Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Lagu Terkenal yang Ternyata Berawal dari Latihan Pemanasan

4 min read
5 Lagu Terkenal yang Ternyata Berawal dari Latihan Pemanasan
AC/DC (instagram.com/acdc)
  • Lima lagu rock dan metal terkenal bermula dari riff, improvisasi, atau latihan pemanasan sebelum musisi tampil maupun berlatih.
  • Riff latihan Angus dan Malcolm Young berkembang menjadi “Thunderstruck”, sementara pemanasan Joe Walsh menjadi fondasi “Life in the Fast Lane”.
  • Permainan pemanasan Eddie Van Halen melahirkan “Eruption”; bassline Mike Inez membentuk “No More Tears”; latihan looper Dimebag Darrell berkembang menjadi “Cowboys From Hell”.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menciptakan lagu terkenal biasanya terdengar seperti proses yang panjang dan penuh perhitungan. Musisi bisa menghabiskan waktu berjam-jam mencari melodi, menyusun lirik, atau bereksperimen dengan berbagai teknik sebelum menemukan bagian yang tepat. Namun, ternyata beberapa lagu ikonik justru lahir dari sesuatu yang jauh lebih sederhana, yaitu latihan sebelum bermain musik.

Sebuah riff yang awalnya hanya dimainkan untuk melatih jari atau sekadar mengisi waktu ternyata bisa berkembang menjadi lagu yang dikenal jutaan orang. Bahkan, beberapa di antaranya kemudian menjadi bagian penting dari sejarah rock dan metal. Berikut lima lagu terkenal yang ternyata memiliki kisah unik karena berawal dari latihan pemanasan sederhana.

  1. 1. “Thunderstruck” — AC/DC

    “Thunderstruck” memiliki salah satu intro gitar paling mudah dikenali dalam sejarah rock. Permainan gitar Angus Young yang cepat dan terus berulang terdengar seperti bagian dari komposisi yang sudah dirancang dengan sangat matang. Namun, asal-usulnya justru jauh lebih sederhana. Angus pernah menjelaskan bahwa semuanya bermula dari sebuah trik atau latihan gitar yang kemudian ia mainkan kepada saudaranya, Malcolm Young.

    Malcolm kemudian mendengar permainan tersebut dan merasa riff itu bisa dikembangkan menjadi sebuah lagu. Ia menambahkan bagian ritme di belakangnya, lalu keduanya mulai membangun komposisi yang akhirnya menjadi “Thunderstruck”. Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu lagu terbesar AC/DC dan bagian penting dari album The Razors Edge pada 1990.

  2. 2. “Life in the Fast Lane” — Eagles

    “Life in the Fast Lane” merupakan salah satu lagu Eagles yang paling mudah dikenali berkat riff gitarnya yang agresif. Lagu yang dirilis pada 1976 ini kemudian menjadi salah satu lagu rock klasik paling populer dari band tersebut. Namun, riff ikonik yang menjadi pembukanya ternyata sudah dimainkan Joe Walsh sebelum menjadi bagian dari sebuah lagu. Saat itu, Walsh hanya menggunakannya sebagai latihan sebelum konser.

    Ketika Don Henley dan Glenn Frey mendengar riff tersebut, mereka melihat potensi yang jauh lebih besar. Frey bahkan meminta Walsh mengembangkan permainan tersebut menjadi bagian dari lagu yang lebih rock. Dari situlah mereka mulai menyusun aransemen bersama hingga terbentuk “Life in the Fast Lane”. Bagian yang awalnya hanya digunakan Walsh untuk mempersiapkan diri sebelum tampil justru menjadi salah satu riff paling khas Eagles.

  3. 3. “Eruption” — Van Halen

    “Eruption” mungkin merupakan contoh paling ekstrem dalam daftar ini. Instrumental yang dipenuhi teknik gitar rumit tersebut kini dianggap sebagai salah satu penampilan gitar paling berpengaruh dalam sejarah rock. Namun, bagi Eddie Van Halen, permainan tersebut awalnya hanyalah bagian dari rutinitas sebelum tampil. Ia biasa memainkan materi itu sebagai pemanasan untuk membuat jari-jarinya siap sebelum naik panggung.

    Nasib “Eruption” berubah ketika produser Ted Templeman mendengar Eddie memainkan bagian tersebut saat berada di studio. Templeman langsung merasa bahwa permainan itu terlalu bagus untuk hanya menjadi latihan dan meminta Eddie merekamnya. Eddie sendiri awalnya tidak terlalu yakin karena menganggap bagian tersebut belum benar-benar dirancang sebagai lagu.

  4. 4. “No More Tears” — Ozzy Osbourne

    “Lagu ini memiliki nuansa gelap dan berat yang khas, tetapi bagian yang langsung menarik perhatian justru datang dari bassline pembukanya. Bagian tersebut dimainkan oleh Mike Inez ketika sedang berada dalam sesi latihan bersama band. Alih-alih hanya menjadi pemanasan sebelum latihan dimulai, permainan bass tersebut justru menarik perhatian dan akhirnya menjadi dasar lagu.

    Hal menarik lainnya adalah bagaimana bassline tersebut tetap dipertahankan sebagai elemen penting dalam aransemen akhir. Permainan yang awalnya terdengar seperti improvisasi kemudian perlahan diikuti oleh instrumen lain hingga membentuk lagu utuh. Inez juga mendapatkan kredit sebagai salah satu penulis lagu, meskipun versi bass yang terdengar dalam rekaman album dimainkan oleh Bob Daisley.

  5. 5. “Cowboys From Hell” — Pantera

    “Cowboys From Hell” menjadi salah satu lagu dalam perjalanan Pantera ketika band tersebut meninggalkan gaya glam metal dan menemukan identitas baru yang jauh lebih berat. Riff pembuka yang dimainkan Dimebag Darrell terdengar sangat agresif, tetapi tetap memiliki groove yang kuat. Kombinasi antara permainan cepat dan ritme yang menghentak tersebut kemudian menjadi ciri khas baru Pantera.

    Menariknya, riff tersebut ternyata berawal dari latihan yang dimainkan Dimebag menggunakan looper. Pola notnya yang terus naik sebenarnya bisa dipandang sebagai latihan koordinasi jari dan ketepatan permainan gitar. Tanpa direncanakan sebagai sebuah lagu besar, latihan tersebut akhirnya berkembang menjadi salah satu riff paling dikenali dari Pantera.

    Kelima lagu tersebut memperlihatkan bahwa inspirasi tidak selalu muncul ketika musisi sengaja duduk untuk menulis lagu. Dari kelima lagu ini, mana yang paling mengejutkan asal-usulnya menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More