7 Lirik Lagu Indonesia yang Terinspirasi dari Ayat Al-Qur’an

- Banyak musisi Indonesia menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai inspirasi lirik lagu, menghadirkan pesan spiritual yang relevan dengan kehidupan modern tanpa selalu berlabel religi.
- Karya dari Sal Priadi, Yura Yunita, For Revenge, Putri Ariani, Kunto Aji, Perunggu hingga Chrisye menunjukkan bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an diterjemahkan dalam berbagai genre musik.
- Melalui lagu-lagu tersebut, musik menjadi medium reflektif untuk menyebarkan makna ketakwaan, kesabaran, dan kesadaran diri agar nilai spiritual terasa lebih dekat bagi pendengar muda.
Kandungan ayat suci Al-Qur’an kerap menjadi sumber inspirasi bagi para musisi dalam melahirkan karya yang sarat makna. Meski secara eksplisit tidak selalu identik sebagai lagu religi, karya-karya tersebut menyimpan pesan spiritual yang begitu kuat. Di Indonesia sendiri, tidak sedikit penyanyi yang menghadirkan lirik yang terinspirasi dari ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Banyak musisi menangkap sisi universal dari ajaran Al-Qur’an, lalu mengolahnya ke dalam lirik lagu. Melalui cara ini, musik menjadi medium untuk menularkan nilai-nilai kebaikan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Berikut ini penulis merangkum sejumlah lirik lagu Indonesia yang terinspirasi dari nilai dan pesan ayat suci Al-Qur’an. Hangat dan menenangkan sekali!
1. Sal Priadi - "Gala bunga matahari" (QS. Muhammad ayat 15)
Kamu tentu sudah tidak asing dengan lagu “Gala bunga matahari”, bukan? Banyak yang menafsirkan lagu ini sebagai ungkapan duka dan kerinduan terhadap sosok tercinta yang telah tiada. Nuansa haru dalam lirik dan visualnya seolah menghadirkan kembali orang-orang yang pernah kita sayangi.
Lagu yang dipopulerkan oleh Sal Priadi pada 2024 ini berhasil menarik perhatian publik dan telah ditonton lebih dari 84 juta kali di YouTube. “Gala bunga matahari” merupakan salah satu lagu dalam album Markers and Such Pens Flashdisk. Video musik berdurasi sekitar 5 menit tersebut menampilkan seorang anak kecil yang diperankan oleh Gempita Nora Marten sedang berada di luar angkasa dan sosok kakek yang diperankan oleh Landung Simatupang tinggal di sebuah panti jompo di Bumi.
Menariknya, Sal Priadi tampak menghadirkan visualisasi surga yang memiliki kemiripan dengan Al-Qur’an. Salah satu rujukan yang sering dikaitkan adalah Surat Muhammad ayat 15, yang menjelaskan surga sebagai taman-taman indah dan sungai-sungai yang mengalir berisi air, susu, anggur, dan madu. Mengutip penjelasan dari situs resmi Muhammadiyah, surga juga digambarkan sebagai tempat di mana para penghuninya tetap muda, terbebas dari rasa sakit, dan menikmati kenikmatan yang tidak pernah berakhir.
2. Yura Yunita - "Tanda" (QS. Al Isra ayat 12)
Yura Yunita merilis lagu berjudul "Tanda" pada tahun 2025. Lagu ini lahir dari pengalaman batin Yura saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, yang menjadi momen perenungan tentang makna hidup dan relasi manusia terhadap Sang Pencipta. Sebelum dirilis secara resmi, “Tanda” sempat diperdengarkan pertama kali dalam konser tunggal Yura bertajuk Bingah pada awal Februari 2025 dan langsung menyisakan kesan bagi para pendengarnya.
Lagu ini dibuka dengan melodi dan lirik “kutarik napas panjang saat ini, hembuskan perlahan dan sadari”. Bagian pembuka tersebut merepresentasikan sikap tunduk dan kesadaran seorang hamba akan keterbatasannya di hadapan Tuhan. Melalui lirik yang sederhana, pendengar diajak memasuki ruang batin yang tenang, pasrah, dan penuh pengharapan.
Pada bagian akhir, lirik “Selalu ku tunggu-tunggu, di pergantian malam dan siang-Mu. Selalu ku tunggu-tunggu, tanda-tanda itu” menjadi penutup yang kontemplatif. Lirik ini menyadarkan manusia bahwa ada banyak hal dalam hidup yang berada di luar kendali mereka.
Lirik tersebut sesuai dengan Al-Qur'an Surat Al-Isra’ ayat 12 bahwa Allah jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami). Allah hapuskan tanda malam dan Allah jadikan tanda siang itu terang benderang agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu dan mengetahui bilangan tahun serta perhitungan (waktu). Segala sesuatu telah Allah terangkan secara terperinci.
3. For Revenge - "Jakarta Hari Ini" (QS. Al Baqarah ayat 216)
Saat mendengar judul "Jakarta Hari Ini", sebagian orang mungkin langsung membayangkan sebuah lagu yang memotret dinamika Kota Jakarta. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Dalam lagu kolaborasi For Revenge bersama Stereo Wall yang belakangan kembali ramai diperbincangkan di media sosial ini, "Jakarta Hari Ini" lebih banyak bercerita tentang kehilangan, penyesalan, dan rasa bersalah terhadap masa lalu yang tak lagi bisa diperbaiki. Lagu ini menghadirkan narasi relasi antarmanusia yang dalam dan melankolis melalui balutan modern rock yang diperkaya sentuhan orkestra.
Menariknya, tidak banyak pendengar yang menyadari adanya detail di akhir video musik lagu ini. Tepat pada menit 3:41, muncul kode “2:216” yang merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 216. Ayat tersebut berbunyi, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Pesan ayat tersebut kemudian diterjemahkan dan diadaptasi ke dalam lirik berbahasa Inggris yang muncul pada bagian interlude lagu. Kalimat “But perhaps you hate a thing and it’s good for you. And perhaps you love a thing and it’s bad for you” menjadi refleksi makna spiritual dari keseluruhan cerita lagu. Kehadiran lirik ini memperkuat tema tentang penerimaan, keikhlasan, dan kesadaran bahwa tidak semua kehilangan adalah keburukan dan tidak semua yang diinginkan selalu membawa kebaikan.
4. Putri Ariani - "Senyumannya Tutupi Semua Lelah" (QS. Az Zumar ayat 10)
Penyanyi dan penulis lagu muda Putri Ariani merilis single terbarunya berjudul “Senyumannya Tutupi Semua Lelah” pada 20 September 2024. Lagu ini menjadi pembuka dari album debutnya yang bertajuk Evolve. Karya tersebut tidak hanya menonjolkan sisi musikalitasnya, tetapi juga merefleksikan nilai spiritual yang dekat dengan kehidupan pribadinya.
Sebagai seorang muslimah, Putri Ariani mengakui bahwa Al-Qur’an memiliki peran penting dalam proses kreatifnya. Single “Senyumannya Tutupi Semua Lelah” terinspirasi dari pesan yang terkandung dalam Surat Az-Zumar ayat 10, yang menekankan makna ketakwaan, kebaikan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Nilai tersebut kemudian diterjemahkan Putri ke dalam sebuah lirik.
Dalam ayat tersebut, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan pesan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar senantiasa bertakwa kepada Tuhan. Orang-orang yang berbuat kebaikan akan memperoleh balasan kebaikan pula, sementara bumi Allah terbentang luas bagi mereka yang senantiasa berusaha. Ayat ini juga menegaskan bahwa orang-orang yang bersabar akan mendapatkan pahala yang disempurnakan tanpa batas perhitungan.
5. Kunto Aji - "Hiduplah Sebelum Mati" (QS Al-Ashr ayat 2)
Musisi Kunto Aji juga merilis lagu berjudul "Hiduplah Sebelum Mati". Melalui lagu ini, Kunto Aji mengajak pendengarnya untuk memanfaatkan waktu hidup sebaik mungkin dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Inspirasi lagu tersebut lahir dari perenungannya terhadap nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ajaran Islam.
Kunto Aji menyebut bahwa lagu ini terinspirasi dari Surat Al-‘Ashr yang artinya manusia berada dalam kerugian apabila tidak mampu mempergunakan waktunya dengan baik. Ayat tersebut mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa hidup untuk hal-hal yang bermanfaat. Pesan ini kemudian diterjemahkan Kunto Aji ke dalam lirik yang dekat dengan realitas kehidupan modern.
Selain terinspirasi dari Al-‘Ashr, Kunto Aji juga merujuk pada hadis tentang lima perkara sebelum lima perkara. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa hidup seharusnya memberi manfaat bagi orang lain. Sebagaimana tersirat dalam Surat Al-‘Ashr, kerugian terbesar manusia adalah ketika hidupnya tidak menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Proses pengerjaan lagu religi pertamanya ini berlangsung selama sekitar 2 minggu. Bagi Kunto Aji, durasi tersebut terbilang cukup singkat untuk sebuah karya yang mengandung sarat akan refleksi. Ia pun mengungkapkan bahwa selama proses produksi, semuanya berjalan lancar sebagaimana proyek musik yang biasa ia kerjakan.
6. Perunggu - "33x" (QS. Al Baqarah ayat 152 dan QS Ar-Ra’d ayat 28)
Salah satu lagu yang turut menyita perhatian publik adalah “33x” dari band indie Perunggu. Judul lagu ini kerap dikaitkan dengan praktik zikir dalam Islam, yakni membaca Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar masing-masing sebanyak 33 kali setelah menunaikan salat. Tafsir tersebut diperkuat melalui lirik seperti “Sebutlah nama-Nya, tetap di jalan-Nya”, yang menekankan pentingnya mengingat Allah sebagai pegangan dalam menjalani berbagai fase kehidupan.
Makna lagu “33x” semakin terasa melalui nilai-nilai keislaman seperti tawakal, kesabaran, dan refleksi diri. Pesan tersebut selaras dengan ajaran Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 152 dan Surah Ar-Ra’d ayat 28, yang sama-sama menekankan keutamaan mengingat Allah. Dalam ayat-ayat tersebut, manusia diajak untuk senantiasa mengingat Allah melalui lisan, hati, dan perbuatan, serta mensyukuri nikmat-Nya dengan menjalani kehidupan di jalan yang diridai. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa ketenangan hati sejati hanya dapat dirasakan ketika seseorang senantiasa mengingat Allah.
7. Chrisye dan Cakra Khan - "Ketika Tangan dan Kaki Berkata" (QS. Yasin ayat 65)
Kembali ke tahun 1997, Chrisye mempersembahkan “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” sebagai karya yang tak hanya indah secara musikal, tetapi juga menggugah nurani pendengarnya. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara Chrisye dan sastrawan Taufiq Ismail, dan hingga kini masih dipandang sebagai salah satu mahakarya dalam khazanah musik Tanah Air. Kekuatan lagu ini terletak pada liriknya yang dalam dan sarat perenungan.
Belum lama ini, Cakra Khan kembali menghidupkan lagu legendaris “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” dalam versi duet bersama rekaman asli mendiang Chrisye. Lebih dari dua dekade sejak pertama kali dirilis, lagu tersebut hadir kembali dengan memadukan suara khas Cakra Khan dan vokal Chrisye yang telah direkam sebelumnya.
Cakra Khan mengungkapkan bahwa proyek kolaborasi lintas generasi ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier musiknya. Meski Chrisye telah berpulang, kesempatan untuk terlibat dalam satu karya yang begitu monumental menjadi hal yang sangat ia syukuri. Bagi Cakra Khan, lagu ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan musik Indonesia.
Lagu ini terinspirasi dari Surat Yasin ayat 65. Ayat ini menggambarkan momen ketika anggota tubuh manusia kelak bersaksi atas perbuatannya sendiri. Inspirasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lirik yang menggugah, yaitu tentang tangan dan kaki yang kelak “berkata” atas segala yang telah dilakukan manusia selama hidupnya.
Tak hanya kuat secara lirik, “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” juga hadir berbalut video musik yang penuh simbolisme. Mengambil lokasi di Gedung Sasana Krida Desa, Bumi Perkemahan Cibubur, video ini disutradarai oleh Rizal Mantovani. Visualnya menampilkan representasi tindakan baik dan buruk manusia melalui gerak tangan dan kaki, yang memperkuat pesan reflektif dalam lagu tersebut.
Video musik ini secara tersirat mengajak penonton untuk menimbang kembali peran dan tanggung jawab manusia terhadap dirinya sendiri, sesama, dan dunia. Versi duet Cakra Khan dan Chrisye dari lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” resmi dapat dinikmati mulai 4 Februari 2026 di berbagai platform musik digital maupun kanal YouTube Musica Studios.
Pada akhirnya, lirik lagu yang kuat merupakan manifestasi nilai dan pesan yang ingin diwariskan. Melalui karya musik seperti ini, pesan spiritual Al-Qur’an hadir secara lebih membumi dalam kehidupan sehari-hari. Dari sekian banyak lagu di atas, lirik manakah yang paling melekat dan menjadi favoritmu?
















![[QUIZ] Tebak Nama Member BTS Hanya dari Postur Tubuhnya, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20260119/e_oprlmviaexvpr_44febb13-71e4-4ecd-a700-3f708a5ff3c2.jpg)

