Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Legenda Rock Klasik yang Gagal Meraih Oscar untuk Lagu Terbaik
Paul McCartney (instagram.com/paulmcCartney)
  • Lima musisi rock legendaris seperti Neil Young, Van Morrison, Paul Simon, Paul McCartney, dan Peter Gabriel pernah masuk nominasi Oscar untuk Lagu Orisinal Terbaik namun gagal meraih kemenangan.
  • Setiap lagu mereka—dari 'Philadelphia' hingga 'Down to Earth'—menjadi bagian penting dalam film besar dan tetap dikenang meski kalah dari pemenang lain di tahun masing-masing.
  • Kisah ini menunjukkan bahwa popularitas dan kualitas musik tidak selalu menjamin trofi Oscar, tetapi karya para legenda tersebut tetap abadi di hati penikmat musik dan film.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia musik dan perfilman sering kali bertemu lewat lagu tema yang melekat kuat dengan sebuah film. Tak sedikit musisi rock legendaris yang diminta menciptakan lagu khusus untuk film-film besar, menghasilkan karya tak kalah ikonik dibandingkan katalog musiknya sendiri. Namun, kualitas dan popularitas ternyata tidak selalu menjamin kemenangan di ajang Academy Awards.

Sepanjang sejarah Oscar, beberapa nama besar dari dunia rock pernah masuk nominasi kategori Best Original Song, tetapi harus puas melihat trofi jatuh ke tangan musisi lain. Meski gagal menang, lagu-lagu mereka tetap dikenang dan bahkan dalam beberapa kasus jauh lebih abadi dibanding pemenang pada tahun yang sama. Siapa saja mereka?

1. Neil Young

Neil Young dikenal sebagai salah satu penulis lagu paling berpengaruh dalam sejarah musik rock. Pada awal 1990-an, sutradara Jonathan Demme mempercayakan Young untuk menulis lagu penutup film Philadelphia. Hasilnya adalah lagu berjudul “Philadelphia”, sebuah balada piano yang melankolis dan emosional yang menggambarkan kesedihan sekaligus harapan dari film tersebut.

Lagu itu berhasil meraih nominasi Oscar untuk Best Original Song. Sayangnya, Young harus mengakui keunggulan lagu lain dari film yang sama, yaitu “Streets of Philadelphia” karya Bruce Springsteen. Kekalahan tersebut cukup ironis karena dua lagu yang sama-sama terinspirasi kota Philadelphia justru saling bersaing.

2. Van Morrison

Karier Van Morrison telah melintasi berbagai era musik, mulai dari masa bersama band Them hingga menjadi solois legendaris dengan lagu-lagu penuh nuansa reflektif. Pada tahun 2021, ia diminta oleh sutradara Kenneth Branagh untuk membuat lagu bagi film semi-autobiografi Belfast. Lagu “Down to Joy” akhirnya masuk nominasi Oscar 2022.

Namun persaingan saat itu sangat berat karena kategori tersebut juga diisi lagu-lagu dari Beyoncé dan film animasi Encanto. Pada akhirnya, kemenangan diraih oleh “No Time to Die” milik Billie Eilish dan Finneas O'Connell. Meski kalah, nominasi tersebut menjadi bukti bahwa Morrison tetap relevan bahkan setelah puluhan tahun berkarya.

3. Paul Simon

Sebagai separuh dari duo legendaris Simon & Garfunkel, Paul Simon telah menciptakan banyak lagu yang menjadi bagian penting budaya pop. Meski karya-karya seperti “The Sound of Silence” dan “Mrs. Robinson” sangat identik dengan film The Graduate, lagu-lagu tersebut tidak memenuhi syarat Oscar karena sudah ditulis sebelum film diproduksi.

Kesempatan Simon datang pada tahun 2003 lewat lagu “Father and Daughter” yang dibuat khusus untuk film animasi The Wild Thornberrys Movie. Lagu yang hangat dan penuh kasih sayang itu berhasil masuk nominasi Oscar. Sayangnya, ia harus berhadapan dengan Eminem. Lagu “Lose Yourself” dari 8 Mile akhirnya memenangkan penghargaan dan mencatat sejarah sebagai lagu rap pertama yang meraih Oscar.

4. Paul McCartney

Nama Paul McCartney sebenarnya pernah dikaitkan dengan Oscar ketika dokumenter Let It Be memenangkan penghargaan musik pada tahun 1971. Namun penghargaan itu diberikan kepada grup The Beatles secara keseluruhan, bukan kepada McCartney sebagai individu. Menariknya, tak satu pun anggota Beatles hadir untuk menerima trofi tersebut.

Sebagai solois, McCartney dua kali masuk nominasi Best Original Song. Pertama lewat “Live and Let Die” untuk film James Bond berjudul sama pada tahun 1973, dan kemudian melalui lagu “Vanilla Sky” pada tahun 2002. Kedua nominasi itu berakhir tanpa kemenangan. Meski begitu, “Live and Let Die” kini justru dianggap sebagai salah satu lagu tema James Bond terbaik sepanjang masa.

5. Peter Gabriel

Sebelum sukses sebagai solois, Peter Gabriel dikenal sebagai vokalis awal band progresif rock Genesis. Setelah keluar dari band tersebut, ia membangun reputasi sebagai musisi yang gemar bereksperimen sekaligus komponis film yang produktif. Gabriel terlibat dalam berbagai proyek soundtrack dan musik film selama bertahun-tahun.

Satu-satunya nominasi Oscar yang ia peroleh datang melalui lagu “Down to Earth” dari film animasi WALL-E. Lagu tersebut dikerjakan bersama komposer terkenal Thomas Newman dan mendapat banyak pujian karena selaras dengan tema film yang menyentuh. Namun pada malam penghargaan Oscar 2009, lagu itu harus mengakui keunggulan “Jai Ho” dari film Slumdog Millionaire.

Oscar memang sering dianggap sebagai puncak penghargaan bagi lagu film, tetapi sejarah membuktikan bahwa tidak semua karya hebat berhasil membawa pulang trofi. Menurut kamu, dari kelima musisi tersebut, siapa yang paling layak mendapatkan Oscar atas lagu film mereka?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article