4 Kerugian akibat Kabut Asap dalam Episode Bahaya Jerebu Upin & Ipin

- Kabut asap akibat karhutla melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga negara lain, dan digambarkan dalam episode Upin & Ipin melalui dampaknya bagi warga Kampung Durian Runtuh.
- Jerebu mengurangi jarak pandang serta memperburuk kualitas udara, sehingga anak-anak diminta tidak bermain jauh dan keluarga dianjurkan banyak minum air mineral.
- Aktivitas luar rumah terganggu karena pintu dan jendela ditutup, pakaian tak boleh dijemur di luar, sementara sekolah terdampak terpaksa meliburkan murid.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tengah melanda beberapa daerah di Indonesia, bahkan sampai ke beberapa negara lain. Kejadian ini memberi banyak kerugian bagi masyarakat sekitar.
Ternyata, kejadian kabut asap juga pernah diceritakan dalam serial kartun Upin & Ipin, lho. Tepatnya, dalam episode “Bahasa Jerebu”, warga Kampung Durian Runtuh harus merasakan banyak akibat dari kabut asap atau yang mereka sebut jerebu.
Upin, Ipin, dan teman-temannya sampai harus libur sekolah karena jerebu dianggap berbahaya bagi kesehatan warga Kampung Durian Runtuh. Kira-kira, apa saja kerugian akibat jerebu dalam episode tersebut?
1. Jarak pandang berkurang

Upin dan Ipin episode Bahaya Jerebu (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Dalam episode "Bahaya Jerebu", kabut asap menyebabkan jarak pandang di Kampung Durian Runtuh berkurang. Tok Dalang yang diceritakan tengah berada di warung Uncle Muthu sampai merasakan udara di siang hari itu terasa lebih samar dan berembun.
Melihat kondisi jarak pandang yang berkurang, Uncle Muthu sampai melarang Upin, Ipin, Ehsan, dan Fizi yang terlihat bermain di sekitar warungnya untuk bermain terlalu jauh. Tok Dalang juga menambahkan agar keempat anak tersebut segera pulang ke rumah masing-masing.
2. Kualitas udara memburuk

Upin dan Ipin episode Bahaya Jerebu (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Kondisi kabut asap ternyata sampai diumumkan dalam siaran berita di TV dalam Upin & Ipin. Karena kondisi yang parah tersebut, kualitas udara pun memburuk.
Saat menonton berita tersebut, Opah berpesan kepada cucu-cucunya agar banyak mengonsumsi air mineral. Menurut Opah, banyak mengonsumsi air mineral bisa meminimalisir Upin, Ipin, dan Kak Ros terserang demam akibat jerebu atau kabut asap yang terhirup ke dalam tubuh mereka.
3. Tidak bisa beraktivitas di luar rumah

Upin dan Ipin episode Bahaya Jerebu (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Kerugian akibat kabut asap yang sangat dirasakan oleh keluarga Upin dan Ipin adalah bahwa mereka tidak bisa beraktivitas di luar rumah. Bahkan, karena takut akan efek buruk terhadap kesehatan keluarga mereka, Opah menyuruh Kak Ros menutup jendela hingga pintu setiap hari, lho.
Bahkan, saat Kak Ros diceritakan akan menjemur baju dalam episode ini, Abang Salleh melarang Kak Ros melakukan kegiatan tersebut untuk sementara waktu. Abang Salleh menjelaskan bahwa kain-kain baju milik keluarga Kak Ros bisa terkena debu dan asap jika dijemur di luar rumah.
4. Sekolah terpaksa diliburkan

Upin dan Ipin episode Bahaya Jerebu (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Terakhir, akibat jerebu, Upin dan Ipin tidak bisa sekolah untuk sementara waktu. Sekolah-sekolah yang terdampak kabut asap harus meliburkan murid-muridnya. Bahkan hal ini sampai diumumkan secara resmi oleh pembawa berita di TV.
Hal ini ternyata menjadi kabar bahagia bagi Upin dan Ipin, karena mereka tidak harus belajar di sekolah. Namun, nyatanya, Kak Ros tetap menyuruh kedua adik kembarnya untuk tetap mengerjakan tugas atau PR saat itu juga.
Bahaya akibat kabut asap atau jerebu dalam Upin & Ipin diceritakan dan dijelaskan secara detail dalam episode "Bahaya Jerebu". Hal itu membuktikan bahwa kejadian ini benar-benar patut diwaspadai dan ditangani secara serius, bukan? Jadi, pelajaran apa yang kamu ambil dari episode Upin & Ipin satu ini?














![[QUIZ] Hewan di Masha and the Bear Apa yang Cocok Jadi Peliharaan di Rumahmu?](https://image.idntimes.com/post/20261018/foto-cover_ad256bd0-161e-4298-82d8-9396da0af1f7.jpg)






