Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Anak tentang Dunia Fantasi Bikin Imajinasi Ikut Berpetualang

5 min read
5 Film Anak tentang Dunia Fantasi Bikin Imajinasi Ikut Berpetualang
cuplikan film Peter Pan (dok. Columbia Pictures/Peter Pan)
Share Article

Dunia anak-anak memang penuh dengan imajinasi yang seolah tidak memiliki batas. Sebuah lemari bisa menjadi pintu menuju dunia lain, sebuah pulau bisa menjadi tempat tinggal para makhluk ajaib, dan halaman belakang rumah bisa berubah menjadi kerajaan dalam permainan mereka. Hal-hal sederhana tersebut sering menjadi awal dari petualangan luar biasa dalam film keluarga.

Film bertema fantasi juga menjadi tontonan yang menyenangkan karena mengajak penonton melihat dunia dari sudut pandang anak-anak. Selain menghadirkan petualangan seru dan karakter-karakter unik, beberapa film bahkan menyelipkan cerita tentang persahabatan, keberanian, keluarga, dan proses tumbuh dewasa. Nah, berikut lima rekomendasi film anak tentang dunia fantasi yang bisa membuat imajinasi ikut berpetualang. Keep scrolling!

  1. 1. Peter Pan (2003)

    Cuplikan adegan film Peter Pan produksi Columbia Pictures yang menampilkan karakter dalam suasana fantasi
    cuplikan film Peter Pan (dok. Columbia Pictures/Peter Pan)

    Rekomendasi pertama ada film legendaris, Peter Pan (2003), mengisahkan Wendy Darling (Rachel Hurd-Wood) yang suatu malam bertemu Peter Pan (Jeremy Sumpter), anak laki-laki yang tidak pernah ingin tumbuh dewasa. Bersama adik-adiknya, Wendy kemudian mengikuti Peter menuju Neverland, sebuah dunia ajaib yang dihuni peri, putri duyung, Lost Boys, hingga bajak laut. Petualangan mereka menjadi semakin seru ketika harus berhadapan dengan Captain Hook (Jason Isaacs).

    Film ini menghadirkan salah satu gambaran dunia fantasi masa kecil yang paling ikonik. Neverland terasa seperti tempat di mana segala sesuatu yang dibayangkan anak-anak dapat menjadi kenyataan. Di balik petualangannya, film ini juga berbicara tentang masa kanak-kanak, keluarga, persahabatan, dan pilihan antara terus hidup dalam imajinasi atau berani tumbuh dewasa.

  2. 2. The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe (2005)

    Cuplikan adegan dalam film The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe produksi Disney.
    cuplikan film The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe (dok. Walt Disney Studios/The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe)

    Selanjutnya ada The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe yang mengikuti kisah empat bersaudara. Peter Pevensie (William Moseley), Susan Pevensie (Anna Popplewell), Edmund Pevensie (Skandar Keynes), dan Lucy Pevensie (Georgie Henley), menemukan sebuah lemari ajaib yang menjadi pintu menuju Narnia. Di dunia tersebut, mereka bertemu berbagai makhluk fantastis dan mengetahui bahwa Narnia sedang berada di bawah kekuasaan White Witch (Tilda Swinton). Mereka kemudian terlibat dalam petualangan besar untuk membantu menyelamatkan dunia tersebut.

    Konsep memasuki dunia lain melalui sebuah lemari membuat film ini terasa seperti perwujudan imajinasi masa kecil. Narnia menawarkan pemandangan fantastis, makhluk ajaib, serta petualangan yang membuat keempat saudara tersebut harus menghadapi ketakutan mereka. Ceritanya juga menyoroti hubungan kakak-adik dan bagaimana seseorang bisa menjadi lebih berani ketika menghadapi situasi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

  3. 3. Bridge to Terabithia (2007)

    Cuplikan adegan dari film Bridge to Terabithia dengan kredit dokumentasi dari Walt Disney Studios.
    cuplikan film Bridge to Terabithia (dok. Walt Disney Studios/Bridge to Terabithia)

    Bridge to Terabithia (2007) rasanya menjadi salah satu film fantasi anak yang paling bittersweet. Film ini berfokus pada Jess Aarons (Josh Hutcherson), anak laki-laki yang berteman dengan Leslie Burke (AnnaSophia Robb), murid baru di sekolahnya. Keduanya kemudian menciptakan Terabithia, sebuah kerajaan fantasi di hutan yang hanya bisa mereka masuki menggunakan imajinasi. Di tempat tersebut, mereka bisa menjadi pemberani dan menjalani berbagai petualangan yang jauh berbeda dari kehidupan sehari-hari.

    Berbeda dari film fantasi yang sepenuhnya membawa karakter ke dunia ajaib, film ini menunjukkan bagaimana imajinasi dapat menjadi ruang pelarian sekaligus tempat untuk bertumbuh. Persahabatan Jess dan Leslie menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka memahami keberanian, kehilangan, dan kehidupan. Kisahnya pun memiliki sisi emosional yang cukup kuat sehingga meninggalkan kesan mendalam setelah film berakhir.

  4. 4. The Spiderwick Chronicles (2008)

    Cuplikan adegan dalam film The Spiderwick Chronicles produksi Paramount Pictures dan Spiderwick Chronicles.
    cuplikan film The Spiderwick Chronicles (dok. Paramount Pictures/Spiderwick Chronicles)

    The Spiderwick Chronicles mengikuti kisah tentang tiga anak yang menemukan dunia baru. Ketika pindah ke sebuah rumah tua bersama keluarganya, Jared, Simon (keduanya diperankan Freddie Highmore), dan Mallory Grace (Sarah Bolger) menemukan sebuah buku misterius milik Arthur Spiderwick. Buku tersebut membuka pengetahuan tentang dunia yang selama ini tidak mereka ketahui, termasuk keberadaan peri, goblin, dan berbagai makhluk fantastis. Ketiganya kemudian harus menghadapi berbagai bahaya setelah dunia ajaib tersebut mulai bersinggungan dengan kehidupan mereka.

    Film ini cocok untuk penonton yang menyukai fantasi dengan sentuhan misteri dan petualangan. Rumah tua, buku rahasia, serta makhluk-makhluk ajaib membuat setiap sudut cerita terasa seperti menyimpan sesuatu untuk ditemukan. Selain petualangan fantasi, hubungan kakak-adik juga menjadi salah satu bagian penting yang membuat perjalanan mereka terasa lebih personal.

  5. 5. The BFG (2016)

    Cuplikan adegan film The BFG dari Walt Disney Studios yang digunakan sebagai ilustrasi artikel tentang film tersebut.
    cuplikan film The BFG (dok. Walt Disney Studios/The BFG)

    Terakhir, ada film The BFG yang mengikuti Sophie (Ruby Barnhill), seorang anak perempuan yang suatu malam bertemu dengan raksasa misterius bernama BFG (Mark Rylance). Alih-alih menjadi sosok menakutkan, BFG ternyata merupakan raksasa baik hati yang membawa Sophie ke Giant Country. Di sana, Sophie menemukan dunia yang dipenuhi raksasa dan berbagai hal aneh yang sebelumnya hanya bisa ia bayangkan.

    The BFG menawarkan dunia fantasi yang penuh warna dan terasa seperti berasal langsung dari buku cerita anak. Hubungan antara Sophie dan BFG juga menjadi daya tarik utama karena keduanya sama-sama menemukan sosok yang dapat menjadi teman sekaligus tempat berbagi cerita. Petualangan mereka menunjukkan bahwa keberanian bisa muncul dari siapa saja, bahkan dari seorang anak kecil yang berani menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar darinya.

    Lima film di atas menunjukkan betapa luasnya dunia dalam imajinasi anak-anak. Ada yang benar-benar membawa karakter menuju negeri ajaib, ada pula yang menggunakan fantasi sebagai cara untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Karena itu, film-film seperti ini bukan hanya menawarkan petualangan, tetapi juga mengingatkan bahwa imajinasi dapat menjadi bagian penting dari masa kanak-kanak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More