Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Makna 10 Lagu di Album Republik Fufufafa - SLANK, Cinta hingga Isu Sosial

Makna 10 Lagu di Album Republik Fufufafa - SLANK, Cinta hingga Isu Sosial
SLANK dalam konferensi pers pada Jumat (5/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
Intinya Sih
  • SLANK merilis album ke-26 berjudul Republik Fufufafa dengan sepuluh lagu bertema cinta, alam, isu sosial, dan kehidupan anak muda yang diproduksi selama Ramadan 2025.
  • Nama 'Republik Fufufafa' mencerminkan kritik terhadap perilaku netizen serta kondisi sosial Indonesia, sementara beberapa lagu menyoroti isu lingkungan dan keserakahan manusia.
  • Lagu-lagu seperti 'Di Dekatmu', 'Papa Sid', hingga 'PPN 12%' menunjukkan keberagaman tema dari cinta hingga kritik sosial, semuanya tersedia di platform digital sejak 6 Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

SLANK resmi merilis album studio ke-26 mereka yang bertajuk Republik Fufufafa. Proses produksinya dilakukan pada 2025 dan para member SLANK menjalani rutinitas rekaman dari pagi hingga menjelang berbuka puasa.

Seperti album-album SLANK sebelumnya, Republik Fufufafa tetap memuat empat tema yang menjadi ciri khas mereka, yakni cinta, alam, isu sosial, dan anak muda. Memiliki total 10 lagu, apa saja makna lagunya, ya?

1. Republik Fufufafa

Pemilihan nama Republik Fufufafa langsung menarik perhatian publik. Pasalnya, istilah 'Fufufafa' selama ini kerap dikaitkan dengan sosok kontroversial di dunia politik Indonesia. Namun, bagi SLANK, istilah tersebut memiliki makna yang lebih luas dari sekadar merujuk pada satu sosok saja.

Kaka menjelaskan berbagai isu yang diangkat dalam album ini berasal dari peristiwa nyata yang banyak diberitakan media. Menurutnya, lirik-lirik dalam album Republik Fufufafa tidak dibuat-buat, melainkan merupakan refleksi dari kondisi sosial yang terjadi di masyarakat.

Sementara itu, Bimbim melihat kata 'Fufufafa' sebagai simbol kekhawatiran terhadap cara netizen berkomunikasi bermedia sosial di Indonesia. Ia menyinggung data yang pernah menempatkan netizen Indonesia sebagai salah satu yang paling tidak sopan di dunia maya. Kemunculan fenomena akun Fufufafa lalu semakin menguatkan kekhawatiran.

2. Rusak Ancur

Peluncuran album Republik Fufufafa juga dibarengi dengan perilisan video musik untuk lagu "Rusak Ancur". Lagu ciptaan Bimbim tersebut menjadi medium bagi SLANK untuk menyampaikan kritik terhadap kerusakan lingkungan yang kian marak terjadi akibat ulah berbagai pihak.

3. Jangan Rakus

Sementara itu, lagu "Jangan Rakus" yang ditulis oleh Kaka hadir sebagai pengingat agar setiap orang merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Melalui lagu ini, SLANK juga menyoroti fenomena yang akrab di era media sosial ketika banyak orang terus membandingkan dirinya dengan orang lain hingga lupa mensyukuri apa yang sudah dimiliki.

4. Di Dekatmu

Kali ini bernuansa cinta-cintaan, lagu "Di Dekatmu" yang diciptakan oleh Kaka dan Bimbim hadir sebagai lagu cinta dengan lirik sederhana khas gaya slengean SLANK. Lagu ini bercerita tentang seorang pria yang merindukan kehadiran sosok perempuan di sisinya.

5. My Rinduku

"My Rinduku" menjadi salah satu lagu terbaru SLANK yang menggambarkan rasa rindu yang mendalam kepada pasangan. Menariknya, grup legendaris ini kembali menghadirkan elemen siulan bibir yang sudah lama tidak terdengar dalam lagu-lagu mereka.

6. Papa Sid

Lagu "Papa Sid" lahir dari pengalaman pribadi Bimbim yang masih menyimpan duka mendalam atas kepergian Sidharta M. Soemarno atau Papa Sid pada 2024 lalu. Rasa kehilangan dan kerinduan tersebut kemudian dituangkan Bimbim ke dalam lagu tersebut.

7. Bunga Rindu

SLANK menghadirkan lagu berjudul "Bunga Rindu" dengan warna baru dalam aransemen musik mereka. Lagunya mengisahkan seorang gadis menawan yang di balik pesonanya ternyata menyimpan masa lalu dan kisah hidup yang kelam.

8. Buka Baju

Lagu "Buka Baju" menjadi bukti bahwa SLANK masih mempertahankan sisi slengean yang telah melekat pada identitas mereka sejak dulu. Dengan lirik yang terdengar nakal dan penuh permainan makna, lagu ini sengaja dibuat terbuka agar dapat ditafsirkan berbeda oleh setiap pendengarnya.

9. PPN 12%

Lagu ini menggunakan satir untuk mempertanyakan efektivitas pelarangan. Lewat lirik "Mending kita pajakin mereka" dan "Legalkan saja mereka", SLANK menyampaikan kritik sosial tentang kebijakan, ekonomi, dan beban yang ditanggung masyarakat dengan gaya yang jenaka sekaligus provokatif. Bukan tanpa alasan, banyak aktivitas yang selama ini dianggap tabu ternyata tetap berlangsung di belakang masyarakat dan menghasilkan uang dalam jumlah besar.

10. Ku Tak Mungkin

"Ku Tak Mungkin" hadir sebagai lagu cinta terbaru SLANK dengan balutan musik yang ringan dan mudah dinikmati, serta dijanjikan Bimbim sebagai lagu hits mereka di album ini. Melalui liriknya, lagu ini mengangkat tema kesetiaan yang teguh kepada pasangan.

Seluruh lagu ini bisa kamu dengarkan di platform musik digital sejak 6 Juni 2026. Adapun sudah ada tiga video klip dari lagu "Republik Fufufafa", "PPN 12%", dan "Rusak Ancur."

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah

Related Articles

See More