Ada titik-titik di ujung doa
Doa keselamatan penutup malam
Yang harus diisi nama
Maka kuisi dengan namamuNama lengkapmu hurufnya kuhias berjuta warna
Sebisanya aku gambarkan juga bunga-bunga
Lengkap dengan kupu-kupu
Terbang di sekitarnya oh-oh-uh-yeahAku mencoba gambarkan juga
Bentuk wajahmu meski yang kuingat matamu saja
Kalau jelek kamu jelas ga boleh marah-marah
Kapan terakhir bertemu bahkan ku sudah lupa oh-oh-uhAda titik-titik di ujung doa-doa
Keselamatan penutup malam
Kuisi dengan namamu
Kucoba memaafkanmu selalu
Kalau disitu ada salahku
Maafkanku jugaIni rasanya sulit sekali
Ingat hatiku dihancurkan jadi berkeping-keping
Hari ini aku coba merakitnya lagi
Meski kalau diamati
Agak aneh bentuknya ah ah ahAda titik-titik di ujung doa-doa
Keselamatan penutup malam
Kuisi dengan namamu
Kucoba memaafkanmu selalu
Kalau disitu ada salahku
Maafkanku jugaAda titik-titik di ujung doa-doa
Keselamatan penutup malam
Kuisi dengan namamu
Kucoba memaafkanmu selalu
Terselipkah aku disana
Di doa doamu jugaAda titik-titik
3 Lagu Sal Priadi Tentang Perpisahan, yang Bikin Banjir Air Mata

- Sal Priadi dikenal lewat lagu-lagu bertema perpisahan yang menggambarkan kehilangan dan kerinduan, membuat banyak pendengar merasa terhubung secara emosional.
- Lagu 'Ada Titik-titik di Ujung Doa' dan 'Gala Bunga Matahari' menyoroti rindu serta duka mendalam terhadap orang yang telah pergi, disampaikan dengan nuansa reflektif dan penuh makna pribadi.
- Melalui lagu 'Episode', Sal mengajak pendengar merenungi perubahan hidup dan proses kedewasaan, menerima bahwa tidak semua hubungan akan berjalan bersama hingga akhir.
Beberapa lagu Sal Priadi seakan memahami rasa kehilangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia berhasil menghadirkan kisah perpisahan yang bukan sekadar cerita, melainkan seperti potongan kenangan yang pernah dialami pendengarnya.
Tak sedikit yang mengaku air mata mereka menetes saat mendengarkan lagu-lagu tersebut. Lalu, lagu apa saja dari Sal Priadi yang mampu menghadirkan perasaan sedalam itu?
1. “Ada Titik-titik di Ujung Doa”

Lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” dirilis pada 30 April 2024 sebagai bagian dari album “MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS” yang berisi 15 lagu. Meski begitu, video musiknya baru dirilis pada 11 Maret 2026.
Secara makna, lagu ini menggambarkan perasaan rindu yang begitu dalam kepada seseorang yang pernah sangat berarti. Doa-doa menjadi cara sederhana untuk tetap menjaga kedekatan meski jarak, waktu, atau bahkan perpisahan telah terjadi.
“Setiap membawakan lagu 'Ada titik titik di ujung doa' di panggung, akan tampak visual wajah seseorang yang dibuat jadi semacam task connect the dots di buku anak anak. Wajah itu adalah Alm Bapak saya,” tulis Sal di Instagram, pada 28 Desember 2025. Berikut lirik lagu ini:
2. “Gala Bunga Matahari”

Dari album yang sama, Sal Priadi juga merilis single berjudul “Gala Bunga Matahari”. Sal Priadi mengaku menulis lagu ini dalam suasana hati yang penuh kesedihan. Lagu tersebut lahir dari perasaan kehilangan terhadap orang-orang yang telah pergi.
“Kutulis lagu ini untuk sama-sama belajar mengeja duka. Duka selalu melahirkan perasaan yang khusus, perasaan sedih yang teramat juga dibersamai dengan kepercayaan bahwa mereka yang pergi berharap kita melanjutkan hidup ini dengan sebaik-baiknya," tulis Sal Priadi dalam kolom komentar akun TikToknya, Sabtu (10/8/2024).
Berikut liriknya:
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahariYang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baruAdakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagiSemua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahariYang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
'Kan kuceritakan padamu
Bagaimana hidupku tanpamuKangennya masih ada di setiap waktu
Kadang aku menangis bila aku perlu
Tapi aku sekarang sudah lebih lucu
Jadilah menyenangkan s'perti katamu
Jalani hidup dengan penuh sukacita
Dan percaya kau ada di hatiku s'lamanya, oh-ohMungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahariMungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak sekarang
Janji kita pasti 'kan bertemu lagi
3. “Episode”

Lagu “Episode” dari Sal Priadi menghadirkan tema tentang perpisahan dengan fase hidup tertentu. Liriknya menggambarkan momen ketika seseorang mulai menyadari bahwa waktu terus berjalan, pertemanan perlahan berkurang, dan kehidupan membawa setiap orang ke jalannya masing-masing.
Lagu ini seakan mengajak pendengar merenungkan proses kedewasaan, tentang bagaimana belajar tumbuh dalam keheningan, menerima perubahan, dan memahami bahwa tidak semua orang yang pernah dekat akan selalu berjalan bersama hingga akhir. Berikut liriknya:
Di umurku yang segini
Teman dekat makin sedikit
Ada untuk tempat cerita
Juga jadi teman pestaKalau dulu, lain cerita
Sehari bisa tiga
Sampai lima tempat berbeda
Di sana aktif semuaSekarang tubuhku sering minta waktu
Untuk sendirian
Kar'na banyak pertanyaan menemukan jawaban
Bukan di keramaianPergi yang jauh sendirian
Tidur, bangun, melamun berjam-jam
Lebih banyak dengarkan badan
Kuajak dia 'tuk kenalan lagiPergi yang jauh sendirian
Tidur, bangun, melamun berjam-jam
Lebih banyak dengarkan badan
Kuajak dia 'tuk kenalan lagiSekarang tubuhku sering minta waktu
Untuk sendirian
Kar'na banyak pertanyaan menеmukan jawaban
Bukan di keramaianPergi yang jauh sendirian
Tidur, bangun, mеlamun berjam-jam
Lebih banyak dengarkan badan
Kuajak dia 'tuk kenalan lagiPergi yang jauh sendirian
Tidur, bangun, melamun berjam-jam
Lebih banyak dengarkan badan
Kuajak dia 'tuk kenalan lagi
Lagu-lagu Sal Priadi tentang perpisahan terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang, seolah menjadi teman saat belajar merelakan dan melanjutkan hidup.


















