Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Lagu Taylor Swift dengan Vibes Musim Dingin yang Sendu dan Kelabu

Taylor Swift dalam album evermore
Taylor Swift dalam album evermore (dok. Republic Records/evermore)
Intinya sih...
  • "evermore" adalah lagu dengan nuansa musim dingin yang menyiksa, berbicara soal kehilangan dan kelelahan emosional.
  • "Sad Beautiful Tragic" merefleksikan hubungan yang indah tetapi berakhir menyakitkan, dengan ritme melodi yang lambat menciptakan kesan waktu berjalan lebih pelan.
  • "the lakes" menggambarkan keinginan hidup dalam kesunyian bersama rasa kehilangan yang tak kunjung sembuh, menjadi diskografi paling dingin dan sepi dari Taylor Swift.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim dingin tengah terjadi di berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, beberapa negara bagian Amerika Serikat, hingga Eropa. Salju dan hawa dingin biasanya membangkitkan suasana sendu. Kenangan-kenangan masa lalu pun ikut kembali, seakan bernostalgia.

Musik bisa menjadi peneman sepi selama musim dinginmu, lho. Musisi yang dikenal punya beragam diskografi dengan vibes musim dingin sendu adalah Taylor Swift. Penyanyi 36 tahun itu kerap mengandalkan lirik sebagai senjata untuk terhubung dengan pendengar.

Kalau pengin menambahkan daftar musikmu, masukkan lima lagu Taylor Swift dengan vibes musim dingin yang sendu dan kelabu berikut ini, ya. Dalami dan pahami liriknya, maka kamu bakal galau total!

1. "evermore"

Ketika membahas lagu dengan nuansa musim dingin yang menyiksa milik Taylor Swift, maka "evermore" wajib ada di dalamnya. Lagu dalam album evermore (2020) ini berbicara soal kehilangan, kelelahan emosional, dan usaha bertahan di tengah rasa sakit yang terasa tak berkesudahan.

Aransemen piano dalam lagu "evermore" terdengar dingin, tapi tulus, seperti ruangan kosong di musim salju. Kamu akan merasa tengah menghadapi hari-hari sunyi ketika mendengar dialog vokal antara Swift dan Bon Iver. Dua suara mereka berbenturan dengan sangat indah.

Gray November
I've been down since July
Motion capture
Put me in a bad light

2. "Sad Beautiful Tragic"

Taylor Swift dalam album Red (Taylor's Version)
Taylor Swift dalam album Red (Taylor's Version) (dok. Republic Records/Taylor Swift dalam album Red (Taylor's Version))

Dalam 4 menit 44 detik, jiwa dan ragamu akan tercabik-cabik melalui lagu "Sad Beautiful Tragic". Lagu dalam album Red (2012) ini merefleksikan soal hubungan yang indah, tetapi berakhir menyakitkan. Bukan karena benci atau kesalahan satu pihak, tetapi lebih karena keadaan.

Ritme melodi yang lambat dalam lagu ini menciptakan kesan waktu berjalan lebih pelan, seperti hari-hari di musim dingin. Gak ada suara Taylor Swift yang meledak-meledak, hanya suara tenang, tetapi terdengar pahit dan menahan sakit.

'Cause we had a beautiful magic love there
What a sad beautiful tragic love affair

3. "the lakes"

Bagi kamu yang mendambakan kehidupan tenang dan sunyi di musim dingin, maka lagu "the lakes" akan relate denganmu. Taylor Swift menggunakan refrensi alam, yakni danau, untuk menggambarkan keinginan hidup dalam kesunyian bersama rasa kehilangan yang tak kunjung sembuh.

Lagu "the lakes" menjadi sebuah diskografi paling dingin dan sepi yang mungkin pernah Swift buat. Swift memasukkan lagu 3 menit 31 detik ini ke dalam album folklore (2020) versi deluxe.

Take me to the lakes where all the poets went to die
I don't belong, and my beloved, neither do you
Those Windermere peaks look like a perfect place to cry
I'm setting off, but not without my muse

4. "exile"

Taylor Swift dalam album folklore
Taylor Swift dalam album folklore (dok. Republic Records/folklore)

Lagi-lagi lagu yang Taylor Swift bawakan bersama Bon Iver, "exile" memang bernuansa musim dingin yang menyakitkan. Lagu 4 menit 45 detik ini menggambarkan dua orang yang saling mencintai, tetapi gagal untuk saling memahami. Akhirnya, mereka perlahan menjauh dan jadi asing.

Vokal rendah dan berat dari Bon Iver memberi kesan dingin tersendiri. Tema "diasingkan" pun secara emosional selaras dengan rasa terisolasi yang sering muncul selama musim dingin. Lagu "exile" akan terdengar makin menyayat hati kalau kamu dengarkan saat salju atau hujan turun.

I think I've seen this film before
And I didn't like the ending
You're not my homeland anymore
So, what am I defending now?

5. "Back to December"

"Back to December" berbeda dari kebanyakan lagu putus cinta milik Taylor Swift. Lagu ini berisi pengakuan kesalahan dan penyesalan dari sudut pandang orang yang meninggalkan. Lagu dalam album Speak Now (2010) ini penuh refleksi tentang keputusan di masa lalu. Ingin memperbaiki, tapi rasanya mustahil.

Latar waktu "December" secara jelas berlangsung selama musim dingin. Suasana dalam lagu ini pun penuh nostalgia. Meski suara Swift terdengar lembut, tapi rasa penyesalannya amat sangat terasa.

So this is me swallowin' my pride
Standin' in front of you sayin' I'm sorry for that night
And I go back to December all the time

Lagu Taylor Swift dengan vibes musim dingin yang sendu dan kelabu di atas mungkin sesuai dengan kondisimu saat ini. Kelima lagu tadi punya kesamaan, yakni mengangkat kesedihan yang tenang, bukan dramatis dan meledak-meledak. Lagu mana yang jadi favoritmu, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

Akankah Steve Rogers Jadi Captain Hydra di Avengers: Doomsday?

09 Jan 2026, 10:50 WIBHype