Kenapa The Devil Wears Prada 2 Sukses di Box Office?

- The Devil Wears Prada 2 sukses besar di box office dengan pendapatan global debut mencapai sekitar Rp4 triliun, menyaingi film-film blockbuster lain dan memberi keuntungan besar bagi Disney serta 20th Century Studios.
- Kerinduan penonton terhadap karakter klasik yang tak muncul sejak 2006 menjadi faktor utama kesuksesan sekuel ini, menjadikannya terasa segar tanpa harus bergantung pada spin-off atau serial tambahan.
- Rilis pada masa kebangkitan industri bioskop tahun 2026 dan strategi pemasaran yang masif di layar lebar membuat film ini menarik perhatian generasi milenial dan Gen Z untuk kembali ke bioskop.
20 tahun setelah pertama kali menghiasi layar perak, jurnalis Andrea "Andy" Sachs (Anne Hathaway) dan pakar fashion sekaligus pemimpin redaksi Runway, Miranda Priestly (Meryl Streep), kembali ke bioskop dengan The Devil Wears Prada 2. Sekuel film ini turut menghadirkan kembali bintang-bintang seperti Emily Blunt dan Stanley Tucci, serta sutradara David Frankel dan penulis Aline Brosh McKenna.
The Devil Wears Prada 2 adalah sebuah proyek yang berharap bisa mengulang kembali kesuksesannya di box office, bahkan kalau bisa lebih. Yap, kedengaran cukup sulit, bahkan untuk sekuel yang dinantikan. Pasalnya, banyak sekuel legendaris yang gagal di box office meskipun film-film sebelumnya sangat digandrungi penonton.
Namun, The Devil Wears Prada 2 berhasil menghapus statement dan kekhawatiran tersebut. Prospek box office-nya selama akhir pekan pembukaannya sukses. Di dalam negeri saja, yakni Amerika Serikat, The Devil Wears Prada 2 meraup pendapatan yang cukup besar, yaitu 77 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,3 triliun, lho. Lebih fantastisnya lagi, film ini menghasilkan pendapatan luar negeri sebesar 156,6 juta dolar AS atau setara Rp2,7 triliun. Jadi, total pendapatan debutnya di seluruh dunia mencapai 233,6 juta dolar AS atau setara dengan Rp4 triliun.
Drama komedi tentang editor majalah, penulis, dan fashion icon ini sukses besar dan bahkan menyaingi film superhero. Angka-angka yang menakjubkan tersebut menunjukkan bahwa The Devil Wears Prada 2 akan menghasilkan keuntungan besar di bioskop untuk Disney dan 20th Century Studios. Namun, bagaimana The Devil Wears Prada 2 bisa menjadi film blockbuster musim panas yang sangat menguntungkan? Yuk, cari tahu!
1. Hilangnya The Devil Wears Prada dari peradaban layar membuatnya sangat dirindukan

Berkat merger Disney dan FOX pada 2019, film 20th Century Fox tahun 2006, yakni The Devil Wears Prada dan sekuelnya yang dirilis pada 2026 ini, pun menjadi film Disney. Yap, suatu keberhasilan bagi Disney mengingat Disney sering gagal menangani berbagai proyek terbaiknya. Salah satunya, Disney membuat beberapa keputusan tentang Star Wars yang merusak waralaba tersebut, termasuk mengurangi keistimewaan saga tersebut dengan banyaknya serial streaming dan film spin-off. Kesalahan terbesar yang dilakukan Marvel setelah Avengers: Endgame juga mencerminkan bagaimana Disney salah dalam mengambil keputusan.
Namun, sebaliknya, karakter The Devil Wears Prada belum terlihat lagi sejak 2006. Belum ada iklan Super Bowl di mana Anne Hathaway dan Stanley Tucci memerankan kembali peran "Prada" mereka untuk mempromosikan pistachio. Gak ada pula serial spin-off Hulu yang menyoroti karyawan baru majalah Runway tersebut. Nah, karena film ini belum pernah dieksplorasi sejak rilisnya The Devil Wears Prada, penonton jadi penasaran banget dengan karakter-karakter ini lagi. Hilangnya mereka dari layar membuat semua orang jadi kangen berat.
Nah, jadi keputusan ini membuahkan hasil yang besar bagi film The Devil Wears Prada 2. Yap, film ini tercatat sebagai karya penting dan bukan sekadar pengulangan spin-off streaming sebelumnya. Trennya sudah berubah.
2. Tahun 2026 terjadi tren peningkatan hasil box office tertinggi setelah COVID-19, menjadi salah satu alasan kesuksesan The Devil Wears Prada 2

Kemungkinan besar, The Devil Wears Prada 2 akan tetap berada di peringkat tinggi di antara sekuel-sekuel legendaris di box office, terlepas dari kapan atau di mana film itu dirilis. Namun, perilisannya pada 1 Mei 2026 memberi dorongan ekstra pada proyek ini berkat performa box office domestiknya yang sangat kuat tahun ini. Apalagi, pada 3 bulan pertama tahun 2026 ini menunjukkan hasil box office domestik kuartal pertama tertinggi sejak bioskop ditutup karena COVID-19 pada Maret 2020. Fenomena ini terjadi baik di dalam maupun di luar negeri.
Lebih baik lagi, ini bukan hanya karena satu film Marvel atau sekuel legendaris yang mendominasi bioskop. Namun, sebaliknya, judul-judul seperti Project Hail Mary, The Super Mario Galaxy Movie, dan Hoppers, berhasil mendominasi box office.
3. The Devil Wears Prada 2 punya pemasaran yang menarik dan bikin penasaran

Seperti kata pepatah, pasang surut bisa memengaruhi perahu, seperti yang terlihat pada film The Drama yang melampaui 121 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,1 triliun di seluruh dunia, meskipun dibuka pada akhir pekan yang sama dengan film The Super Mario Galaxy Movie.
Yap, jika kamu pergi ke bioskop, pasti kamu akan melihat trailer dan poster dari judul-judul film yang menurut kamu menarik, kan. Nah, ini berarti bahwa pemasaran di dalam bioskop untuk The Devil Wears Prada 2 banyak dilihat orang dalam beberapa minggu terakhir. Ditambah lagi, film-film laris seperti, Project Hail Mary yang sukses besar di box office mendorong banyak orang untuk menonton film-film tersebut di bioskop.
Sekali lagi, The Devil Wears Prada 2 bisa saja sukses di pasar film mana pun. Namun, kesuksesan box office-nya pada 2026 gak diragukan lagi bisa membantu mengukuhkan dan memperkuat pencapaian finansialnya. Generasi milenial dan Gen Z pasti penasaran dengan film ini. Sudah pada nonton belum?



















