Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Sentimental Lagu Senja Teduh Pelita, Abbey Road hingga Coldplay

Kisah Sentimental Lagu Senja Teduh Pelita, Abbey Road hingga Coldplay
press conference pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita, Rabu (3/6/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Lagu-lagu Maliq & D’Essentials diadaptasi ke pertunjukan musikal berjudul “Senja Teduh Pelita” yang digelar 3–12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, disutradarai oleh Nuya Susantono.
  • Angga Puradiredja menyebut lagu “Senja Teduh Pelita” punya nilai sentimental tinggi karena proses rekaman di Abbey Road dan pernah dibawakan saat konser Coldplay di SUGBK tahun 2023.
  • Widi menilai lagu tersebut paling merepresentasikan identitas musikal Maliq & D’Essentials, sementara band ini juga merayakan perjalanan kariernya yang telah bertahan selama 24 tahun sejak 2002.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Lagu-lagu milik Malik & D’Essentials resmi diadaptasi ke pertunjukan musikal. Bertajuk “Senja Teduh Pelita,” pertunjukan ini disutradarai oleh Nuya Susantono dan dijadwalkan berlangsung pada 3-12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Dalam sesi press conference yang berlangsung di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Rabu (3/6/2026), Maliq & D’Essentials menjelaskan tentang alasan di balik pemilihan lagu “Senja Teduh Pelita” sebagai judul pertunjukan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, Angga menyebut lagu tersebut dipilih karena memiliki banyak sisi sentimental bagi Maliq & D’Essentials sendiri.

1. Angga Puradiredja sebut lagu Senja Teduh Pelita punya banyak sisi sentimental

Para pemain dan kru pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita berpose bersama saat konferensi pers di atas panggung dengan latar kayu.
press conference pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita, Rabu (3/6/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam sesi press conference yang berlangsung sekitar satu jam, Angga Puradiredja mengenang kembali perjalanan Maliq & D’Essentials bersama lagu “Senja Teduh Pelita.” Ia menyebut, lagu yang telah didengarkan lebih dari 92 juta kali di Spotify tersebut memiliki banyak sisi sentimental bagi Maliq & D’Essentials sendiri.

Menurutnya, lagu ini memiliki banyak momen tak terlupakan, mulai dari proses rekaman yang dilakukan secara live di Abbey Road Studios, London, Inggris, hingga kesempatan membawakan lagu tersebut dalam konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 2023 lalu.

“Lagu ini banyak momennya, kita ke Abbey Road waktu itu, kita sempat manggung sama Coldplay waktu itu dengan lagu ini juga. Jadi baper sama lagu ini,” kata Angga dengan mata berkaca-kaca.

Karena terbawa perasaan oleh nilai-nilai sentimental dari lagu tersebut, Maliq & D’Essentials pun sepakat menjadikan “Senja Teduh Pelita” sebagai judul pertunjukan musikal.

“Nah, akhirnya ke drama musikal ini. Jadi dari sisi sentimental, ini lagu anj*y banget,” tambah Angga.

2. Widi setuju Senja Teduh Pelita dijadikan judul pertunjukan karena mewakili semua elemen musikal Maliq & D’Essentials

Para pemain dan tim kreatif pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita duduk di atas panggung saat konferensi pers dengan latar poster acara.
press conference pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita, Rabu (3/6/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Sementara itu, Widi menilai “Senja Teduh Pelita” merupakan lagu yang paling mewakili karya mereka. Menurutnya, lagu tersebut merepresentasikan seluruh elemen musikal Maliq & D’Essentials, mulai dari sound, pesan, hingga berbagai sudut perasaan yang ingin disampaikan melalui lirik dan musik.

“Senja Teduh Pelita mewakili semua sound yang kita mau, pesan yang kita mau, perasaan dari semua angle lirik musik,” tambah Widi.

Oleh karena itu, ia juga langsung sepakat ketika Senja Teduh Pelita dipilih sebagai judul pertunjukan musikal. Terlebih, lagu tersebut juga dinilai memiliki kekuatan sebagai judul yang mudah diingat dan langsung diasosiasikan dengan Maliq & D’Essentials, selain “Untitled.”

“Menurut gua, zaman sekarang selain Untitled, apa yang secara cepat orang tahu itu Maliq, ya Senja Teduh Pelita. Itu dua alasan ya kebaperan dan sisi ke-catchy-an juga harus dipertimbangkan.”

3. Maliq & D’Essentials gak nyangka bisa berusia panjang

Para pemain dan tim produksi pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita berpose bersama di atas panggung saat konferensi pers di Jakarta.
press conference pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita, Rabu (3/6/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Gak terasa, tahun ini Maliq & D’Essentials genap berusia 24 tahun sejak terbentuk pada 2002. Saat ditanya MC soal apakah mereka pernah membayangkan perjalanan band bisa bertahan selama itu, Angga menjawab bahwa hal tersebut juga sering menjadi bahan obrolan internal mereka.

Ia mengaku, dari awal hingga kini, pertanyaan soal keberlanjutan karier selalu muncul di antara mereka, bahkan dalam percakapan santai sehari-hari. Kendati demikian, mereka tetap menjalani setiap fase dengan optimisme, termasuk saat membahas kondisi pekerjaan dari bulan ke bulan yang ternyata terus berjalan baik sampai sekarang.

“Apakah yakin sampai 24 tahun? Kita juga sering ngobrol di tiap sesi-sesi ghibah kita. Pertanyaannya sama dari day one sampai twenty four years ini. ‘Eh bulan ini bagus nih job kita. Bulan depan gimana job-nya ya?’ Tapi ternyata job-nya bagus terus sampai 24 tahun,” kata Angga Puradiredja sambil tertawa.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More