Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Lagu Rock Klasik Terbaik yang Membuat Era 90-an Sulit Dilupakan

4 min read
5 Lagu Rock Klasik Terbaik yang Membuat Era 90-an Sulit Dilupakan
Nirvana (instagram.com/nirvana_official)
  • Era 1990-an menghadirkan rock yang beragam, dari grunge hingga alternative dan Britpop, sebagai medium generasi muda mengekspresikan keresahan, emosi, serta pandangan terhadap dunia.
  • Nirvana lewat “Smells Like Teen Spirit”, Radiohead dengan “Creep”, dan Pearl Jam melalui “Black” menonjolkan kegelisahan, keterasingan, serta kehilangan cinta secara emosional.
  • Oasis membuat “Don't Look Back in Anger” menjadi lagu Britpop yang mudah dinyanyikan bersama, sementara The Cranberries memakai “Zombie” untuk memprotes kekerasan di Irlandia Utara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Era 1990-an menjadi salah satu periode paling menarik dalam musik rock. Pada masa ini, berbagai band menghadirkan warna musik yang berbeda, mulai dari grunge yang penuh kemarahan hingga alternative rock yang terasa personal. Musik rock tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan keresahan dan pandangan mereka terhadap dunia.

Sejumlah lagu dari era ini bahkan masih populer dan terus didengarkan oleh penggemar lintas generasi. Banyak musisi berhasil menyampaikan emosi dan cerita yang terasa dekat dengan kehidupan pendengarnya. Dari sekian banyak karya yang lahir pada dekade tersebut, lima lagu berikut punya pengaruh besar dan menjadi alasan mengapa musik rock era 90-an sulit dilupakan.

  1. 1. Nirvana – "Smells Like Teen Spirit"

    Ketika Nirvana merilis "Smells Like Teen Spirit" pada 1991, dunia musik rock sedang memasuki perubahan besar. Lagu yang menjadi bagian dari album Nevermind ini dikenal lewat riff gitar yang kuat, permainan drum yang menghentak, serta vokal Kurt Cobain yang terdengar kasar dan penuh emosi. Liriknya yang penuh kegelisahan juga terasa mewakili keresahan anak muda pada masa itu.

    Berkat perpaduan tersebut, lagu ini menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam perkembangan musik grunge dan membantu membawa genre tersebut ke perhatian pendengar arus utama. Daya tarik "Smells Like Teen Spirit" tidak hanya bertahan karena popularitasnya saat pertama kali dirilis. Lagu ini memiliki energi yang masih terasa relevan bagi pendengar muda, terutama yang pernah merasa frustrasi dengan lingkungan sekitarnya.

  2. 2. Radiohead – "Creep"

    Berbeda dari lagu rock yang menonjolkan kemarahan, "Creep" justru menyentuh pendengar lewat perasaan minder dan keterasingan. Dirilis pada 1992 melalui album debut Pablo Honey, lagu ini ditulis oleh Thom Yorke berdasarkan perasaan tidak nyaman dan kesulitan menempatkan diri di tengah orang lain. Liriknya menggambarkan seseorang yang merasa tidak pantas berada di dekat sosok yang dikaguminya.

    Perasaan tersebut disampaikan dengan jujur sehingga banyak pendengar bisa menemukan pengalaman mereka sendiri di dalamnya. Salah satu ciri paling mudah dikenali dari "Creep" adalah suara gitar yang kasar dan meledak menjelang bagian reff. Menariknya, efek gitar tersebut muncul dari gerakan Jonny Greenwood saat rekaman, yang awalnya dimaksudkan untuk menghasilkan suara tidak nyaman di antara bagian lagu.

  3. 3. Oasis – "Don't Look Back in Anger"

    Oasis menjadi salah satu band yang mendefinisikan musik Britpop pada era 90-an, dan "Don't Look Back in Anger" merupakan salah satu karya mereka yang paling berkesan. Lagu ini dirilis pada 1996 sebagai bagian dari album (What's the Story) Morning Glory? dan ditulis oleh Noel Gallagher. Berbeda dari beberapa lagu Oasis yang mengandalkan gitar penuh tenaga, lagu ini dibuka dengan permainan piano yang langsung menciptakan suasana khas.

    Melodinya terasa megah, sementara bagian reff-nya mudah diingat dan cocok dinyanyikan bersama-sama. Menariknya, Noel Gallagher pernah mengenang bahwa lagu tersebut ditulis ketika Oasis masih jauh dari status sebagai band besar. Ia tidak menyangka karya yang lahir pada masa itu nantinya akan dinyanyikan oleh banyak orang dalam berbagai kesempatan, mulai dari konser hingga acara yang bersifat personal.

  4. 4. The Cranberries – "Zombie"

    Tidak semua lagu rock dibuat hanya untuk menghibur. "Zombie" yang dirilis pada 1994 melalui album No Need to Argue, merupakan contoh bagaimana musik bisa menjadi sarana menyuarakan protes terhadap kekerasan. Lagu ini ditulis oleh Dolores O'Riordan sebagai tanggapan atas konflik di Irlandia Utara yang dikenal sebagai The Troubles. Salah satu peristiwa yang memengaruhinya adalah pengeboman yang menewaskan anak-anak tak bersalah di Inggris.

    Secara musikal, "Zombie" terdengar lebih berat dibandingkan sejumlah lagu The Cranberries lainnya. Lagu ini tidak hanya mengungkapkan kesedihan, tetapi juga mempertanyakan siklus kekerasan yang terus memakan korban. Setelah O'Riordan meninggal pada 2018, "Zombie" kembali mendapat perhatian luas dan terus dinyanyikan oleh berbagai kalangan.

  5. 5. Pearl Jam – "Black"

    Pearl Jam turut memperkuat popularitas grunge lewat album debut mereka, Ten, yang dirilis pada 1991. Di antara lagu-lagu dalam album tersebut, "Black" menonjol karena pendekatannya yang emosional dan terasa sangat personal. Lagu ini berkisah tentang kehilangan cinta dan kesulitan menerima kenyataan bahwa seseorang yang pernah begitu berarti tidak lagi menjadi bagian dari kehidupan.

    Eddie Vedder menyampaikan perasaan tersebut melalui vokal yang penuh penghayatan, seolah-olah pendengar sedang menyaksikan seseorang berusaha berdamai dengan kenangan. Tidak heran jika lagu ini menjadi salah satu karya Pearl Jam yang paling membekas bagi penggemarnya. Menariknya, Pearl Jam dikenal berhati-hati dalam membawakan lagu ini sebagai singel komersial karena ingin menjaga makna personalnya.

    Kelima lagu tersebut memperlihatkan betapa beragamnya musik rock pada era 90-an. Menurutmu, lagu rock klasik era 90-an mana yang paling pantas disebut sebagai karya terbaik dari dekade tersebut?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More