Lula Lahfah Tak Pernah Keluhkan Sakit ke Keluarga Sebelum Meninggal

- Alih-alih pada keluarga, Lula Lahfah hanya mengeluhkan sakitnya pada teman sebelum meninggal.
- Feroz tahu kabar Lula Lahfah meninggal dunia dari ART, tanpa ada pesan terakhir dari almarhumah.
- Makan bersama di apartemen menjadi momen terakhir Lula bersama keluarga sebelum meninggal dunia.
Jakarta, IDN Times - Ayah mendiang Lula Lahfah, Feroz Marikar, bercerita bahwa Lula tak pernah mengeluhkan rasa sakitnya kepada keluarga. Hal itu pun kini sangat disesali oleh Feroz setelah putrinya meninggal dunia.
Tak sampai di situ saja, Feroz juga turut membeberkan kondisi kesehatan Lula sebelum meninggal. Dari penjelasan itu, Lula tak hanya memiliki penyakit GERD saja, tapi juga sempat mengalami pembengkakan pada usus.
1. Lula Lahfah hanya mengeluhkan sakitnya pada teman sebelum meninggal

Ketika ditemui usai pemakaman Lula Lahfah di TPU Rawa Terate, Feroz menjelaskan bahwa Lula sebenarnya sempat masuk rumah sakit pada tahun baru 2026 karena GERD yang sudah sering kambuh. Selain itu, ia juga menyebut Lula mengalami pembengkakan pada ususnya.
Alih-alih keluarga, Lula justru memilih mengeluhkan rasa sakit yang dialaminya kepada teman-teman terdekatnya. Hal itu tampak disesali karena bagi Feroz, rasa sakit Lula bisa diantisipasi secepat mungkin apabila almarhumah mengeluhkan pada keluarga.
"Kalau kita tahu mungkin kita suruh dia berobat. Mungkin ya, kalau gak di sini atau di luar gitu kan. Kita bisa bawa dia, seperti itu, tapi kenapa dia gak. Ya itu mungkin dia akhirnya dia tahan. Akhirnya tadi malam itu mungkin komplikasi dari situ," ucap Feroz, Sabtu (24/1/2026).
2. Feroz tahu kabar Lula Lahfah meninggal dunia dari ART

Lebih lanjut, Feroz menjelaskan bahwa ia mengetahui kabar meninggalnya Lula dari asisten rumah tangga (ART) yang berada di apartemen. Sebelum meninggal dunia, Feroz mengatakan tak ada pesan apa pun yang disampaikan kepadanya.
"Lula gak pernah cerita apa-apa, mengenai sakitnya dia juga gak pernah cerita. Saya tahu dari orang terdekatnya dia, ya pembantu sama asistennya. Gak ada (pesan terakhir)," imbuh Feroz.
3. Makan bersama di apartemen menjadi momen terakhir Lula dengan keluarga

Sebelum meninggal dunia, ternyata Lula sempat mengajak keluarga untuk makan bersama di apartemen tanpa ada maksud dan tujuan. Kata Feroz, hal itu tidak seperti biasanya karena Lula selama ini mengajak keluarganya untuk makan di luar saat momen tertentu. Tiada disangka, momen makan bersama itu menjadi pertemuan terakhir Feroz dengan Lula.
"Minggu terakhir dia ngundang kita untuk makan di apartemennya, ya. Itu saja, tanpa sebab, tanpa ada maksud tujuan. Biasanya kan dia kalau ulang tahun adiknya, ibunya, saya, dia selalu ajak makan di luar biasanya. Kali ini, dia ajak makan di rumah," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Lula Lahfah mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (23/1/2026). Kabar kepergian Lula begitu mengejutkan keluarga dan orang terdekatnya. Jenazah almarhumah telah dikebumikan pada Sabtu (24/1/2026) di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur.


















