Kawai Labiba, Meniti Karier Akting Sambil Kuliah Antropologi di Jogja

Jakarta, IDN Times - Suasana studio Kopikina Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026), boleh saja terasa dingin. Namun, obrolan bersama Kawai Labiba justru menghadirkan cerita yang hangat dan penuh warna.
Di tengah kesibukannya mempromosikan film terbarunya berjudul Operasi Pesta Copet, Kawai membuka kisah perjalanan kariernya yang belum banyak diketahui. Matanya pun tampak berkaca-kaca saat menceritakan bagaimana ia tumbuh di keluarga yang sangat dekat dengan dunia seni, menapaki perjalanan akting dari panggung teater sejak kecil, hingga kini harus membagi waktunya antara meniti karier sebagai aktris dan kehidupannya sebagai mahasiswa Antropologi di Yogyakarta.
1. Kawai Labiba sudah mengenal dunia seni sejak kecil karena latar belakang orangtuanya

Bakat seni Kawai Labiba ternyata tidak muncul begitu saja. Dalam wawancara bersama IDN Times, Kamis (6/8/2026), Kawai menceritakan bahwa ia tumbuh di lingkungan keluarga yang sudah lama berkecimpung di dunia pertunjukan.
Kawai mengungkapkan bahwa orangtuanya merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang memiliki komunitas teater bernama Teater Peqho. Sang ayah bahkan tidak hanya bekerja sebagai sutradara teater, tetapi juga acting coach untuk film, lho. Sementara ibunya aktif menulis naskah teater sekaligus mengerjakan costume design.
“Jadi memang orangtuaku itu dua-duanya lulusan IKJ dan mereka punya komunitas teater sendiri, namanya Teater Peqho. Ayahku selain jadi sutradara teater, juga di acting coach film. Ibuku biasa nulis script teater atau gak costume designer. Jadi memang dari kecil aku cukup terpapar dengan kesenian,” kata aktris bernama asli Kawai Labiba Mathilda Ahmad itu.
Lingkungan tersebut membuat Kawai terbiasa dengan proses kreatif sejak kecil. Ia pun mengenang kembali perjalanan seninya yang di mulai dari tari, kemudian terjun ke dunia teater, hingga teater musikal sebelum akhirnya menekuni dunia akting.
2. Dari teater ke layar lebar, Kawai terus kembangkan karier akting

Nama Kawai Labiba mulai dikenal luas setelah membintangi film Keluarga Cemara 2 (2022) dan 1 Kakak 7 Keponakan (2024). Sejak saat itu, ia mulai konsisten menyapa penonton layar lebar lewat berbagai proyek film setiap tahunnya. Bahkan dalam waktu dekat, aktris kelahiran 2003 tersebut siap hadir kembali lewat Operasi Pesta Copet yang dijadwalkan tayang pada 27 Agustus 2026.
Menurut Kawai, sebelum semakin dikenal lewat film-film terbarunya, ia sebenarnya sudah terjun ke dunia akting sejak usia 11 tahun. Sekitar 2014, ia sempat terlibat dalam proyek film bersama mendiang Alex Komang berjudul Sebelum Pagi Terulang Kembali. Kemudian, pada tahun berikutnya ia pun bermain dalam proyek produksi Miles Films.
Meski begitu, setelah beberapa pengalamannya tersebut, Kawai memilih untuk lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia teater sambil tetap menjalani pendidikan sebelum akhirnya kembali terjun ke dunia film.
“Itu cukup menarik karena aku harus berbagi waktu, izin-izin ke sekolah,” ungkap Kawai mengenang momen ketika ia harus membagi waktu antara pendidikan dan aktivitasnya di dunia seni.
Hingga kini, Kawai masih aktif berkarya di dunia teater. Namun, ia memilih untuk lebih fokus menekuni film, meski mengaku merindukan panggung teater.
“Masih teater, tapi lagi agak jarang. Jujur kangen, sekarang lagi di film dulu,” lanjutnya.
3. Kuliah Antropologi di Jogja jadi bekal memahami karakter

Nah, di tengah kesibukannya sebagai seorang aktris, Kawai ternyata juga menjalani kehidupan sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Meski tak mengungkap detail kampusnya, Kawai menjelaskan bahwa ia menempuh pendidikan di jurusan Antropologi Budaya.
“Aku kuliah di Jogja. Ambil jurusan Antropologi Budaya,” kata Kawai sambil tersenyum.
Menurut Kawai, keputusan mengambil jurusan Antropologi Budaya mungkin terlihat berbeda dari profesinya sebagai aktris. Namun, ia melihat ilmu tersebut justru memiliki keterkaitan yang erat dengan dunia akting karena sama-sama mempelajari tentang manusia. Baginya, pemahaman tentang cara manusia berpikir, bertindak, serta alasan di balik perilaku seseorang bisa menjadi bekal untuk mendalami karakter yang ia perankan.
“Mungkin dari luar kelihatan sedikit berbeda, tapi antropologi itu kan ilmu yang mempelajari manusia. Apalagi aku Antropologi Budaya. Jadi memang untuk akting yang kita harus menjadi manusia lain selain diri kita, ilmu Antropologi menurutku cukup menarik juga karena memang mempelajari manusia. Gimana cara mereka berpikir, bertindak, kenapa mereka seperti itu.”
Menurut Kawai, membagi waktu antara kuliah dan karier akting juga menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, ia harus menjalani aktivitas akademik di kota yang berbeda dengan pekerjaannya di dunia film. Meski begitu, Kawai merasa bersyukur karena saat ini sedang dalam masa libur kuliah, sehingga ia jadi lebih leluasa menjalani rangkaian promosi film.
“Sekarang untungnya lagi libur. Kemarin juga sempat cuti, tapi sekarang lagi liburan. Jadi promo alhamdulillah, aman,” pungkas Kawai Labiba dengan nada lega.
Dari lingkungan keluarga yang dekat dengan seni, menapaki panggung teater sejak kecil, hingga kini membagi waktu antara syuting dan kuliah di kota berbeda, Kawai Labiba pun menunjukkan bahwa setiap perjalanan memiliki peran dalam membentuk dirinya sebagai seorang aktris. Salut!


















