Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lirik Lagu Dialog Hati - Nadzira Shafa, Soundtrack Film 172 Days

Lirik Lagu Dialog Hati - Nadzira Shafa, Soundtrack Film 172 Days
172 Days (dok. Starvision Plus / 172 Days)
Share Article

Lirik lagu Dialog Hati karya Nadzira Shafa adalah salah satu soundtrack film 172 Days. Lagu Dialog Hati merupakan album kedua Nadzira yang rilis pada 23 Juni 2023. Melalui lagu ini, Nadzira menyampaikan pesan secara emosional mengenai keraguan pada diri manusia dengan alunan melodi yang sangat indah.

Daripada penasaran, yuk simak lirik lagu Dialog Hati yang merupakan OST film 172 Days!

  1. 1. Lirik lagu Dialog Hati

    Hai diriku
    ku tahu kamu lesu
    ku tahu kamu gundah dengan dunia ini

    bagaimana hidupku nanti
    pantaskah aku untuk bahagia

    Hai diriku
    bungaku sudah layu
    semangatku sudah remuk dalam derita

    Lantas bagaimana hidupku nanti
    pantaskah aku untuk bahagia
    itu hanyalah ketakutan semata

    Hai, dunia tidak seburuk itu
    cobalah untuk mengerti diri sendiri
    rasakan hangatnya tubuhmu
    hembusan nafas dirimu
    dan lihatlah dirimu sungguh berharga

    perihnya akan aku simpan
    lalu aku akan terbang bebas
    memeluk diriku sendiri

    dunia memang tempat luka
    tapi bukan untuk sirna
    lihatlah dirimu
    kamu berharga untuk dirimu sendiri

  2. 2. Makna lagu Dialog Hati

    Potret Nadzira Shafa Askar (instagram.enazirashf_)
    Potret Nadzira Shafa Askar (instagram.enazirashf_)

    Lirik lagu Dialog Hati menceritakan tentang perjuangan seseorang dalam menghadapi kesedihan, kehilangan semangat, dan keraguan terhadap kebahagiaan. Meskipun mengalami penderitaan, pesan positif disampaikan bahwa dunia tidak sepenuhnya buruk dan kita perlu mencoba memahami dan menghargai diri sendiri.

    Nah, itulah lirik lagu Dialog Hati yang dinyanyikan Nadzira Shafa. Lagu ini memiliki makna yang sangat dalam bukan? Sebagai manusia, kita harus dapat menjadi diri sendiri dan selalu mencintai diri sendiri agar dapat lebih kuat menjalani kehidupan.

    Penulis: Hanna Aprelia Elfrida Saragih

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More