Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Lagu Klasik Ini Ternyata Terinspirasi dari Putus Cinta Para Musisi

7 Lagu Klasik Ini Ternyata Terinspirasi dari Putus Cinta Para Musisi
ABBA (facebook.com/ABBA)
Intinya Sih
  • Banyak lagu klasik lahir dari kisah putus cinta musisi legendaris, menggambarkan emosi personal yang kemudian menjadi karya abadi dan dekat dengan pendengar lintas generasi.

  • Dari The Beatles hingga Alanis Morissette, tiap lagu mencerminkan perjalanan cinta yang kandas—mulai dari penyesalan tenang, nostalgia pahit, hingga kemarahan terbuka terhadap mantan pasangan.

  • Kisah di balik lagu-lagu ini menunjukkan bagaimana kehilangan dan luka emosional dapat berubah menjadi inspirasi kreatif yang menghasilkan karya musik paling ikonik sepanjang masa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Patah hati memang menyakitkan, tapi di tangan musisi hebat, rasa kehilangan bisa berubah menjadi karya abadi. Banyak lagu klasik lahir dari hubungan kandas, pertengkaran panjang, sampai perceraian yang meninggalkan luka mendalam. Menariknya, emosi yang begitu personal justru membuat lagu-lagu ini terasa sangat dekat dengan pendengar dari berbagai generasi.

Beberapa musisi bahkan terang-terangan mengakui siapa sosok di balik lagunya, sementara yang lain memilih membiarkan penggemar menebak-nebak selama bertahun-tahun. Dari balada penuh penyesalan sampai sindiran halus untuk mantan, semuanya punya cerita unik di balik proses penciptaannya. Berikut lagu klasik yang ternyata terinspirasi dari kisah putus cinta para musisi legendaris.

1. The Beatles – 'For No One' (1966)

Paul McCartney menulis lagu ini saat hubungan cintanya dengan aktris Jane Asher mulai retak. Mereka sebenarnya dikenal sebagai pasangan ikonik Inggris pada era 1960-an, tetapi jadwal padat The Beatles perlahan membuat hubungan mereka renggang. 'For No One' pun terasa sangat dingin dan menyedihkan, berbeda dari lagu cinta manis khas The Beatles pada masa itu.

Liriknya menggambarkan perasaan ketika cinta perlahan mati, tetapi kedua orang masih belum benar-benar siap menerimanya. Yang membuat lagu ini begitu kuat adalah kesederhanaannya. Tidak ada ledakan emosi besar atau drama berlebihan, hanya rasa kosong yang terasa sangat nyata.

McCartney sendiri pernah mengakui bahwa lagu ini lahir dari pertengkaran dalam hubungannya dengan Jane Asher. Meski terdengar tenang, banyak penggemar menganggap 'For No One' sebagai salah satu lagu patah hati paling menyakitkan yang pernah ditulis The Beatles.

2. The Rolling Stones – 'Angie' (1973)

Sejak dirilis, lagu 'Angie' langsung memunculkan banyak teori tentang siapa sosok yang dimaksud Mick Jagger. Ada yang percaya lagu ini tentang Angie Dickinson, ada juga yang mengaitkannya dengan Angela Bowie. Namun, banyak penggemar yakin lagu tersebut terinspirasi dari hubungan rumit Jagger dengan Marianne Faithfull, sosok yang sangat berpengaruh dalam hidupnya pada era 1960-an.

Nuansa lagu ini memang penuh rasa kehilangan dan penyesalan. Berbeda dengan citra liar The Rolling Stones, 'Angie' justru terdengar melankolis. Lagu ini seperti menggambarkan seseorang yang sadar bahwa hubungan cintanya tidak bisa diselamatkan lagi, meskipun masih ada rasa sayang tersisa. Sampai sekarang, 'Angie' tetap dianggap sebagai salah satu balada terbaik dalam sejarah rock klasik.

3. Joan Baez – 'Diamonds and Rust' (1975)

Joan Baez menulis lagu ini bertahun-tahun setelah hubungannya dengan Bob Dylan berakhir. Walaupun Baez pernah mengatakan bahwa lagu ini bukan sepenuhnya tentang Dylan, lirik-liriknya terasa terlalu spesifik untuk diabaikan. Lagu ini dipenuhi nostalgia, kenangan lama, dan rasa pahit yang belum benar-benar hilang meski waktu sudah berlalu lama.

Menariknya, Baez tidak menulis lagu ini dengan nada marah. Ia justru dewasa seperti seseorang yang akhirnya bisa melihat hubungan masa lalunya dengan lebih jernih. 'Diamonds and Rust' berhasil menangkap perasaan campur aduk setelah putus cinta. Banyak kritikus musik menganggap lagu ini sebagai salah satu karya folk terbaik sepanjang masa.

4. Fleetwood Mac – 'Silver Springs' & 'Go Your Own Way' (1976)

Hubungan Stevie Nicks dan Lindsey Buckingham memang terkenal penuh drama, dan konflik mereka akhirnya melahirkan beberapa lagu terbaik Fleetwood Mac. 'Silver Springs' ditulis Stevie Nicks sebagai ungkapan sakit hati setelah hubungannya dengan Buckingham berakhir. Judul lagu ini sendiri terinspirasi dari papan jalan bertuliskan “Silver Spring, Maryland” yang ia lihat saat perjalanan tur.

Di sisi lain, Buckingham membalas lewat 'Go Your Own Way', lagu yang juga membahas hubungan mereka dari sudut pandangnya sendiri. Menariknya, keduanya tetap harus tampil bersama di atas panggung sambil menyanyikan lagu tentang satu sama lain. Ketegangan emosional itu justru membuat album Rumours terasa sangat emosional hingga sekarang.

5. ABBA – 'The Winner Takes It All' (1980)

Lagu ini sering dianggap sebagai salah satu lagu perceraian paling emosional dalam sejarah musik pop. Banyak orang percaya Björn Ulvaeus menulisnya setelah pernikahannya dengan Agnetha Fältskog berakhir. Meski Björn mengatakan lagu itu tidak sepenuhnya autobiografis, Agnetha sendiri mengaku merasa lagu tersebut memang sangat berkaitan dengan hubungan mereka.

Lagu ini begitu menyentuh karena cara Agnetha menyanyikannya. Emosi dalam vokalnya terdengar sangat nyata, seolah ia benar-benar sedang menceritakan rasa sakitnya sendiri. 'The Winner Takes It All' bukan sekadar lagu tentang kalah dalam cinta, tetapi juga tentang menerima kenyataan bahwa hubungan yang dulu indah akhirnya harus berakhir.

6. Bruce Springsteen – 'Brilliant Disguise' (1987)

Bruce Springsteen dikenal lewat lagu-lagu rock yang penuh energi, tetapi 'Brilliant Disguise' menunjukkan sisi dirinya yang lebih rapuh. Lagu ini diyakini terinspirasi dari masalah rumah tangganya dengan Julianna Phillips. Liriknya dipenuhi rasa curiga, ketidakpercayaan, dan ketakutan bahwa pasangan yang dicintai mungkin sudah berubah menjadi orang asing.

Berbeda dari lagu patah hati yang penuh ledakan emosi, 'Brilliant Disguise' justru terasa sangat personal dan sunyi. Springsteen seperti sedang berbicara langsung kepada dirinya sendiri sambil mempertanyakan makna cinta dan kejujuran dalam hubungan. Lagu ini memperlihatkan bahwa musisi sebesar “The Boss” pun tak kebal terhadap rasa insecure dalam percintaan.

7. Alanis Morissette – 'You Oughta Know' (1995)

Kalau bicara lagu putus cinta penuh kemarahan, 'You Oughta Know' pasti masuk daftar teratas. Lagu ini langsung melejit dan membuat Alanis Morissette dikenal sebagai salah satu suara paling berani di era 1990-an. Meski Alanis tidak pernah secara resmi mengungkap siapa mantannya yang jadi inspirasi lagu tersebut, banyak orang percaya lagu ini ditujukan untuk aktor Dave Coulier.

Alanis tidak mencoba terdengar tenang atau elegan di lagu ini, justru kemarahannya menjadi daya tarik utama lagu tersebut. Itulah yang membuat 'You Oughta Know' terasa begitu relatable bagi banyak pendengar yang pernah merasakan sakit hati setelah hubungan berakhir tiba-tiba. Sampai sekarang, lagu ini masih dianggap sebagai anthem patah hati paling ikonik dari era 1990-an.

Lagu klasik ini membuktikan bahwa rasa sakit karena putus cinta bisa berubah menjadi karya yang bertahan puluhan tahun. Dari semua lagu di atas, mana yang menurutmu paling emosional dan paling cocok jadi soundtrack galau?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa

Related Articles

See More