5 Ending Anime yang Mematahkan Ekspektasi Penggemar, Kesal?

Beberapa anime memilih ending yang sangat berbeda dari dugaan penggemar, bahkan memicu kontroversi.
Ada ending Death Note, Attack on Titan, The Promised Neverland, Erased, dan Neon Genesis Evangelion yang mematahkan ekspektasi penggemar.
Ada yang dipuji karena berani, tetapi banyak juga yang dinilai mengecewakan karena terasa dipaksakan atau tidak memuaskan.
Saat anime mulai memasuki puncak konflik, penggemar biasanya akan mulai menebak-nebak bagaimana seri akan berakhir. Pada puncak konflik, seri juga sering memberikan petunjuk. Hal ini yang membuat penggemar semakin berekspektasi.
Meski begitu, ada beberapa kreator yang justru suka mematahkan ekspektasi penggemar. Sementara beberapa masih terbilang berkesan, beberapa ending lain justru malah mengundang emosi para penggemar. Dari kekalahan sang protagonis hingga ending yang terlalu dipaksakan, berikut lima ending anime yang berhasil mematahkan ekspektasi penggemar. Simak ulasannya!
1. Death Note

Death Note, seri karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata, berfokus pada perang psikologis antara Light Yagami dan L. Cerita dimulai ketika Light menemukan Death Note, buku yang bisa membunuh siapa saja. Ketika Light memulai pembunuhan massal terhadap para penjahat, L sebagai detektif terbaik di dunia akhirnya turun tangan. L langsung pergi ke Jepang untuk menyelidiki siapa sosok di balik Kira.
Karena cerita berfokus pada pertarungan kedua genius tersebut, penggemar mengira bahwa seri akan berakhir dengan kemenangan antara salah satu dari mereka. Namun, seri justru terus berlanjut setelah Light mengalahkan L. Hal yang membuat kesal, Light malah dikalahkan oleh Near, orang yang bahkan tidak lebih genius dari L.
Karena pahlawan tidak selamanya menang, akan lebih masuk akal jika seri berakhir setelah kekalahan L. Light akhirnya berhasil menguasai dunia dengan memberantas para penjahat. Meski terdengar gelap, itu lebih menarik ketimbang kekalahan Light yang tidak masuk akal.
2. Attack on Titan

Ketika seri baru dimulai, penggemar mungkin berpikir bahwa seri akan berakhir dengan Eren yang berhasil merebut kembali kebebasan umat manusia dari Titan. Eren terlihat begitu ambisius untuk memusnahkan para Titan. Namun, siapa sangka jika Eren sendiri juga bisa berubah menjadi Titan.
Seiring perkembangan seri, konflik menjadi semakin rumit. Seri mulai lebih berfokus pada politik ketimbang pertarungan melawan Titan. Karena itu, penggemar sempat berpikir bahwa perdamaian bisa dicapai melalui jalur diplomasi.
Ancaman Rumbling memang pernah dibahas oleh Willy Tybur. Namun, tidak ada yang menyangka jika Eren akan benar-benar melakukannya. Penggemar cukup terkejut karena Eren memusnahkan 80 persen populasi global melalui Rumbling. Lebih mengejutkan lagi, epilog memperlihatkan bahwa perang antara sesama manusia kembali terjadi sekalipun Titan sudah tidak ada.
3. The Promised Neverland

Untuk musim pertama, The Promised Neverland berhasil menarik atensi yang tinggi dari para penggemar anime. Seri menghadirkan karakter anak-anak, tetapi dengan cerita yang suram. Seri berfokus pada perjuangan Emma, Ray, dan Norman melarikan diri dari peternakan manusia berkedok panti asuhan.
Digarap oleh CloverWorks, The Promised Neverland tampak seperti anime yang menjanjikan pada awalnya. Sayangnya, CloverWorks malah merusak seri pada musim kedua. Penggemar kecewa bukan hanya karena ending yang mematahkan ekspektasi penggemar.
Pada musim kedua, studio tampak sangat terburu-buru untuk mengakhiri seri. Alhasil, banyak materi penting dalam manga yang dihilangkan oleh anime. Tak hanya itu, akhir cerita juga terkesan terlalu dipaksakan sehingga seri meninggalkan kesan yang buruk di hati para penggemar.
4. Erased

Sama seperti The Promised Neverland, Erased juga sebenarnya menghilangkan beberapa materi manga dan sedikit keluar dari jalur manga. Bedanya, A-1 Pictures berhasil mengeksekusi seri dengan baik meski anime lumayan melenceng dari materi manga.
Anime mengubah konflik terakhir antara Satoru Fujinuma dengan Gaku Yashiro. Versi manga memiliki ending yang lebih kompleks karena konfrontasi terakhir mereka terjadi pada acara perkemahan. Sementara, dalam anime, pertikaian antara Satoru dan Yashiro terjadi di atap rumah sakit.
Menariknya, itu bukan satu-satunya ekspektasi penggemar yang dipatahkan oleh seri. Sejak awal, penggemar mengira bahwa Satoru akan berakhir dengan Kayo Hinazuki. Namun, Kayo justru menikah dengan Hiromi Sugita, sementara Satoru jatuh cinta pada Airi Katagiri.
5. Neon Genesis Evangelion

Hingga saat ini, ending anime lawas Neon Genesis Evangelion ini masih menjadi ending paling kontroversial. Seri karya Hideaki Anno ini menuai kritik setelah menampilkan dua episode terakhir yang tidak masuk akal. Seri tidak hanya mematahkan ekspektasi penggemar, tetapi juga menampilkan adegan surealis yang absurd.
Setelah konflik mencapai puncak, penggemar mengira bahwa Third Impact akhirnya akan terjadi. Namun, pada dua episode terakhir, seri malah menampilkan kejadian yang sebenarnya tidak nyata. Alih-alih melihat bencana besar, penggemar malah disuguhkan dengan sesuatu yang hanya terjadi di kepala Shinji Ikari.
Kadang, ending anime memang sulit untuk ditebak. Namun, penggemar biasanya bisa memprediksi bagaimana seri akan berakhir dengan petunjuk-petunjuk yang ditampilkan pada puncak konflik. Namun, kelima anime di atas cukup berani untuk mematahkan ekspektasi penggemar, entah untuk meninggalkan kesan yang membekas atau hanya karena terbatas oleh jumlah episode. Jadi, bagaimana menurutmu? Ending anime mana yang menurutmu paling tidak masuk akal?




















