Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Wicked: For Good Sukses di Akhir Pekan Pembukaannya?

cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good
cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)
Intinya sih...
  • Penonton dan kritikus sangat menyukai kehadiran Wicked sejak dirilis dan berlanjut hingga Wicked: For Good
  • Sebelum Wicked: For Good rilis, banyak penonton yang berminat nonton Wicked, film pertamanya
  • Jarak perilisan film pertama dan kedua hanya setahun, dan ini terbukti sukses
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Wicked: For Good (2025) terbukti sangat sukses di box office. Siapa yang udah nonton filmnya? Pasti banyak di antara kalian yang udah nonton filmnya, kan? Film lanjutan dari film musikal yang sukses tahun lalu, Wicked (2024), karya sutradara Jon M. Chu, memang gak mungkin bikin kamu kecewa. Bahkan, kesuksesan filmnya di luar ekspektasi para sineasnya, lho.

Wicked: For Good dari rumah produksi Universal Pictures ini dibuka dengan pendapatan domestik (Amerika Serikat) yang cukup bikin tercengang, yaitu 147 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,4 triliun, diikuti dengan 76 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,2 triliun di pasar internasional. Bisa dibilang, total pendapatan globalnya mencapai 223 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,7 triliun. Secara global, Wicked: For Good menempati peringkat kelima sebagai film dengan debut terbesar pada 2025, seperti dilansir Box Office Mojo. Di samping itu, Wicked: For Good menjadi salah satu dari 20 film terlaris di dunia untuk tahun ini hanya dalam satu pekan, lho!

Wicked: For Good juga menempati peringkat ketiga sebagai film dengan pembukaan terbesar sepanjang masa atau dalam sejarah Universal Pictures, serta mengalahkan Jurassic World (2015) dengan pendapatan 208,8 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,4 triliun dan Jurassic World: Fallen Kingdom (2018) dengan pendapatan 148 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,4 triliun. Di sisi lain, Wicked: For Good bisa lebih sukses, nih, terutama bertepatan dengan liburan Thanksgiving, menjelang Natal.

Nah, bagaimana Wicked: For Good bisa berada di titik puncak ini? Bagaimana Universal Pictures dan Jon M. Chu berhasil membawa drama musikal Broadway Wicked dan mengubahnya menjadi waralaba blockbuster? Yuk, langsung saja kita bahas beberapa faktor utama kenapa Wicked: For Good merajai box office pada akhir pekan pembukaannya!Yuk, langsung saja kita bahas beberapa faktor utama kenapa Wicked: For Good merajai box office pada akhir pekan pembukaannya!

1. Penonton dan kritikus sangat menyukai kehadiran Wicked sejak dirilis dan berlanjut hingga Wicked: For Good

cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good
cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Jika penonton suka dengan sebuah film, terutama film pertamanya, kemungkinan film keduanya juga akan berjalan lancar. Dalam pembahasan ini, penonton memang sangat mendukung film Wicked: For Good. Soalnya, film ini menerima rating 68 persen di Rotten Tomatoes.

Namun, yang lebih penting lagi, Wicked: For Good ditonton sebanyak 94 persen, nih. Film ini juga mendapat nilai A di CinemaScore, yang nunjukin kalau promosi film dari mulut ke mulut itu berhasil. Jadi, film ini gak hanya ditayangkan selama 1 minggu saja, mengingat kesuksesannya. Meskipun begitu, Wicked: For Good patut waspada dengan kehadiran Zootopia 2, yang rilis 26 November kemarin.

Film Wicked kedua kembali berfokus pada Elphaba (Cynthia Erivo) dan Glinda (Ariana Grande) yang terasing setelah peristiwa di film pertama. Elphaba yang sebelumnya dicap sebagai Penyihir Jahat dari Barat, kini hidup dalam pengasingan sambil memperjuangkan kebebasan para Hewan Oz yang dibungkam. Bahkan saat Elphaba berusaha mati-matian mengungkap kebenaran yang ia pendam tentang Sang Penyihir (Jeff Goldblum).

Nah, menurut kritikus film, akting Cynthia Erivo dan Ariana Grande dianggap berhasil. Bahkan memuji kalau Wicked: For Good mampu menyaingi produksi Broadway-nya (2003). Mungkin ini menjadi salah satu faktor mengapa Wicked: For Good sukses di box office dalam akhir pekan pembukaannya.

2. Sebelum Wicked: For Good rilis, banyak penonton yang berminat nonton Wicked, film pertamanya. Inilah yang mengundang rasa penasaran untuk nonton Wicked: For Good

cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good
cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Wicked (2024) dibuka dengan pendapatan 112 juta dolar AS atau setara Rp1,8 triliun pada November 2024 di waktu yang sama sebelum Thanksgiving. Film ini punya pesaing yang lebih, ketat karena berhadapan dengan film Gladiator II karya Ridley Scott, yang berpendapatan 55 juta dolar AS atau setara dengan Rp914 miliar di box office.

Namun, Wicked berhasil menyaingi dan sukses besar. Adaptasi Broadway ini juga sangat dominan di pasar domestik (Amerika Serikat), karena meraup 758,7 juta dolar AS atau setara dengan Rp12,6 triliun, seperti dilansir Box Office Mojo. Hampir 63 persen dari pendapatan tersebut berasal dari Amerika Utara.

Jika kita melihat Wicked: For Good, jumlah penontonnya meningkat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan bisa dibilang cukup substansial. Apa mungkin karena penonton punya cukup waktu untuk menonton Wicked sebelum dirilisnya Wicked: For Good. Pasalnya, Wicked tersedia di VOD selama berbulan-bulan, atau tersedia di HBO Max. Universal Pictures juga sempat merilis ulang Wicked di bioskop.

Nah, dengan meningkatnya minat dunia terhadap The Wizard of Oz, terutama berkat Sphere di Las Vegas, tentu saja hal ini memberikan nilai tambah. Mungkin itu sebabnya, penonton sangat tertarik dan penasaran dengan sekuelnya. Fakta semacam ini memang gak selalu terjadi, tapi jika memang terjadi, kemungkinan akan menjadi hit besar. Yap, contohnya seperti Wicked: For Good. Gak seperti John Wick: Chapter 2 (2017), Universal Pictures berhasil menarik minat penonton dalam waralaba Wicked ini.

3. Jarak perilisan film pertama dan kedua hanya setahun, dan ini terbukti sukses

cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good
cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Di Hollywood saat ini, penonton dibiarkan menunggu lama untuk menikmati sekuel dari waralaba populer. Yap, hal ini terjadi ketika pandemik COVID-19 pernah menyerang dunia. Misalnya saja The Batman yang dirilis pada 2022 dan The Batman Part II justru akan dirilis pada 2027 mendatang. Spider-Man: Beyond the Spider-Verse juga baru akan dirilis pada tahun 2027, berjarak 4 tahun setelah Across the Spider-Verse.

Meskipun fenomena ini gak selalu membuat sebuah sekuel film bangkrut, tapi ini menjadi salah satu faktor bagaimana sebuah film, terutama sekuel, bisa sukses dari film terdahulunya. Dalam kasus ini, Universal Pictures membuat (proses syuting) kedua bagian Wicked secara berurutan. Itu sebabnya, film dan sekuelnya dirilis dalam rentang waktu satu tahun saja.

Hal ini mirip seperti yang diterapkan Marvel Studios dengan Avengers: Infinity War (2018) dan Avengers: Endgame (2019), yang cukup sukses dengan sekuelnya. Jadi, semarak film sebelumnya masih berasa hingga dirilis sekuelnya. Strategi ini bisa dibilang cukup mujarab untuk menarik minat penonton.

Selain itu, Universal Pictures berhasil mengurangi anggaran pemasaran (promosi) sekuel Wicked juga. Wicked: For Good hanya menghabiskan sekitar 90 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,4 triliun dibandingkan dengan 150 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,4 triliun untuk film pertamanya, sebagaimana dilansir Variety. Studio tersebut mampu mengurangi pengeluaran promosi untuk Wicked: For Good dengan keuntungan yang lebih besar. Ini patut diapresiasi, sih.

4. Universal Pictures sangat tepat membagi Wicked menjadi dua film

cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good
cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Awalnya, ada banyak perbedaan pendapat ketika Universal Pictures ingin membagi musikal panggung (Broadway) Wicked menjadi dua adaptasi film. Bahkan sekarang, masih ada perdebatan mengenai apakah, dari perspektif cerita, keputusan itu tepat gak, sih. Wicked: For Good sendiri mengadaptasi paruh kedua musikal panggung tersebut, sehingga ada penambahan materi atau cerita yang dilakukan agar film ini sempurna.

Namun, gak semua drama musikal Broadway yang sukses juga akan menjamin adaptasi layar lebarnya sukses. Lihat saja film Cats (2019). Dari perspektif bisnis, Universal Pictures bisa dibilang membuat keputusan yang tepat dengan membagi Wicked menjadi dua film.

Bukan cuma demi keuntungan studio itu sendiri, tetapi juga merupakan film besar yang sangat dibutuhkan industri film. Pasalnya, film-film kesulitan untuk sukses secara box office, seperti banyaknya film blockbuster yang mengecewakan pada 2025. Jadi Wicked: For Good itu berhasil.

5. Film yang ditunjukan untuk perempuan, cenderung sukses, contohnya Wicked

cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good
cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Ada fakta yang gak terbantahkan, terutama dalam fenomena kesuksesan Wicked: For Good, bahwa film yang ditunjukan untuk perempuan adalah peluang keberuntungan. Entah apa alasannya, selama era 2000-an hingga 2010-an, banyak film yang dipasarkan untuk penonton laki-laki justru stuck dan gak berkembang dari segi keuntungan. Namun, sejak saat itu, beberapa kesuksesan terbesar dan gak terduga justru datang ketika studio membuat film untuk penonton perempuan.

Pada 2024, It Ends With Us sukses dengan pendapatan 350 juta dolar AS atau setara dengan Rp5,8 triliun. Tahun ini, adaptasi Colleen Hoover yang lain, yakni Regretting You, meraup 90 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,4 triliun di seluruh dunia, meskipun mendapat ulasan buruk. Hal yang sama juga berlaku untuk untuk film Materialists, yang diam-diam meraup 106,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,7 triliun secara global awal tahun ini. Fenomena ini terus terjadi, dan kini, kembali terjadi dalam skala blockbuster lewat Wicked.

Sekitar 70 persen penonton sekuel Wicked adalah perempuan, angka yang bisa dibilang sangat mengesankan. Itulah salah satu faktor yang menjadikan Black Panther (2018) ditonton banyak perempuan, mengingat film ini menghadirkan peran perempuan tangguh dalam ceritanya. Mungkin memang gak selalu berhasil, tapi jika berhasil, kaum perempuan akan berbondong-bondong ke bioskop.

Kesimpulannya, Wicked: For Good meraup keuntungan besar hanya dalam satu pekan pembukaannya sejak dirilis pada November 2025. Film ini bisa dibilang akan menutup tahun dengan kesuksesan besar di dunia perfilman. Nah, itulah beberapa faktor atau alasan mengapa Wicked: For Good sukses di box office. Film ini masih tayang, lho, di bioskop. Tertarik nonton saat weekend nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Potret Lee Won Jung Hadir di Pesta Ulang Tahun Anak Syahnaz

13 Jan 2026, 10:24 WIBHype