5 Lagu Journey Paling Ikonik, Selain Don’t Stop Believin’

- Journey memiliki katalog beragam, dari rock progresif era awal hingga hard rock dan ballad, yang menunjukkan sisi lain band selain “Don’t Stop Believin’”.
- “Look Into the Future”, “Separate Ways (Worlds Apart)”, “Lights”, dan “Escape” menonjol lewat permainan Neal Schon, vokal berbeda, energi konser, serta keterkaitan Journey dengan San Francisco.
- “Open Arms” menjadi single Journey dengan posisi tertinggi di Billboard Hot 100, mencapai No. 2 dan melampaui “Don’t Stop Believin’” yang berada di No. 9.
Kalau membahas Journey, “Don’t Stop Believin’” hampir selalu menjadi lagu pertama yang muncul di pikiran. Lagu dari album Escape (1981) tersebut memang sudah menjadi salah satu anthem rock paling dikenal sepanjang masa. Namun, katalog Journey sebenarnya jauh lebih luas daripada satu lagu yang terus diputar di berbagai film, serial, hingga acara olahraga.
Band yang dibentuk di San Francisco ini punya banyak lagu dengan karakter berbeda, mulai dari rock progresif, hard rock yang penuh energi, sampai ballad romantis yang sangat emosional. Beberapa di antaranya bahkan pernah meraih posisi lebih tinggi di tangga lagu daripada “Don’t Stop Believin’”. Kalau ingin mengenal sisi lain Journey, lima lagu berikut layak masuk playlist.
1. “Look Into the Future”
Sebelum Steve Perry bergabung dan membawa Journey menuju era kejayaan komersial, band ini memiliki gaya yang jauh lebih eksperimental. Salah satu contohnya adalah “Look Into the Future”, lagu utama dari album kedua mereka yang dirilis pada 1976. Dengan durasi lebih dari delapan menit, lagu ini jauh dari format singkat yang biasanya mudah masuk radio.
Gregg Rolie masih menjadi vokalis utama, sehingga karakter suaranya memberikan warna berbeda dari Journey yang lebih dikenal lewat era Perry. Daya tarik terbesar lagu ini terletak pada permainan gitar Neal Schon. Sepanjang lagu, ia berpindah dari melodi yang lembut menuju riff yang lebih tajam dan solo gitar yang eksplosif. Permainan keyboard Rolie juga membantu menciptakan nuansa progresif yang menjadi ciri Journey pada masa awal.
2. “Separate Ways (Worlds Apart)”
“Separate Ways (Worlds Apart)” merupakan salah satu lagu Journey yang langsung terasa besar sejak bagian pembukanya. Riff gitar Neal Schon, dentuman drum, dan suara synth yang dramatis menciptakan atmosfer penuh energi. Vokal Steve Perry kemudian membuat lagu tersebut semakin megah, terutama ketika memasuki bagian chorus yang sangat mudah diingat.
Menariknya, Schon pernah menjelaskan bahwa akar musikal “Separate Ways” juga dipengaruhi rhythm and blues, blues, dan Motown. Pengaruh tersebut memang tidak selalu terdengar secara terang-terangan karena sudah bercampur dengan gitar distorsi dan produksi rock khas era 1980-an. Lagu ini juga menjadi favorit penggemar dan sering ditempatkan di berbagai bagian konser Journey karena respons penonton yang kuat.
3. “Lights”
“Lights” punya karakter yang lebih lembut dibandingkan beberapa lagu Journey lainnya. Lagu ini awalnya tidak langsung menjadi hit besar dan hanya mencapai posisi No. 68 di Billboard Hot 100. Namun, seiring berjalannya waktu, lagu tersebut justru berkembang menjadi salah satu lagu yang identik dengan Journey. “Lights” juga memiliki hubungan khusus dengan San Francisco, kota yang menjadi bagian penting dari sejarah band tersebut.
Ada cerita menarik di balik liriknya. Steve Perry awalnya menulis lagu ini tentang Los Angeles, tetapi kemudian mengubah bagian liriknya agar merujuk pada San Francisco karena ia merasa kata-kata yang berhubungan dengan kota tersebut terdengar lebih pas. Hasil akhirnya membuat “Lights” seperti surat cinta untuk kota yang memiliki hubungan erat dengan Journey.
4. “Escape”
“Escape” mungkin tidak setenar tiga lagu besar dari album yang sama, tetapi sebenarnya punya semua bahan untuk menjadi anthem arena rock. Lagu ini merupakan title track album Escape (1981). Dengan posisi sebagai pembuka sisi kedua album tersebut, “Escape” terasa seperti lagu yang memang dirancang untuk kembali mengangkat energi setelah rangkaian lagu sebelumnya. Chorus-nya juga sangat cocok dinyanyikan bersama-sama oleh penonton.
Neal Schon kembali menjadi salah satu daya tarik utamanya lewat riff, harmonik, dan solo gitar yang penuh tenaga. Bass dan synth ikut memperkuat suasana megah, sementara suara Steve Perry membuat bagian chorus terasa semakin besar. Kalimat “I'm on my way” yang terus diulang membuat lagu ini punya energi optimistis dan mudah menempel di kepala.
5. “Open Arms”
Journey memang dikenal sebagai band rock arena, tetapi mereka juga punya kemampuan luar biasa dalam membuat ballad romantis. “Open Arms” adalah salah satu contoh terbaiknya dan menjadi single dengan posisi tertinggi Journey di Billboard Hot 100, yaitu No. 2. Lagu ini bahkan mencapai posisi yang lebih tinggi daripada “Don’t Stop Believin’”, yang berada di No. 9.
Sejak dirilis dalam album Escape pada 1981, “Open Arms” terus bertahan sebagai salah satu lagu cinta paling dikenal dari Journey. Kekuatan lagu ini justru terletak pada kesederhanaannya. Liriknya bercerita tentang seseorang yang ingin menerima kembali pasangannya setelah hubungan mereka sempat renggang, tanpa drama berlebihan atau konflik besar.
“Don’t Stop Believin’” memang menjadi lagu yang paling melekat dengan nama Journey, tetapi lima lagu di atas menunjukkan betapa beragamnya musik mereka. Dari lima lagu Journey tersebut, mana yang paling ingin kamu dengarkan kembali?



















