Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Lagu Rock yang Ternyata Terinspirasi dari Karya Shakespeare
Radiohead (instagram.com/radioheadcommunity)
  • Radiohead menulis “Exit Music (For a Film)” untuk Romeo + Juliet versi Baz Luhrmann, sebagai elegi yang membayangkan Romeo dan Juliet mencoba kabur dari konflik keluarga.
  • Lou Reed memindahkan Romeo dan Juliet ke New York modern lewat “Romeo Had Juliette”, sementara Elvis Costello memakai Lady Macbeth sebagai simbol perempuan yang kerap dilabeli jahat.
  • Sting menyisipkan kutipan Sonnet 130 dalam “Sister Moon”, sedangkan Rush memparafrasekan gagasan “All the world’s a stage” untuk membahas ketenaran dan privasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau selama ini Shakespeare identik dengan buku sastra, drama panggung, dan kisah cinta tragis, ternyata pengaruhnya juga merambah ke dunia musik rock. Sejumlah musisi mengambil karakter, konflik, bahkan potongan kalimat dari karya Shakespeare lalu mengolahnya menjadi lagu dengan gaya yang jauh lebih modern.

Menariknya, inspirasi Shakespeare dalam musik rock tidak selalu terlihat jelas dari judul lagunya. Ada musisi yang mengambil cerita dan tokohnya secara langsung, sementara yang lain hanya menyelipkan satu kutipan dari soneta Shakespeare ke dalam lirik. Justru karena itulah beberapa lagu berikut terasa menarik untuk dibahas. Kira-kira lagu apa saja, ya?

1. “Exit Music (For a Film)” — Radiohead

“Exit Music (For a Film)” dibuat Radiohead untuk film William Shakespeare's Romeo + Juliet garapan Baz Luhrmann yang dirilis pada 1996. Namun, lagu tersebut tidak langsung muncul di album soundtrack dan kemudian dimasukkan ke album OK Computer pada 1997. Sejak awal, lagu ini memang dirancang sebagai semacam elegi untuk Romeo dan Juliet, dua kekasih muda yang harus menghadapi konflik keluarga mereka.

Suasananya yang muram dan perlahan semakin intens terasa sangat cocok dengan kisah cinta tragis Shakespeare. Thom Yorke juga pernah menjelaskan bahwa inspirasinya tidak hanya berasal dari film versi modern tersebut. Ia sudah mengenal kisah Romeo and Juliet sejak remaja dan sangat terpengaruh oleh versi film garapan Franco Zeffirelli.

Alih-alih hanya menceritakan kembali tragedi mereka, Yorke membayangkan bagaimana jika Romeo dan Juliet memilih kabur sebelum semuanya berakhir buruk. Karena itu, “Exit Music (For a Film)” terasa seperti lagu tentang cinta yang berusaha melawan keadaan, meski pendengarnya sudah tahu bahwa akhir ceritanya tidak akan bahagia.

2. “Romeo Had Juliette” — Lou Reed

Lou Reed membawa kisah Romeo dan Juliet ke tempat yang sangat berbeda lewat “Romeo Had Juliette”. Lagu yang menjadi pembuka album New York (1989) ini memindahkan karakter Shakespeare dari Verona ke kehidupan New York modern. Romeo dan Juliet tidak lagi menjadi pasangan bangsawan muda dalam kisah klasik, melainkan karakter yang hidup di tengah lingkungan perkotaan yang keras dan penuh masalah.

Reed menggunakan nama dan konsep dari Shakespeare sebagai fondasi untuk menggambarkan realitas kota yang ia kenal. Bukan cuma karakter yang dipinjam, gaya penulisannya juga memiliki sedikit kemiripan dengan cara Shakespeare membangun cerita. Kalau kisah asli Romeo dan Juliet berakhir dengan tragedi yang sudah sangat jelas, versi Lou Reed terasa lebih liar dan terbuka terhadap kemungkinan lain.

3. “Miss Macbeth” — Elvis Costello

Elvis Costello memilih salah satu karakter Shakespeare yang paling terkenal sekaligus paling kontroversial untuk lagunya, yaitu Lady Macbeth. “Miss Macbeth” muncul dalam album Spike pada 1989 dan menggunakan sosok tersebut untuk membicarakan bagaimana perempuan tertentu sering diberi label sebagai sosok jahat tanpa melihat keseluruhan cerita di baliknya.

Costello seolah ingin mempertanyakan apakah Lady Macbeth memang sepenuhnya monster seperti yang sering digambarkan. Ia juga menghubungkannya dengan gambaran perempuan-perempuan lain yang dianggap menakutkan atau sulit dipahami. Lagu ini tidak sekadar menceritakan kembali Macbeth, melainkan menggunakan karakter tersebut sebagai simbol.

Dalam liriknya, Costello menggambarkan sosok perempuan dengan penampilan dan aura misterius yang membuat orang lain takut. Namun, ia juga memberikan sisi yang lebih manusiawi dengan menggambarkan seseorang yang dihantui kenangan dan cinta yang tidak pernah benar-benar dimiliki.

4. “Sister Moon” — Sting

Kalau tiga lagu sebelumnya mengambil inspirasi dari karakter dan cerita Shakespeare, Sting memilih sumber yang lebih singkat tetapi tidak kalah menarik. Dalam “Sister Moon” dari album ...Nothing Like the Sun (1987), Sting menggunakan potongan kalimat dari Sonnet 130 karya Shakespeare. Soneta tersebut terkenal karena menggambarkan seorang kekasih dengan cara yang justru berlawanan dari puisi cinta konvensional.

Salah satu kalimat paling terkenalnya adalah perbandingan mata sang kekasih yang disebut tidak seperti matahari. Sting mengambil kalimat tersebut dan memasukkannya ke bagian akhir “Sister Moon”. Penggunaan kutipan itu terasa pas karena lagu ini sendiri banyak berbicara tentang suasana romantis dan daya tarik bulan.

5. “Limelight” — Rush

“Limelight” dari Rush muncul dalam album Moving Pictures pada 1981 dan memiliki hubungan yang cukup menarik dengan karya Shakespeare. Lirik yang ditulis oleh Neil Peart memparafrasekan gagasan terkenal dari pidato Jaques dalam As You Like It: “All the world’s a stage”, yang menggambarkan kehidupan manusia seperti sebuah pertunjukan dan setiap orang memainkan perannya masing-masing.

Namun, Rush membawa gagasan tersebut ke konteks yang jauh lebih modern dan personal. “Limelight” sebenarnya membahas pengalaman Peart menghadapi ketenaran serta sulitnya menjaga kehidupan pribadi ketika seseorang menjadi terkenal. Karena itu, gambaran dunia sebagai panggung terasa sangat relevan. Musisi berada di depan penonton, memainkan peran sebagai figur publik.

Pengaruh Shakespeare terhadap musik rock ternyata jauh lebih luas daripada sekadar memasukkan nama Romeo atau Juliet ke dalam lirik. Dari lagu-lagu tersebut, mana yang paling menarik untuk didengarkan sambil membaca kembali karya Shakespeare?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article