3 Episode Upin Ipin tentang Debu dan Asap, Bahaya Jerebu!

- Tiga episode Upin & Ipin musim ketujuh menggambarkan jerebu akibat berbagai sumber asap, termasuk kebakaran, pembakaran rumput, kendaraan, rokok, dan masakan.
- Saat jerebu memburuk, sekolah diliburkan; warga diingatkan memakai masker, membatasi aktivitas luar ruang, menutup rumah, banyak minum, serta tidak menjemur pakaian di luar.
- Di sekolah, Cikgu Melati menjelaskan jerebu mengganggu kesehatan dan jarak pandang; hujan kemudian meredakannya sebelum anak-anak menegur sumber asap di sekitar mereka.
Abu vulkanik dan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, bahkan hingga negara tetangga, belakangan membuat masyarakat harus lebih waspada terhadap kualitas udara. Mulai dari menggunakan masker hingga membatasi aktivitas di luar rumah. Situasi ini juga mengingatkan pada cerita Upin & Ipin saat menghadapi bencana jerebu alias kabut asap.
Dalam beberapa episode, Upin, Ipin, dan teman-temannya diceritakan mengalami kualitas udara yang dipenuhi debu dan asap. Kondisi tersebut membuat sekolah mereka diliburkan. Berikut tiga episode Upin & Ipin yang ceritanya terasa relevan dengan kondisi udara berdebu di Indonesia.
1. Musim 7 Episode 28 - Bahaya Jerebu bagian 1

cuplikan episode Bahaya Jerebu di animasi Upin Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin Ipin) Dalam episode yang rilis pada tahun 2013, Upin dan Ipin pertama kali mengenal jerebu. Adegannya dibuka dengan Tok Dalang mampir ke warung Muthu dan memesan kopi. Ia bercerita kelelahan setelah membantu memadamkan kebakaran di kebunnya. Tok Dalang menduga kebakaran tersebut disebabkan oleh orang yang sembarangan membuang puntung rokok.
Tak lama kemudian, Upin, Ipin, Ehsan, dan Fizi datang bermain kejar-kejaran hingga mengganggu Muthu. Tok Dalang pun menegur mereka untuk segera pulang, karena kondisi jerebu yang dapat membahayakan kesehatan. Sesampainya di rumah, Upin dan Ipin kembali dimarahi Kak Ros, karena tetap bermain di luar saat jerebu. Kak Ros kemudian meminta mereka membeli garam dan memberikan keduanya dengan masker supaya tetap terlindungi.
Dalam perjalanan, mereka bertemu Tok Dalang yang juga hendak membeli masker. Upin dan Ipin sempat mengajak Tok Dalang naik motor, tetapi ia menolak, karena asap kendaraan juga dapat memperburuk jerebu. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil diingatkan untuk menjaga lingkungan. Di tengah perjalanan, Upin, Ipin, dan Tok Dalang melihat kepulan asap hitam yang ternyata berasal dari Roy yang sedang membakar rumput. Mereka lalu kembali dikejutkan oleh asap tebal dari warung Muthu yang kesulitan mengendalikan api saat memasak. Untungnya, api berhasil dipadamkan sehingga tidak menimbulkan kebakaran yang lebih besar.
Di bagian pertama ini, Upin Ipin pun mengenali asap dari berbagai sumber. Mulai dari kebakaran hutan, pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, hingga sesederhana masakan yang gosong.
2. Musim 7 Episode 29 - Bahaya Jerebu bagian 2

cuplikan episode Bahaya Jerebu di animasi Upin Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin Ipin) Berlanjut dari episode sebelumnya, Upin dan Ipin menceritakan kejadian siang tadi kepada Opah. Televisi pun menyiarkan bahwa sekolah sampai diliburkan akibat bahaya jerebu. Keesokan paginya, Opah menjelaskan, pintu dan jendela rumah harus ditutup agar debu jerebu tidak masuk, sementara mereka juga dilarang keluar rumah dan diminta banyak minum air.
Karena tidak bisa bermain di luar, keduanya menghabiskan waktu dengan bermain di dalam. Namun, Kak Ros terus meminta bantuan mereka untuk mengerjakan berbagai pekerjaan rumah. Hal itu membuat Upin dan Ipin justru merindukan sekolah dan teman-teman mereka.
Di tengah kondisi jerebu, Salleh datang dengan mengenakan masker dan membawa pakaian untuk Kak Ros. Ia mengingatkan agar pakaian tidak dijemur di luar, karena bisa terkena debu jerebu. Salleh juga curhat mobilnya ikut berdebu. Ia kemudian pergi ke warung Muthu untuk membantu berkemas, karena warung sedang sepi pelanggan. Malamnya, hujan deras membuat Opah berharap jerebu segera reda. Upin dan Ipin pun senang membayangkan bisa kembali bersekolah dan bertemu dengan teman-temannya.
3. Musim 7 Episode 30 - Bahaya Jerebu bagian 3

cuplikan episode Bahaya Jerebu di animasi Upin Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin Ipin) Keesokan paginya, Upin dan Ipin kembali ke bersekolah dengan mengenakan masker. Sesampainya di sana, mereka melihat teman-temannya berkumpul di depan mural cap tangan. Jarjit ternyata panik, karena cap ibu jarinya sudah tidak terlihat, sementara sebagian besar cap tangan murid lain juga tampak kusam dan pudar akibat jerebu. Mei Mei dan beberapa teman lainnya bahkan mencoba memperbaiki cap tangan tersebut dengan spidol, hingga akhirnya Cikgu Melati meminta mereka masuk kelas.
Di kelas, Cikgu Melati menjelaskan tentang penyebab jerebu, mulai dari pembakaran terbuka, asap kendaraan, hingga cuaca panas yang membuat debu dan asap semakin menumpuk. Ia juga menerangkan bahwa jerebu dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kesehatan. Ketika ditanya cara menghilangkannya, Cikgu Melati menjelaskan, hujan dapat membantu meredakan jerebu.
Beberapa hari kemudian, jerebu akhirnya reda dan langit kembali cerah. Upin, Ipin, dan teman-temannya pun kembali bermain di luar. Namun, ketika hendak makan di warung Muthu, mereka melihat asap dari rokok Ah Tong dan asap masakan Muthu yang sama-sama membuat udara terlihat berkabut. Anak-anak pun berbalik menegur para orang dewasa yang menyebabkan munculnya asap.
Nah, kamu bisa menyaksikan kisah Upin Ipin melawan jerebu ini di kanal YouTube resmi Les' Copaque Production. Total ketiga episode tersebut berdurasi 18 menit 35 detik.



















