Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tasya Kamila Bagikan Laporan Kontribusi Sebagai Alumni Beasiswa LPDP

Tasya Kamila Bagikan Laporan Kontribusi Sebagai Alumni Beasiswa LPDP
potret Tasya Kamila (Instagram.com/tasyakamila)
Intinya Sih
  • Tasya Kamila menjelaskan perjalanan akademiknya sebagai penerima beasiswa LPDP di Columbia University, aktif di organisasi internasional, dan berkontribusi lewat proyek energi serta promosi budaya Indonesia.
  • Selama masa bakti 2018–2023, ia berperan dalam edukasi lingkungan, pemberdayaan pemuda, kolaborasi dengan berbagai kementerian, hingga mengembangkan gerakan Green Movement Indonesia bersama ratusan relawan.
  • Tasya menegaskan bahwa kontribusi terhadap negeri tidak berhenti setelah masa bakti, melainkan menjadi komitmen seumur hidup untuk terus membangun Indonesia yang berkelanjutan dan sejahtera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kontribusi penerima beasiswa LPDP tengah menjadi topik hangat seiring kontroversi yang menimpa Dwi Sasetyaningtyas. Sebagai figur publik dan alumni penerima beasiswa tersebut, Tasya Kamila pun angkat bicara.

Melalui postingan di Instagram-nya pada Selasa (24/2/2026), mantan artis cilik tersebut merinci berbagai kontribusinya selama masa kuliah hingga masa baktinya. Meski telah menyelesaikan masa baktinya, Tasya merasa bahwa kontribusi terhadap negeri tidak boleh berhenti.

1. Tasya Kamila ungkap kontribusinya sebagai mahasiswa penerima beasiswa LPDP selama 2016-2018

potret Tasya Kamila
potret Tasya Kamila (Instagram.com/tasyakamila)

Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang detail kontribusi yang ia lakukan selama kuliah, Tasya terlebih dahulu menjelaskan terkait detail pendidikannya. Tasya menceritakan bahwa ia menjadi mahasiswa penerima beasiswa LPDP saat menempuh pendidikan S2 jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy di Columbia University, Amerika Serikat.

Menurut Tasya, jurusan tersebut bukan sekadar pilihan akademis, melainkan karena ia memiliki ketertarikan yang besar di bidang lingkungan hidup dan telah menjadi Duta Lingkungan Hidup sejak 2005. Saat itu, ia juga memiliki cita-cita untuk menjadi Menteri.

Selama masa kuliahnya pada periode 2016-2018, Tasya tidak hanya memperlihatkan nilai akademik yang membanggakan, tetapi juga berkontribusi untuk Indonesia. Berikut detailnya.

  • Lulus tepat waktu dengan IPK (GPA) 3.75
  • Aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB: Sustainable Development Solutions Network - Youth, mewakili Pemuda Indonesia.
  • Kerap menghadiri forum PBB di New York sebagai delegasi Indonesia, moderator, dan peserta.
  • Saat masa studi sudah berusaha berkontribusi untuk Indonesia dengan manfaatkan resource kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, NTT.
  • Menjadi bendahara organisasi Mahasiswa Asia Tenggara di kampus dan memperkenalkan budaya Indonesia ke komunitas kampus.
  • Magang di kementerian ESDM untuk mempelajari lebih dalam soal kebijakan energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Tasya melanjutkan, perjalanannya selama mengikuti kegiatan perkuliahan tersebut pun tidak selalu mudah. Saat mendiang ayahnya wafat, Tasya menyebut tidak bisa pulang ke Indonesia karena sedang menjalani masa ujian di kampus. Ia pun merasa sedih karena tidak bisa ikut menyalatkan dan menghadiri pemakaman sang ayah.

2. Catatan kontribusi Tasya Kamila selama masa bakti 2018-2023

potret Tasya Kamila
potret Tasya Kamila (Instagram.com/tasyakamila)

Tasya menjelaskan bahwa LPDP sebenarnya tidak pernah menuliskan secara eksplisit bentuk kontribusi untuk Indonesia selama masa bakti. Meski begitu, ia percaya bahwa LPDP memberi ruang kepada para awardee untuk berkontribusi sesuai dengan cara dan kapasitas masing-masing.

Selain berkomitmen untuk pulang ke Indonesia setelah lulus, Tasya merinci bahwa ia sempat aktif menjadi jembatan antara pemerintah dan publik dalam kapasitasnya sebagai figur publik hingga sempat menjadi pengajar untuk platform pendidikan online dan berperan aktif dalam industri kreatif Indonesia. Berikut selengkapnya.

  • Berkomitmen untuk pulang ke Indonesia pasca lulus dan selama masa bakti
  • Menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik; Tetap aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup (dan Kehutanan): terlibat dalam berbagai program edukasi lingkungan, baik offline maupun online, hosting podcast, hingga menjadi Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022. Bekerjasama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai beragam program pemerintah. Beberapa Kementerian & Lembaga yang telah bekerjasama: KLHK, Kemenko Maritim & Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Kominfo (Komdigi), Kementerian Pendidikan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian BUMN, Bappenas, KPK, bahkan LPDP itu sendiri, dan masih banyak lagi.
  • Melakukan gerakan akar rumput (grassroot movement) untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia; Membagikan berbagai materi edukasi melalui sosmed hingga workshop soal pilah sampah, mengompos dari rumah, dan berbagai isu lingkungan lainnya. Membentuk komunitas peduli lingkungan dengan lebih dari 500 volunteers. Berkolaborasi dengan FMCG dan toko ritel untuk menghadirkan dropbox sampah kemasan. Berkolaborasi dengan berbagai organisasi untuk program carbon offset, circular economy, reboisasi dan menanam mangrove.
  • Memberdayakan pemuda Indonesia melalui talkshow, seminar, workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan; Telah menghadiri lebih dari 100 acara sebagai pembicara, mengunjungi setidaknya 50 universitas dan sekolah di Indonesia, dan menjangkau lebih dari 10.000 pemuda Indonesia. Melalui sosmed, kerap membagikan tips dan motivasi untuk menempuh pendidikan tinggi, termasuk berbagi tips untuk memperoleh beasiswa LPDP. Video soal perkuliahan S2 yang telah ditonton lebih dari 1 juta kali di Youtube.
  • Sempat menjadi pengajar untuk sebuah platform pendidikan online (mengajar geografi/lingkungan dan bahasa inggris untuk tingkat SMA).
  • Berperan aktif dalam industri kreatif Indonesia dan melestarikan lagu anak Indonesia; Musik merupakan bagian dari budaya dan lagu anak yang berkualitas mendukung perkembangan anak. Lagu "Apa Kabar" bersama Arrasya yang dirilis pada 2023 mencapai lebih dari 10 juta views di Youtube dan mendapatkan penghargaan AMI Awards 2024.
  • Menggunakan medsos untuk membagikan informasi seputar parenting, tumbuh kembang anak, dan kesehatan demi mendukung Generasi Emas Indonesia.

3. Sebut kontribusi terhadap Indonesia tidak boleh terhenti di masa bakti

potret Tasya Kamila
potret Tasya Kamila (Instagram.com/tasyakamila)

Tasya menegaskan, meski masa baktinya telah berakhir, namun baginya, kontribusi terhadap Indonesia tidak boleh berhenti.

“Buatku, kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti. Ini merupakan perjalanan dan komitmen seumur hidup untuk terus mencintai negeri, menghargai perjuangan rakyat, dan membangun Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan.”

Dalam keterangannya, Tasya juga menuliskan ucapan terima kasih kepada LPDP yang telah memberinya kepercayaan. Ia juga menyematkan pesan agar kita semua tidak lelah untuk mencintai Indonesia. Menurutnya, siapa pun bisa berkontribusi untuk negeri, termasuk juga para ibu rumah tangga sepertinya.

“Siapapun kita, memiliki tempat untuk berkontribusi, asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para Ibu Rumah Tangga,” tutup Tasya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More