Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Lagu Sal Priadi Tentang Perpisahan, yang Bikin Banjir Air Mata

3 Lagu Sal Priadi Tentang Perpisahan, yang Bikin Banjir Air Mata
Sal Priadi (instagram.com/salpriadi)
  • Sal Priadi dikenal lewat lagu-lagu bertema perpisahan yang menggambarkan kehilangan dan kerinduan, membuat banyak pendengar merasa terhubung secara emosional.
  • Lagu 'Ada Titik-titik di Ujung Doa' dan 'Gala Bunga Matahari' menyoroti rindu serta duka mendalam terhadap orang yang telah pergi, disampaikan dengan nuansa reflektif dan penuh makna pribadi.
  • Melalui lagu 'Episode', Sal mengajak pendengar merenungi perubahan hidup dan proses kedewasaan, menerima bahwa tidak semua hubungan akan berjalan bersama hingga akhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Beberapa lagu Sal Priadi seakan memahami rasa kehilangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia berhasil menghadirkan kisah perpisahan yang bukan sekadar cerita, melainkan seperti potongan kenangan yang pernah dialami pendengarnya.

Tak sedikit yang mengaku air mata mereka menetes saat mendengarkan lagu-lagu tersebut. Lalu, lagu apa saja dari Sal Priadi yang mampu menghadirkan perasaan sedalam itu?

  1. 1. “Ada Titik-titik di Ujung Doa”

    sal priadi
    Sal Priadi (instagram.com/salpriadi)

    Lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” dirilis pada 30 April 2024 sebagai bagian dari album “MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS” yang berisi 15 lagu. Meski begitu, video musiknya baru dirilis pada 11 Maret 2026.

    Secara makna, lagu ini menggambarkan perasaan rindu yang begitu dalam kepada seseorang yang pernah sangat berarti. Doa-doa menjadi cara sederhana untuk tetap menjaga kedekatan meski jarak, waktu, atau bahkan perpisahan telah terjadi.

    “Setiap membawakan lagu 'Ada titik titik di ujung doa' di panggung, akan tampak visual wajah seseorang yang dibuat jadi semacam task connect the dots di buku anak anak. Wajah itu adalah Alm Bapak saya,” tulis Sal di Instagram, pada 28 Desember 2025. Berikut lirik lagu ini:

    Ada titik-titik di ujung doa
    Doa keselamatan penutup malam
    Yang harus diisi nama
    Maka kuisi dengan namamu

    Nama lengkapmu hurufnya kuhias berjuta warna
    Sebisanya aku gambarkan juga bunga-bunga
    Lengkap dengan kupu-kupu
    Terbang di sekitarnya oh-oh-uh-yeah

    Aku mencoba gambarkan juga
    Bentuk wajahmu meski yang kuingat matamu saja
    Kalau jelek kamu jelas ga boleh marah-marah
    Kapan terakhir bertemu bahkan ku sudah lupa oh-oh-uh

    Ada titik-titik di ujung doa-doa
    Keselamatan penutup malam
    Kuisi dengan namamu
    Kucoba memaafkanmu selalu
    Kalau disitu ada salahku
    Maafkanku juga

    Ini rasanya sulit sekali
    Ingat hatiku dihancurkan jadi berkeping-keping
    Hari ini aku coba merakitnya lagi
    Meski kalau diamati
    Agak aneh bentuknya ah ah ah

    Ada titik-titik di ujung doa-doa
    Keselamatan penutup malam
    Kuisi dengan namamu
    Kucoba memaafkanmu selalu
    Kalau disitu ada salahku
    Maafkanku juga

    Ada titik-titik di ujung doa-doa
    Keselamatan penutup malam
    Kuisi dengan namamu
    Kucoba memaafkanmu selalu
    Terselipkah aku disana
    Di doa doamu juga

    Ada titik-titik

  2. 2. “Gala Bunga Matahari”

    sal priadi
    Sal Priadi (instagram.com/salpriadi)

    Dari album yang sama, Sal Priadi juga merilis single berjudul “Gala Bunga Matahari”. Sal Priadi mengaku menulis lagu ini dalam suasana hati yang penuh kesedihan. Lagu tersebut lahir dari perasaan kehilangan terhadap orang-orang yang telah pergi.

    “Kutulis lagu ini untuk sama-sama belajar mengeja duka. Duka selalu melahirkan perasaan yang khusus, perasaan sedih yang teramat juga dibersamai dengan kepercayaan bahwa mereka yang pergi berharap kita melanjutkan hidup ini dengan sebaik-baiknya," tulis Sal Priadi dalam kolom komentar akun TikToknya, Sabtu (10/8/2024).

    Berikut liriknya:

    Mungkinkah, mungkinkah
    Mungkinkah kau mampir hari ini?
    Bila tidak mirip kau
    Jadilah bunga matahari

    Yang tiba-tiba mekar di taman
    Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
    Ceritakan padaku
    Bagaimana tempat tinggalmu yang baru

    Adakah sungai-sungai itu benar-benar
    Dilintasi dengan air susu?
    Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
    Kau dan orang-orang di sana muda lagi

    Semua pertanyaan, temukan jawaban
    Hati yang gembira, sering kau tertawa
    Benarkah orang bilang
    Ia memang suka bercanda?

    Mungkinkah, mungkinkah
    Mungkinkah kau mampir hari ini?
    Bila tidak mirip kau
    Jadilah bunga matahari

    Yang tiba-tiba mekar di taman
    Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
    'Kan kuceritakan padamu
    Bagaimana hidupku tanpamu

    Kangennya masih ada di setiap waktu
    Kadang aku menangis bila aku perlu
    Tapi aku sekarang sudah lebih lucu
    Jadilah menyenangkan s'perti katamu
    Jalani hidup dengan penuh sukacita
    Dan percaya kau ada di hatiku s'lamanya, oh-oh

    Mungkinkah, mungkinkah
    Mungkinkah kau mampir hari ini?
    Bila tidak mirip kau
    Jadilah bunga matahari

    Mungkinkah, mungkinkah
    Mungkinkah kau mampir hari ini?
    Bila tidak sekarang
    Janji kita pasti 'kan bertemu lagi

  3. 3. “Episode”

    sal priadi
    Sal Priadi (instagram.com/salpriadi)

    Lagu “Episode” dari Sal Priadi menghadirkan tema tentang perpisahan dengan fase hidup tertentu. Liriknya menggambarkan momen ketika seseorang mulai menyadari bahwa waktu terus berjalan, pertemanan perlahan berkurang, dan kehidupan membawa setiap orang ke jalannya masing-masing.

    Lagu ini seakan mengajak pendengar merenungkan proses kedewasaan, tentang bagaimana belajar tumbuh dalam keheningan, menerima perubahan, dan memahami bahwa tidak semua orang yang pernah dekat akan selalu berjalan bersama hingga akhir. Berikut liriknya:

    Di umurku yang segini
    Teman dekat makin sedikit
    Ada untuk tempat cerita
    Juga jadi teman pesta

    Kalau dulu, lain cerita
    Sehari bisa tiga
    Sampai lima tempat berbeda
    Di sana aktif semua

    Sekarang tubuhku sering minta waktu
    Untuk sendirian
    Kar'na banyak pertanyaan menemukan jawaban
    Bukan di keramaian

    Pergi yang jauh sendirian
    Tidur, bangun, melamun berjam-jam
    Lebih banyak dengarkan badan
    Kuajak dia 'tuk kenalan lagi

    Pergi yang jauh sendirian
    Tidur, bangun, melamun berjam-jam
    Lebih banyak dengarkan badan
    Kuajak dia 'tuk kenalan lagi

    Sekarang tubuhku sering minta waktu
    Untuk sendirian
    Kar'na banyak pertanyaan menеmukan jawaban
    Bukan di keramaian

    Pergi yang jauh sendirian
    Tidur, bangun, mеlamun berjam-jam
    Lebih banyak dengarkan badan
    Kuajak dia 'tuk kenalan lagi

    Pergi yang jauh sendirian
    Tidur, bangun, melamun berjam-jam
    Lebih banyak dengarkan badan
    Kuajak dia 'tuk kenalan lagi

    Lagu-lagu Sal Priadi tentang perpisahan terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang, seolah menjadi teman saat belajar merelakan dan melanjutkan hidup.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More