5 Lagu Rock Klasik yang Hampir Punya Judul Berbeda

Judul lagu sering kali terdengar sederhana, tapi di baliknya bisa tersimpan cerita panjang, keputusan besar, bahkan perdebatan sengit di dalam band. Beberapa lagu rock legendaris yang kita kenal hari ini ternyata hampir dirilis dengan judul yang sama sekali berbeda. Bisa saja kalau itu terjadi, mungkin kesan ikoniknya juga ikut berubah.
Menariknya, perubahan judul ini bukan sekadar soal estetika, tapi juga soal pemasaran hingga sensitivitas publik. Dari ide yang terlalu aneh, terlalu gelap, sampai terlalu berisiko, semua akhirnya dikoreksi demi masa depan lagu tersebut. Berikut lima lagu rock klasik yang nyaris punya judul yang berbeda total.
1. “Total Eclipse of the Heart” – Bonnie Tyler
Lagu pop rock epik milik Bonnie Tyler ini ternyata punya latar yang jauh lebih gelap dari yang kita bayangkan. Jim Steinman, sang penulis lagu, awalnya membayangkan lagu ini sebagai kisah cinta vampir. Saat itu, ia sedang mengerjakan musikal berbasis Nosferatu, sehingga nuansa obsesif dan dramatis sangat terasa dalam liriknya.
Judul awal lagu ini adalah “Vampires in Love”, dan kalau diperhatikan, liriknya memang terasa seperti romansa makhluk tak fana. Namun judul tersebut akhirnya diganti agar lebih mudah diterima pasar. Keputusan itu terbukti tepat, karena “Total Eclipse of the Heart” sukses besar dan merajai tangga lagu Billboard Hot 100.
2. “Breed” – Nirvana
Lagu enerjik dari album Nevermind ini menyimpan kisah unik soal judulnya. Kurt Cobain awalnya menamai lagu ini “Imodium”, yang merupakan merek obat antidiare. Inspirasi itu muncul setelah ia melihat rekan turnya, Tad Doyle, sering menggunakan obat tersebut saat tur Eropa.
Meski terdengar absurd, judul itu sempat dipertimbangkan serius. Namun akhirnya Nirvana memilih judul “Breed” yang terasa lebih selaras dengan tema lagu tentang tekanan sosial dan ekspektasi hidup. Walau tidak dirilis sebagai single, lagu ini tetap jadi favorit penggemar grunge hingga hari ini.
3. “Bohemian Rhapsody” – Queen
Sulit membayangkan lagu seikonik “Bohemian Rhapsody” punya judul lain. Namun faktanya, Freddie Mercury sempat menyebut potongan awal lagu ini sebagai “The Cowboy Song”. Judul tersebut digunakan untuk menamai kumpulan ide musik yang ia tulis sejak akhir 1960-an.
Seiring lagu ini berkembang menjadi rock opera enam menit yang kompleks dan teatrikal, judul awalnya terasa semakin tidak relevan. Pergantian judul menjadi “Bohemian Rhapsody” memberi kesan misterius dan megah yang akhirnya melekat kuat di benak pendengar. Bisa dibilang, perubahan judul ini ikut menentukan status legendarisnya.
4. “All the Small Things” – Blink-182
Di akhir 90-an, Blink-182 ingin menciptakan lagu yang ramah radio dan aman diputar kapan saja. Hasilnya adalah “All the Small Things”, lagu cinta sederhana dengan nuansa punk pop yang ceria dan catchy. Namun, di versi demo awal, lagu ini sempat punya judul yang sangat aneh yakni “Babycakes-Buttermuffin.”
Judul tersebut terdengar seperti lelucon internal, bahkan nyaris mustahil dibayangkan jadi hit global. Lagu ini ditulis Tom DeLonge untuk pacarnya saat itu, Jennifer Jenkins, dan mungkin saja judul aneh tersebut adalah panggilan sayang pribadi. Untungnya, judul itu ditinggalkan, dan Blink-182 justru mendapatkan lagu terbesar dalam karier mereka.
5. “Dance the Night Away” – Van Halen
Sebagai band hard rock yang penuh energi, Van Halen sempat hampir mengambil langkah kontroversial. David Lee Roth awalnya ingin menamai lagu ini “Dance, Lolita, Dance”, terinspirasi dari novel Lolita karya Vladimir Nabokov. Namun, referensi tersebut dianggap terlalu sensitif dan berpotensi menimbulkan kontroversi.
Eddie Van Halen akhirnya mendorong perubahan judul dan lirik agar lebih aman dan ramah radio. Keputusan ini terbukti sangat tepat, karena “Dance the Night Away” menjadi lagu pertama Van Halen yang menembus Top 20 di Amerika Serikat. Sebuah contoh bagaimana perubahan kecil bisa berdampak besar.
Perjalanan sebuah lagu ternyata tidak selalu mulus sejak awal, bahkan untuk karya-karya yang kini dianggap abadi. Dari kelima lagu ini, menurutmu mana yang paling aneh kalau tetap memakai judul aslinya?


















