nasib Black Panther dan masa depan Wakanda yang saat itu sedang menggarap sekuel kedua. T'Challa kemudian dikisahkan meninggal dunia akibat sakit keras yang tak dapat disembuhkan.
Ramonda, ibu T'Challa, dan Shuri, lalu mengambil alih takhta, menggantikan putranya. Namun, nahas, Ramonda tewas usai Namor, pemimpin bangsa Talokan, menenggelamkan istana Wakanda yang memicu dendam dan amarah Shuri.
Sebagai jalan cerita orisinal yang berbeda dari versi komik, kepergian T'Challa dan Ramonda serta mangkirnya Shuri dari takhta membuat M'Baku menjadi kandidat yang tepat untuk memegang takhta sebagai pemimpin tertinggi Wakanda di MCU.
Kini, teaser keempat Avengers: Doomsday resmi mengenalkan M'Baku sebagai Raja Wakanda, garda terdepan untuk setiap kebijakan dan kegiatan diplomasi, sedangkan Shuri menjadi Black Panther, pelindung utama Wakanda. Tentu menarik melihat kiprah M'Baku sebagai raja baru Wakanda bersama Shuri sebagai Black Panther termuda dalam menghadapi Doctor Doom dan berbagai ancaman multiverse di Avengers: Doomsday. Kita tunggu filmnya rilis pada Desember 2026 mendatang, ya!















![[QUIZ] Upin Ipin atau Boboiboy, Siapa yang Keliling Kampung Bangunin Kamu Sahur?](https://image.idntimes.com/post/20260221/img_20260221_104906_c0952312-3dd9-474b-9a1b-abfacd55f99c.jpg)


