5 Lagu Hits Era 80-an yang Punya Backstory Paling Gak Terduga

- "Don’t Stop Believin’" - Journey
- Lagu ini lahir dari ide yang dianggap bodoh, tapi justru menjadi anthem tentang harapan dan mimpi.
- Struktur chord lagu ini sederhana dan terinspirasi dari lagu rock lain yang sudah populer.
- "Total Eclipse of the Heart" - Bonnie Tyler
- Lagu ini ditulis untuk musikal vampir Nosferatu, dengan lirik, melodi, dan musik videonya cocok dengan tema dunia gelap.
- Ditulis oleh Jim Steinman sejak akhir 60-an, baru ketika dinyanyikan oleh Bonnie Tyler, lagu ini menemukan bentuk paling ikonik.
Era 80-an sering dikenang sebagai masa keemasan musik pop dan rock. Banyak lagu dari dekade ini masih diputar hingga sekarang, entah di radio, film, serial TV, atau media sosial. Melodinya ikonik, liriknya melekat, dan rasanya mustahil membayangkan dunia musik tanpa kehadiran lagu-lagu tersebut.
Namun, di balik status legendaris itu, ternyata banyak lagu hits era 80-an yang lahir dari proses, ide, atau situasi yang sama sekali tidak terduga. Ada yang ditulis asal-asalan, ada yang terinspirasi dari novel kelam, bahkan ada pula yang dibungkus mitos bertahun-tahun sebelum akhirnya dibongkar sendiri oleh penciptanya. Kira-kira lagu apa saja, ya?
1. “Don’t Stop Believin’” – Journey
Sulit membayangkan lagu sebesar “Don’t Stop Believin’” lahir dari ide yang dianggap bodoh. Lagu ini menjadi anthem tentang harapan dan mimpi yang diputar di mana-mana, dari stadion hingga karaoke. Padahal, menurut gitaris Journey, Neal Schon, awal mula lagu ini justru berangkat dari permintaan memainkan sesuatu yang terdengar gampang dan tidak rumit.
Struktur chord lagu ini ternyata sangat sederhana dan bahkan terinspirasi dari lagu rock lain yang sudah lebih dulu populer. Tapi justru dari kesederhanaan itulah keajaiban muncul. Siapa sangka, lagu yang ditulis dengan santai ini akhirnya terjual puluhan juta kopi dan menjadi salah satu lagu paling ikonik sepanjang masa.
2. “Total Eclipse of the Heart” – Bonnie Tyler
Jika diperhatikan lebih dekat, nuansa lagu ini memang terasa sangat dramatis, gelap, dan teatrikal. Tidak heran, karena “Total Eclipse of the Heart” sebenarnya ditulis untuk sebuah musikal tentang vampir Nosferatu. Mulai dari lirik, melodi, hingga musik videonya yang penuh simbol gothic, semuanya sangat cocok dengan tema dunia gelap dan cinta terlarang.
Lagu ini ditulis oleh Jim Steinman, sosok jenius di balik banyak lagu rock pop. Awalnya, lagu ini bahkan sudah ada sejak akhir 60-an. Baru ketika Bonnie Tyler membawakannya dengan suara serak khasnya, lagu ini menemukan bentuk paling ikonik. Tak disangka, lagu yang lahir dari ide musikal vampir justru menjadi salah satu balada cinta paling terkenal.
3. “One” – Metallica
Berbeda dari kebanyakan lagu metal yang penuh energi agresif, “One” justru menghadirkan horor psikologis yang sunyi dan menghantui. Lagu ini bercerita tentang seorang tentara yang kehilangan seluruh anggota tubuh dan indranya akibat perang, terjebak hidup dalam tubuh yang tak lagi bisa merasakan apa pun. Kisah ini terasa begitu nyata dan menyiksa.
Inspirasi lagu ini datang dari novel perang klasik Johnny Got His Gun karya Dalton Trumbo. Vokal James Hetfield yang penuh emosi, dipadu dengan musik yang perlahan berubah dari sunyi menjadi brutal, membuat pesan lagu ini sangat kuat. “One” bukan sekadar lagu metal, tapi juga pernyataan keras tentang dampak mengerikan perang.
4. “In the Air Tonight” – Phil Collins
Selama bertahun-tahun, lagu ini diselimuti legenda urban yang aneh dan menyeramkan. Banyak orang percaya “In the Air Tonight” terinspirasi dari kisah pembunuhan atau seseorang yang dibiarkan tenggelam. Mitos ini bahkan muncul dalam lagu-lagu lain dan obrolan pop culture, membuat ceritanya semakin dipercaya.
Namun, Phil Collins sendiri akhirnya membantah semua itu. Ia mengungkapkan bahwa lagu ini sebenarnya lahir dari rasa marah dan frustrasi akibat perceraian yang sedang ia alami. Liriknya memang ambigu, tapi justru itulah kekuatannya. Ledakan drum legendaris di tengah lagu menjadi simbol luapan emosi yang terpendam.
5. “Sweet Child O’ Mine” – Guns N’ Roses
Riff gitar pembuka “Sweet Child O’ Mine” adalah salah satu yang paling dikenal dalam sejarah musik rock. Namun, siapa sangka riff tersebut awalnya hanya latihan iseng Slash saat pemanasan. Ia bahkan menganggapnya terdengar terlalu manis dan tidak cocok untuk band sekeras Guns N’ Roses.
Semua berubah ketika Axl Rose mulai menulis lirik yang terinspirasi dari kekasihnya saat itu. Lagu ini pun berkembang menjadi balada rock yang penuh emosi, tanpa kehilangan identitas liar band tersebut. Dari latihan santai tanpa rencana, “Sweet Child O’ Mine” justru menjadi lagu paling sukses Guns N’ Roses dan memperkenalkan mereka ke audiens global.
Kisah-kisah di balik lagu hits era 80-an ini membuktikan bahwa keajaiban sering muncul saat musisi tidak terlalu memaksakan kesempurnaan. Dari semua lagu legendaris tadi, mana yang kisah di baliknya paling bikin kamu kaget?



















